Jumat, 06 November 2026
21:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Apokrifa

Apokrifa

Bagikan:
250px-Apocrypha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman 680 dari Alkitab Jenewa edisi 1560, dicetak oleh Robert Barker di London pada tahun 1615.

Apokrifa adalah karya, yang biasanya berupa tulisan, dari pengarang yang tidak diketahui atau asal-usulnya atau diragukan keasliannya.[1] Apokrifa biblika adalah seperangkat teks yang termasuk dalam Vulgata Latin dan Septuaginta tetapi tidak termasuk dalam Alkitab Ibrani. Secara tradisi Katolik menganggap beberapa dari tulisan-tulisan ini sebagai deuterokanonika, sedangkan Protestan menganggapnya apokrif. Jadi, Alkitab Protestan tidak memasukkan buku-buku dalam Perjanjian Lama tetapi kadang-kadang memasukkannya dalam bagian yang terpisah, biasanya disebut Apokrifa. Tulisan-tulisan apokrifa non-kanonik lainnya umumnya disebut pseudepigrafa, sebuah istilah yang berarti "atribut palsu" (memakai nama orang lain yang biasanya sudah terkenal).[2]

Apokrifa berasal dari kata apocryphus, sebuah kata sifat dalam bahasa Latin Abad Pertengahan yang bermakna "rahasia atau non-kanonik", dari kata sifat Yunani ἀπόκρυφος (apokryphos) berarti "kabur" (tidak jelas) dan dari kata kerja ἀποκρύπτειν (apokryptein), "bersembunyi".[3]

Referensi

  1. ↑ Little, Williams. Onions, C.T., editors (1955). The Oxford Universal Dictionary. Oxford University Press.
  2. ↑ Bromiley, Geoffrey William, ed. (2009). "Apocrypha". The International Standard Bible Encyclopedia (Edisi 2). Grand Rapids, Michigan: W.B. Eerdmans.
  3. ↑ "Apocrypha - Definition". merriam-webster.com.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan