Rabu, 23 September 2026
17:26 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Āstika dan nāstika

Āstika dan nāstika

Bagian dari seri
Filsafat Hindu
250px-Shankara-Disciples-River.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ortodoks
Hinduisme OM Filsafat India

Āstika (Dewanagari: आस्तिक; ,IAST: āstika, आस्तिक) berasal dari kata Sanskerta asti, "terdapat, ada", dan artinya "orang yang meyakini suatu keberadaan (dari sebuah jiwa yang terpisah dari dunia material, Brahman, dll)" dan nāstika artinya "orang tak percaya". Konsep tersebut dipakai untuk mengklasifikasikan filsafat-filsafat India oleh para cendekiawan modern, dan beberapa teks Hindu, Buddha dan Jaina.[1][2][4]

Secara garis besar, Āstika mengandung salah satu atau ketiga ciri-ciri berikut ini:[5][6]

  1. mengakui otoritas kitab-kitab Weda;
  2. meyakini adanya jiwa atau atman;
  3. meyakini keberadaan Tuhan atau Iswara.

Enam aliran filsafat Hindu digolongkan ke dalam Āstika, yaitu: Nyaya, Waisesika, Samkya, Yoga, Mimamsa, dan Wedanta.

Sedangkan Nāstika adalah kebalikannya, yakni menolak ciri-ciri āstika;[5] mereka juga tidak meyakini keberadaan jiwa atau diri yang sejati.[7] Agama dari India yang tergolong nāstika yaitu: Buddha-dharma, Jaina-dharma, Carwaka, Ājīvika, dan Ajñana.

Catatan

  1. Roy Perrett (2000), Indian Philosophy, Routledge, ISBN978-0815336112, page 88
  2. Sushil Mittal & Gene Thursby (2004), The Hindu World, Routledge, ISBN978-0415772273, pages 729-730
  3. Flood 1996, hlm. 82.
  4. Flood: "These schools [such as Buddhism and Jainism] are understandably regarded as heterodox (nāstika) by orthodox (āstika) Brahmanism."[3]
  5. 1 2 Nicholson, Andrew J. 2013. Unifying Hinduism: Philosophy and Identity in Indian Intellectual History. Columbia University Press. ISBN978-0231149877. ch. 9.
  6. GS Ghurye, Indian Sociology Through Ghurye, a Dictionary, Ed: S. Devadas Pillai (2011), ISBN978-8171548071, page 354
  7. Monier-Williams 2006

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan