Sabtu, 17 Oktober 2026
20:35 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Banua Toru

Bagikan:

Banua Toru atau adalah istilah dalam kosmologi tradisional masyarakat Batak Toba yang merujuk pada dunia bawah atau alam di bawah permukaan bumi. Konsep ini merupakan bagian dari struktur kosmologi Batak yang membagi alam semesta menjadi tiga lapisan, yaitu Banua Ginjang (dunia atas), Banua Tonga (dunia tengah), dan Banua Toru (dunia bawah).[1]

Kosmologi

250px-Flag_of_Batak_WRB.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Batak terdiri dari tiga warna utama: putih, merah, dan hitam. Ketiga warna ini bukan hanya simbol budaya, tetapi juga merepresentasikan tiga lapisan dunia dalam kosmologi Batak. Putih (Banua Ginjang), Merah (Banua Tonga), Hitam (Banua Toru).

Dalam kepercayaan Batak Toba, Banua Toru merupakan tempat berdiamnya makhluk halus, arwah leluhur, dan entitas gaib, termasuk sosok mitologis bernama Naga Padoha, seekor naga raksasa yang diyakini tinggal di alam bawah. Banua Toru dipandang sebagai wilayah yang berada di luar jangkauan manusia biasa dan memiliki kekuatan supranatural.

Ketiga lapisan dunia dalam kosmologi Batak dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Banua Ginjang: dunia atas, tempat para dewa dan makhluk ilahi.
  • Banua Tonga: dunia tengah, tempat kehidupan manusia berlangsung
  • Banua Toru: dunia bawah, tempat kekuatan gelap dan roh-roh tak terlihat bersemayam.

Makna Simbolik dan Arsitektur

Dalam konteks arsitektur tradisional Batak Toba, konsep Banua Toru tecermin pada bagian kolong rumah adat (rumah Bolon). Ruang ini biasanya digunakan untuk menyimpan peralatan pertanian atau sebagai kandang ternak. Meskipun berfungsi praktis, kolong rumah juga memiliki makna simbolis sebagai penghubung antara manusia dan dunia bawah, mencerminkan filosofi kosmologis yang diyakini masyarakat.[1]

Fungsi Kultural

Banua Toru tidak hanya dimaknai sebagai tempat bersemayam roh-roh, tetapi juga berperan penting dalam praktik adat dan ritus spiritual. Dalam beberapa upacara, kekuatan dari Banua Toru dipanggil atau dihindari, tergantung pada jenis ritual yang dilakukan. Konsep ini menggambarkan bagaimana masyarakat Batak memandang hubungan yang seimbang antara dunia atas, dunia manusia, dan dunia bawah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Jejak Batak, Siraja Batak – BPODT – Badan Pelaksana Otorita Danau Toba". bpodt.kemenpar.go.id. Diakses tanggal 2025-06-10.
Pembagian
Tari Tortor
Sistem kekerabatan
Bahasa dan
kesusastraan
Kuliner
Falsafah
Upacara adat
Seni budaya dan
kerajinan
Alat musik
tradisional
Kepercayaan dan
agama
Mitologi
Kekayaan budaya


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Batak ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan