Minggu, 27 September 2026
11:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Polonisasi

Polonisasi

Polonisasi
330px-Borders_of_Polish_states_and_Polish%E2%80%93Lithuanian_Commonwealth_%28union_state_of_the_Crown_of_the_Kingdom_of_Poland_and_Grand_Duchy_of_Lithuania%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbatasan bersejarah Polandia dan Persemakmuran
Durasi1569–1945
LokasiPolandia di sepanjang sejarah
Perbatasan     Khaki – 1569     Silver – 1939     Pink – 1945

Polonisasi (bahasa Polandia:polonizacja)[1] adalah akuisisi atau pengenaan unsur-unsur budaya Polandia, khususnya bahasa Polski, yang dialami dalam beberapa periode bersejarah terhadap orang-orang non-Polandia dari wilayah yang dikendalikan atau secara substansial di bawah pengaruh dari orang-orang Polandia. Seperti contoh-contoh lain dari asimilasi budaya, baik secara sukarela atau dipaksa, yang dampaknya paling bisa terlihat dalam kasus di mana wilayah-wilayah tersebut budaya atau bahasa Polandia menjadi dominan atau juga dalam keadaan di mana bahasa dan budaya Polanda diadopsi dapat meningkatkan prestise atau status sosial warga wilayah tersebut, seperti kasus bangsawan dari Ruthenia dan Lithuania. Untuk batas tertentu Polonisasi juga secara administratif dipromosikan oleh pemerintah setempat, khususnya dalam periode setelah Perang Dunia II.

Referensi

  1. ↑ In Polish historiography, particularly pre-WWII (e.g., L. Wasilewski. As noted in Смалянчук А. Ф. (Smalyanchuk 2001) Паміж краёвасцю і нацыянальнай ідэяй. Польскі рух на беларускіх і літоўскіх землях. 1864–1917 г. / Пад рэд. С. Куль-Сяльверставай. – Гродна: ГрДУ, 2001. – 322 с. ISBN978-5-94716-036-9 (2004). Pp.24, 28.), an additional distinction between the Polonization (bahasa Polandia:polonizacja) and self-Polonization (bahasa Polandia:polszczenie się) has been being made, however, most modern Polish researchers don't use the term polszczenie się.

Pranala luar

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan