Sabtu, 31 Oktober 2026
00:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Abjad Mani

Abjad Mani

aksara berjenis abjad

Bagikan:
Abjad Mani
250px-Manichaean_characters.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daftar huruf dari abjad Mani, dengan alih aksara Latin
Jenis aksara
BahasaIran Pertengahan dan Tokharia
Periode
abad ke-3 M hingga ke-10 M
Arah penulisanKanan ke kiri
Aksara terkait
Silsilah
ISO 15924
ISO 15924Mani, 139 Sunting ini di Wikidata,​Manichaean
Pengkodean Unicode
U+10AC0–U+10AFF
Final Accepted Script Proposal

Abjad Mani (juga disebut sebagai abjad Manikhe) adalah aksara berjenis abjad yang dibuat berdasarkan sistem rumpun abjad Semit. Penggunaan abjad Mani berhubungan dengan penyebaran Maniisme dari barat daya ke Asia Tengah dan sekitarnya, dimulai pada abad ke-3 M. Abjad ini memiliki hubungan saudara dengan bentuk awal abjad Pahlavi, yang keduanya diturunkan dari abjad Aram, salah sistem aksara resmi di Kekaisaran Akhemeniyah untuk menulis bahasa Aram Kekaisaran. Tidak seperti Pahlavi, abjad Mani dipengaruhi dari abjad Sogdi yang diturunkan dari abjad Suryani.

Peneliti bernama Desmond Durkin-Meisterernst mencatat bahwa abjad Mani kebanyakan digunakan untuk menulis bahasa-bahasa Iran Pertengahan (Partia, Sogdi, Baktria, Persia Pertengahan), Uighur Kuno, dan Tokharia.[1] Abjad Mani juga berkerabat dengan Abjad Tadmur.[1]

Penamaan

Nama "Mani" diperkenalkan sebagai sebutan untuk abjad ini oleh cendekiawan asal Jerman bernama Friedrich W. K. Müller, karena penggunaan abjad ini dalam naskah-naskah Maniisme.[1] Müller adalah orang pertama pada zaman modern (in 1903/4) yang dapat membaca dan menguraikan abjad ini.[1] Abjad Mani dinamakan demikian karena naskah-naskah Maniisme menyebut abjad tersebut dibuat oleh Mani sendiri.

Sejarah

Naskah-naskah Maniisme yang lebih kuno muncul dalam naskah dan bahasa yang masih dapat dikenal sebagai Suryani-Aram dan komposisi ini kemudian digolongkan sebagai naskah-naskah Suryani/Aram. Naskah-naskah selanjutnya yang menggunakan abjad Mani dibuktikan dalam kesusastraan tiga etnolek bahasa-bahasa Iran Pertengahan sebagai berikut:

Sistem abjad Mani tidak memiliki banyak logogram dan ideogram Semit yang diwarisi dari bahasa Aram Kekaisaran yang merupakan ciri terpenting dari sistem abjad Pahlavi. Selain itu, ejaan yang ditulis dalam abjad Mani secara riwayat kurang konservatif dan berhubungan lebih dekat dengan pengucapan perkembangan akhir: yaitu kata seperti āzād (berarti "mulia" atau "merdeka") yang ditulis ʼčʼt dalam bahasa Pahlavi, tetapi ʼʼzʼd bahasa Persia Pertengahan Mani pada era yang sama.

Abjad Mani bukan satu-satunya aksara yang digunakan untuk menuliskan naskah-naskah Maniisme. Ketika menulis dalam bahasa Sogdi yang juga umum dipakai, juru tulis Maniisme sering menggunakan abjad Sogdi ("abjad Uighur Kuno"). Demikian juga, di luar Manichaeisme, dialek Parsa (Persia inti) juga dicatat dalam sistem lain, termasuk abjad Pahlavi (dalam hal ini dikenal sebagai "Pahlevi" atau abjad Persia Pertengahan Zoroaster) dan alfabet Avesta (dalam hal ini dikenal sebagai Pazend).

Karena kepercayaan dan penganut Maniisme dianiaya di sekitar Mesopotamia dan daerah yang dikuasai oleh Kekaisaran Sasaniyah yang merupakan tempat asal-usulnya, kepercayaan tersebut menjadi mapan di Asia Tengah dan di sepanjang Jalur Sutra. Maniisme menjadi agama negara resmi di antara orang-orang Uighur selama lima abad (abad ke-8 hingga ke-12), dan dengan demikian banyak manuskrip yang masih ada ditemukan di wilayah Turpan dalam bahasa-bahasa Iran yang disebutkan di atas, Uighur Kuno, dan Tokharia.

Pada abad ke-19, penjelajah asal Jerman menemukan sejumlah naskah-naskah Maniisme di Bulayiq di Jalur Sutra dekat Turpan, di tempat yang kini disebut sebagai Xinjiang. Banyak dari naskah-naskah ini sekarang disimpan di Berlin.

Ciri

Seperti kebanyakan abjad lainnya, Mani ditulis dari kanan ke kiri dan tidak memiliki vokal. Khususnya, abjad ini memiliki konsonan tertentu yang bergabung di kedua sisi, beberapa yang bergabung hanya di sebelah kanan, dan beberapa yang hanya bergabung di sebelah kiri, dan beberapa yang tidak bergabung sama sekali, tidak seperti abjad yang paling terkenal, Arab, yang memiliki hanya konsonan yang bergabung di kedua sisi atau di sebelah kanan. Abjad Mani memiliki tanda terpisah untuk konjungsi "ud" (berarti "dan"); dua titik ditempatkan di atas karakter untuk menunjukkan singkatan, dan ada beberapa tanda baca untuk menunjukkan judul, pembagian halaman, pembagian kalimat, dan lain-lain.

Ada konjungsi wajib untuk kombinasi tertentu yang melibatkan "n" dan "y." Angka-angka dibangun dari unit 1, 5, 10, 20, dan 100 yang dapat dikenal karena keunikannya. Ada juga beberapa bentuk alternatif dari karakter tertentu.

Unicode

Abjad Mani (U+10AC0–U+10AFF) ditambahkan ke Unicode Standard pada bulan Juni 2014 dengan rilis versi 7.0.

Manichaean[1][2]
Official Unicode Consortium code chart (PDF)
 0123456789ABCDEF
U+10ACx 𐫀 𐫁 𐫂 𐫃 𐫄 𐫅 𐫆 𐫇 𐫈 𐫉 𐫊 𐫋 𐫌 𐫍 𐫎 𐫏
U+10ADx 𐫐 𐫑 𐫒 𐫓 𐫔 𐫕 𐫖 𐫗 𐫘 𐫙 𐫚 𐫛 𐫜 𐫝 𐫞 𐫟
U+10AEx 𐫠 𐫡 𐫢 𐫣 𐫤 𐫥 𐫦 𐫫 𐫬 𐫭 𐫮 𐫯
U+10AFx 𐫰 𐫱 𐫲 𐫳 𐫴 𐫵 𐫶
Catatan
1.^Per Unicode versi 8.0
2.^Abu-abu berarti titik kode kosong

Referensi

Catatan kaki

Daftar pustaka

Pustaka lanjutan

Gambaran
Daftar
Brahmi
Utara
Selatan
Kawi
Lainnya
Linear
Non-linear
Tionghoa
Aksara Han
Dipengaruhi Tionghoa
Logosilabis lainnya
Logokonsonan
Sistem bilangan
Penuh
Pengulangan
Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
Braille cell
Braille scripts
French-ordered
Keluarga Nordik
Russian lineage family
i.e. Cyrillic-mediated scripts
Egyptian lineage family
i.e. Arabic-mediated scripts
Indian lineage family
i.e. Bharati Braille
Other scripts
Reordered
Frequency-based
Independent
Eight-dot
Symbols in braille
Braille technology
Persons
Organisations
Other tactile alphabets
Related topics
Sistem tulisan elektronik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan