Senin, 02 November 2026
00:01 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
A.R. Soehoed

A.R. Soehoed

politikus Indonesia

Bagikan:
A.R. Soehoed
Ar_soehoed.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Menteri Perindustrian Indonesiake-13
Masa jabatan
31 Maret 1978 –16 Maret 1983
PresidenSoeharto
PendahuluM. Jusuf
PenggantiHartarto Sastrosoenarto
Informasi pribadi
Lahir(1920-03-02)2 Maret 1920
Batavia, Hindia Belanda
Meninggal7 Juni 2014(2014-06-07) (umur 94)
PendidikanInstitut Teknologi Bandung
PekerjaanTeknokrat
Karier militer
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Air_Force.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Udara
Pangkat40px-Pdu_mayortni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Mayor
SatuanKorps Teknik

Abdoel Raoef Soehoed gelar Rajo Sampono[1] (2 Maret 1920 – 7 Juni 2014) adalah Menteri Perindustrian Indonesia pada Kabinet Pembangunan III pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Ia juga pernah bertugas sebagai anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan pangkat terakhir Mayor Udara.[2] Setelah pensiun ia banyak berkecimpung dalam kegiatan agama dan sosial masyarakat asal Minangkabau di Jakarta.

Kehidupan

Kehidupan pribadi

Meski dilahirkan di Jakarta, tetapi darah Minangkabau mengalir pada tubuhnya. Kedua orang tuanya adalah perantau asal Minangkabau yang telah menetap di Batavia sejak masa penjajahan Belanda. Kakeknya dari pihak ayah, Abdoel Raoef, adalah seorang jaksa di Kesultanan Ternate dan Tidore yang wilayah kerjanya meliputi Kepulauan Maluku bagian utara sampai ke bagian kepala burung pulau Irian.[3]

Pendidikan dan karier

Ia mulai menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool (TH) Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung atau ITB) pada tahun 1939, tetapi karena terjadinya pendudukan Jepang yang kemudian diikuti dengan revolusi kemerdekaan, ia baru bisa meraih gelar Insinyur pada tahun 1951.

AR Soehoed juga pernah menjalani berbagai jenjang pendidikan kepangkatan perwira Angkatan Udara. Ia pernah bertugas di Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dari tahun 1946 dan mengundurkan diri dari dinas tersebut pada tahun 1956 atas permintaan sendiri sewaktu ia berpangkat Mayor Udara.

Meninggal dunia

A.R. Soehoed meninggal dunia pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 2014 di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.[4]

Tanda Kehormatan[5]

Referensi

  1. ↑ Profil Tokoh, Aktivis, dan Pemuka Masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. hlm. 4–6. ISBN 978-979-8931-00-0. Diakses tanggal 11 Januari 2024.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 "A.R. Soehoed; Menteri Perindustrian Kabinet Pembangunan III" Diarsipkan 2014-07-14 di Wayback Machine Situs Fakultas Teknik UI. Diakses 7-6-2014.
  3. ↑ Indies, Dutch East (1903). Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indie ... (dalam bahasa Belanda).
  4. ↑ "Mantan Menteri Perindustrian AR Soehoed Meninggal Dunia" Detik.com, 7-6-2014. Diakses 7-6-2014.
  5. ↑ Profil 200 tokoh aktivis & pemuka masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. hlm. 4. ISBN 9789798931000.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Djoko Kirmanto dan AR Soehoed Menerima Penghargaan ITB" Store.tempo.co, 3-7-2012. Diakses 7-6-2014.

Pranala luar

Didahului oleh:
M. Jusuf
Menteri Perindustrian
1978 - 1983
Diteruskan oleh:
Hartarto
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan