Minggu, 20 September 2026
21:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Asia Dalam

Asia Dalam

330px-Map_of_Inner_Asia_%28SRI%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Asia Dalam, menampilkan bentangan wilayah yang dikaji oleh Sinor Research Institute for Inner Asian Studies, yang terletak di Universitas Indiana, Amerika Serikat
330px-Map_of_Inner_Asia_%28CIAS%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Asia Dalam, menampilkan bentangan wilayah yang dikaji oleh CIAS di Universitas Toronto.

Asia Dalam merujuk kepada kawasan utara dan terkurung daratan yang terbetang di Asia Utara, Tengah dan Timur. Wilayah tersebut meliputi belahan Tiongkok Barat dan Timur Laut, serta Siberia Selatan. Wilayah tersebut serupa dengan beberapa definisi "Asia Tengah", kebanyakan pada masa lalu, tetapi wilayah tertentu yang sering kali masuk dalam Asia Dalam, seperti Manchuria, bukanlah bagian dari Asia Tengah menurut definisinya. Asia Dalam dipandang sebagai "garis depan" barat dan utara Tiongkok sejati dan terikat oleh Asia Timur sejati, yang terdiri dari Tiongkok sejati, Jepang dan Korea.[1]

Bentangan Asia Dalam dimengerti secara berbeda dalam masa yang berbeda. "Asia Dalam" terkadang berseberangan dengan "Tiongkok sejati", bahwa, wilayah yang awalnya disatukan di bawah dinasti Qin dengan populasi mayoritas Han. Pada tahun 1800, Asia Dalam Tiongkok terdiri dari empat wilayah utama, yakni Manchuria (kini Tiongkok Timur Laut dan Manchuria Luar), Dataran Mongolia (Mongolia Dalam dan Mongolia Luar), Xinjiang (Turkestan Tiongkok atau Turkestan Timur), dan Tibet. Kebanyakan wilayah tersebut kini baru ditaklukan oleh dinasti Qing Tiongkok dan, pada sebagian besar zaman Qing, mereka diperintah melalui struktur pemerintahan yang berbeda dari provinsi Tiongkok lama.[2] Badan pemerintahan Qing, Lifan Yuan, menaungi wilayah Asia Dalam kekaisaran tersebut, juga dikenal sebagai Tartar Tiongkok. Wilayah garis depan Tiongkok sejati—Gansu, Qinghai, Sichuan dan Yunnan—terkadang juga dimasukkan sebagai bagian dari Asia Dalam.[3][4]

Definisi dan penggunaan

330px-Map_of_Inner_Asia_%28MONDEA%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bentuk alternatif Asia Dalam yang menampilkan kawasan Mongolia (atau terkait Mongolia) di Asia Dalam yang diwakili dalam Mongolian Digital Ethnography Archive

"Asia Dalam" pada masa sekarang memiliki serangkaian definisi dan penggunaan.[5] Contohnya, Denis Sinor memakai istilah "Asia Dalam" berseberangan dengan peradaban pertanian, menyatakan perbatasannya yang berubah, seperti kala sebuah provinsi Romawi yang direbut oleh bangsa Hun, wilayah Tiongkok Utara diduduki oleh bangsa Mongol, atau Anatolia berada di bawah pengaruh Turki menghapuskan budaya Helenistik.[6]

Para cendekiawan dan sejarawan dinasti Qing, seperti orang-orang yang mengkompilasikan Sejarah Qing Baru, sering kali memakai istilah "Asia Dalam" kala mengkaji kepentingan Qing atau pemerintahan di luar Tiongkok sejati,[7] meskipun dinasti-dinasti Tiongkok pada masa sebelumnya seperti dinasti Han, dinasti Tang dan dinasti Ming juga meluaskan kerajaan dan pengaruh mereka ke Asia Dalam.

Menurut Morris Rossabi, Asia Dalam tak hanya terdiri dari lima negara Asia Tengah, yang meliputi Turkmenistan, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgizstan, dan Kazakhstan, tetapi juga meliputi Afghanistan, Xinjiang, Mongolia, Manchuria, dan sebagian Iran.[8]

The Committee on Inner Asian and Altaic Studies dari Universitas Harvard mengartikan Asia Dalam sebagai sebuah wilayah yang terdiri dari Turkestan Barat, Turkestan Timur (disebut juga Xinjiang), Iran Timur, Pakistan Utara, Afganistan, Tibet, Qinghai, Sichuan, Gansu dan barat laut Yunnan.[3]

The Mongolia and Inner Asia Studies Unit di Universitas Cambridge mengartikan Asia Dalam sebagai "sebuah wilayah yang terpusat di Mongolia dan terbentang sepanjang kawasan stepa besar sampai Pegunungan Himalaya", yang meliputi Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Uzbekistan, Turkestan Timur, Tibet, Qinghai, Gansu, Sichuan, Yunnan, Nepal, Sikkim, Bhutan, Mongolia Dalam, Liaoning, Jilin, Heilongjiang, Altai, Tuva, Buryatia dan Chita.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. Bulag, Uradyn E. (Oktober 2005). "Where is East Asia?: Central Asian and Inner Asian Perspectives on Regionalism". Japan Focus. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2012-12-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. The Cambridge History of China: Volume 10, Part 1, by John K. Fairbank, p37
  3. 1 2 "The Committee on Inner Asian and Altaic Studies". harvard.edu. Diakses tanggal 8 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Mongolia and Inner Asia Studies Unit: About us". miasu.socanth.cam.ac.uk. Diakses tanggal 8 November 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Book Abstract: "Inner Asia: Making a Long-Term U.S. Commitment." Diarsipkan 2011-06-04 di Wayback Machine. Authors: Carol D. Clair; Army War Coll Carlisle Barracks Pa. Retrieved: 22 August 2009.
  6. The Cambridge History of Early Inner Asia, Volume 1 By Denis Sinor. Retrieved: 22 August 2009.
  7. New Qing Imperial History: The Making of Inner Asian Empire at Qing Chengde, ed. Ruth W. Dunnell, Mark C. Elliott, Philippe Foret and James A. Millward
  8. Rossabi, Morris. "Central Asia: A Historical Overview". Asia Society.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan