Minggu, 20 September 2026
23:01 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Yudea Hasmoni

Yudea Hasmoni

Kerajaan Yahudi Levant selatan (140–37 SM)Templat:SHORTDESC:Kerajaan Yahudi Levant selatan (140–37 SM)
"Kerajaan Hasmoni" beralih ke halaman ini. Untuk dinasti yang memerintah, lihat Dinasti Hasmoni.
Kerajaan Hasmoni
ממלכת החשמונאים
Mamleḵeṯ hāḤašmonaʾim
141–37 SM
Lokasi Yudea
Status
Ibu kotaYerusalem
Bahasa umum
Agama Yudaisme Bait Suci Kedua
PemerintahanMonarki teokratis
Imam Besar dan etnark/raja 
 142/1–134 SM
Simon Tasi
 134 (110)–104 SM
Yohanes Hirkanus
 104–103 SM
Aristobulus I
 103–76 SM
Aleksander Yaneus
 76–67 SM
Salome Aleksandra
 67–66 SM
Hirkanus II
 66–63 SM
Aristobulus II
 63–40 BCE
Hirkanus II
 40–37 BCE
Antigonus
Era SejarahZaman Helenistik
167 SM
 Dinasti didirikan
141 SM
 Kemerdekaan penuh
110 SM
 Pompeius mengintervensi dalam perang saudara Hasmoni
63 SM
40 BCE
 Dilengserkan oleh Herodes Agung
37 SM
Mata uangUang logam Hasmoni
Didahului olehDigantikan oleh
Palestina Helenistik
krjKerajaan
Herodes
Sekarang bagian dari
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Israel
Tembok Barat, Yerusalem
Israel kuno dan Yudea
Zaman Bait Allah Kedua (530 SM–70 M)
Abad Pertengahan (70–1517)
Kekuasaan Ottoman dan Inggris (1517–1948)
Negara Israel (1948–sekarang)
Sejarah Tanah Israel menurut topik
Hal terkait

Yudea Hasmoni, juga dikenal pada sebagian sejarahnya sebagai Kerajaan Hasmoni, adalah sebuah negara Yahudi yang merdeka di Yudea dan wilayah sekitarnya, selama masa Helenistik dari Periode Bait Suci Kedua. Negara Hasmoni muncul dari pemberontakan Makabe terhadap pemerintahan Seleukia. Negara ini diperintah oleh Dinasti Hasmoni, yang merupakan keturunan dari Makabe, dan menggabungkan jabatan imam besar dan etnark. Para pemimpin dinasti tersebut kemudian menyandang gelar raja. Pada awalnya, Yudea masih menjadi negara semi-otonom di bawah Kekaisaran Seleukia, tetapi seiring merosotnya kekuasaan Seleukia, negara Hasmoni meraih kemerdekaan penuh dan memperluas wilayahnya ke daerah-daerah sekitar, termasuk Perea, Samaria, Idumea, Galilea, and Iturea.

Kaum Makabe melancarkan pemberontakan mereka terhadap Kekaisaran Seleukia pada tahun 160-an SM, dengan kemenangan-kemenangan Yudas Makabe dan penyucian kembali Bait Suci Yerusalem setelah dinodai oleh Seleukia. Setelah kematian Yudas dalam pertempuran, saudaranya, Yonatan, membangkitkan kembali gerakan tersebut, memperoleh pengakuan Seleukia, dan ditunjuk menjadi Imam Besar. Menyusul eksekusi Yonatan, saudara mereka, Simon, mengambil alih kepemimpinan, mengusir garnisun Seleukia dari Yerusalem, dan meraih kemerdekaan, menandai berdirinya negara Hasmoni. Simon kemudian tewas dibunuh oleh menantunya sendiri.

Simon digantikan oleh putranya, Yohanes Hirkanus, yang pada awalnya menerima pertuanan Seleukia tetapi kemudian segera menegaskan kemerdekaannya dan memperluas kendali Yahudi terhadap Samaria dan Idumea. Putranya, Yudas Aristobulus menaklukkan Galilea. Di bawah penerusnya, Aleksander Yaneus, Kerajaan Hasmoni mencapai wilayah kekuasaan terluasnya—wilayah terbesar Israel sejak zaman kerajaan dalam Alkitab—tetapi dilanda perang saudara. Setelah kematiannya, kekuasaannya beralih kepada istrinya, Salome Aleksandra, yang masa pemerintahannya membawa stabilitas dan kemakmuran. Namun, kematian Salome memicu perang suksesi antara kedua putra mereka, yang berujung pada intervensi Romawi di bawah kepemimpinan Pompeius pada tahun 63 SM dan akhir dari kemerdekaan Yudea. Hirkanus II diangkat menjadi penguasa bawahan, meskipun otoritasnya ditentang oleh adiknya, Aristobulus II. Kemudian, putra Aristobulus, Matatias Antigonus, sempat memulihkan kembali kemerdekaan Hasmoni secara singkat sebagai raja terakhir dinasti tersebut sebelum Romawi mengangkat Dinasti Herodes sebagai penguasa atas Yudea pada tahun 37 SM.

Kerajaan Hasmoni merupakan entitas politik Yahudi merdeka yang pertama sejak jatuhnya Kerajaan Yehuda pada tahun 587/6 SM, serta menjadi contoh langka dari pemerintahan pribumi pada masa yang didominasi kekaisaran-kekaisaran besar. Ketika Yudea berada di bawah kekuasaan Romawi, orang-orang Yahudi terus mengenang masa Hasmoni sebagai zaman keemasan kemerdekaan. Gagasan bahwa Yudea dapat merdeka kembali membakar aspirasi akan kebebasan dan menginspirasi peperangan Yahudi–Romawi.

Referensi

  1. Neusner 1983, hlm. 911.
  2. Vermes 2014, hlm. 36.
  3. Muraoka 1992, hlm. 1–2.

Catatan

  1. Juga dikenal sebagai Aram Hasmoni dan Aram Setelah Akhemeniyah[3]

Daftar pustaka

Sumber kuno

Sumber modern

  • Grabbe, Lester L. (2020). A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period, Volume 3: The Maccabaean Revolt, Hasmonaean Rule, and Herod the Great (175–4 BCE). The Library of Second Temple Studies. T&T Clark. ISBN 978-0-5676-9294-8.

Bacaan tambahan

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan