Minggu, 08 November 2026
12:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Āstika dan nāstika

Āstika dan nāstika

Bagikan:
Bagian dari seri
Filsafat Hindu
250px-Shankara-Disciples-River.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ortodoks
Hinduisme OM Filsafat India

Āstika (Dewanagari: आस्तिक; ,IAST: āstika, आस्तिक) berasal dari kata Sanskerta asti, "terdapat, ada", dan artinya "orang yang meyakini suatu keberadaan (dari sebuah jiwa yang terpisah dari dunia material, Brahman, dll)" dan nāstika artinya "orang tak percaya". Konsep tersebut dipakai untuk mengklasifikasikan filsafat-filsafat India oleh para cendekiawan modern, dan beberapa teks Hindu, Buddha dan Jaina.[1][2][4]

Secara garis besar, Āstika mengandung salah satu atau ketiga ciri-ciri berikut ini:[5][6]

  1. mengakui otoritas kitab-kitab Weda;
  2. meyakini adanya jiwa atau atman;
  3. meyakini keberadaan Tuhan atau Iswara.

Enam aliran filsafat Hindu digolongkan ke dalam Āstika, yaitu: Nyaya, Waisesika, Samkya, Yoga, Mimamsa, dan Wedanta.

Sedangkan Nāstika adalah kebalikannya, yakni menolak ciri-ciri āstika;[5] mereka juga tidak meyakini keberadaan jiwa atau diri yang sejati.[7] Agama dari India yang tergolong nāstika yaitu: Buddha-dharma, Jaina-dharma, Carwaka, Ājīvika, dan Ajñana.

Catatan

  1. ↑ Roy Perrett (2000), Indian Philosophy, Routledge, ISBN978-0815336112, page 88
  2. ↑ Sushil Mittal & Gene Thursby (2004), The Hindu World, Routledge, ISBN978-0415772273, pages 729-730
  3. ↑ Flood 1996, hlm. 82.
  4. ↑ Flood: "These schools [such as Buddhism and Jainism] are understandably regarded as heterodox (nāstika) by orthodox (āstika) Brahmanism."[3]
  5. 1 2 Nicholson, Andrew J. 2013. Unifying Hinduism: Philosophy and Identity in Indian Intellectual History. Columbia University Press. ISBN978-0231149877. ch. 9.
  6. ↑ GS Ghurye, Indian Sociology Through Ghurye, a Dictionary, Ed: S. Devadas Pillai (2011), ISBN978-8171548071, page 354
  7. ↑ Monier-Williams 2006

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan