Jumat, 16 Oktober 2026
17:50 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Malayisasi

Malayisasi

Bagikan:
250px-Malay_tricolour.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Triwarna Melayu Semenanjung Malaka

Malayisasi (bahasa Melayu:Pemelayuan[1] atau Melayuisasi[2] atau lazimnya Masuk Melayu[3][4][5][6][7][8]) adalah proses ketika orang-orang dari berbagai latar budaya dan etnis di Asia Tenggara Maritim mengadopsi identitas budaya Islam dan Melayu. Proses ini awalnya terjadi di semenanjung Melayu, Sumatra, dan Kalimantan zaman pra-modern dan cenderung didorong oleh penyebaran Islam sekaligus pendirian kesultanan dan pos dagang Melayu di seluruh nusantara. Etnis Melayu dikenal sebagai masyarakat pedagang pesisir dengan identitas budaya yang beragam.[9][10][11] Identitas umum yang mengikat masyarakat Melayu adalah bahasa Melayu, Islam, dan budayanya. Identitas sosio-kultural Melayu Muslim ini, yang mendominasi sampai zaman modern, terbentuk selama konsolidasi Kesultanan Melaka sebagai kekuatan regional pada abad ke-15. Malayisasi juga dipandang sebagai proses "pengajaran", terutama terhadap masyarakat suku non-Muslim Batak, Orang Asli, dan Dayak.[12]

Referensi

  1. ↑ Nik Hassan Shuhaimi, p. 71
  2. ↑ Mohamed Anwar, p. 34
  3. ↑ Benjamin, p. 306
  4. ↑ Ooi, p. 195
  5. ↑ Milner, p. 200
  6. ↑ Kipp, p. 29
  7. ↑ Andaya, Barbara W, p. 55
  8. ↑ Barnard, p. 243
  9. ↑ Barnard, p. 7, 32, 33 & 43
  10. ↑ Milner, p. 131
  11. ↑ Benjamin, p. 458
  12. ↑ Milner, p. 232

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan