Jumat, 02 Oktober 2026
09:47 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah

Turkifikasi

Bagikan:

Turkifikasi atau Turkisasi (bahasa Turki:Türkleştirme) adalah suatu perubahan budaya yang terjadi ketika suatu populasi atau negara memutuskan untuk mengadopsi budaya Turk, seperti yang telah terjadi di Kesultanan Utsmaniyah. Turkifikasi telah terjadi baik secara sukarela maupun melalui paksaan seiring dengan meluasnya negara-negara Turk.

Kelompok-kelompok yang dipengaruhi oleh proses Turkifikasi adalah orang-orang Anatolia, Balkan, Kaukasus dan Timur Tengah dengan berbagai macam latar belakang etnis, seperti orang Albania, Arab, Armenia, Asiria, Adyghe, Georgia, Yunani, Yahudi, Rom, Slavia, serta orang-orang Kurdi dan Laz. Kelompok-kelompok ini mengalami Turkifikasi pada masa Kesultanan Utsmaniyah.

Proses Turkifikasi sendiri pertama kali terjadi pada masa Kerajaan Seljuk. Penduduk setempat di Anatolia melakukan pernikahan campur dengan orang-orang Turk, pindah agama menjadi Muslim dan menguasai bahasa Turk. Hasilnya dapat dilihat dari genetika orang-orang Turki modern di Anatolia.[1][2][3]

Catatan kaki

  1. ↑ Lambton, Ann; Lewis, Bernard, ed. (1977). "3". The Cambridge history of Islam (Edisi Reprint.). Cambridge: Cambridge Univ. Press. hlm. 231. ISBN 0521291356.
  2. ↑ Davison, Roderic H. (2013). Essays in Ottoman and Turkish History, 1774-1923: The Impact of the West. University of Texas Press. hlm. 3. ISBN 0292758944.
  3. ↑ Bayazit Yunusbayev et al., "The Genetic Legacy of the Expansion of Turkic-Speaking Nomads across Eurasia." PLoS Genetics 11:4 (April 21, 2015): e1005068.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan