Kamis, 15 Oktober 2026
21:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Yohanes 3:16

Yohanes 3:16

ayat Alkitab dari Injil Yohanes pasal 3 ayat 16

Bagikan:
Yohanes 3:16
250px-Papyrus_63_-_Staatliche_Museen_zu_Berlin_inv._11914_-_Gospel_of_John_3%2C14-18_4%2C9-10_-_recto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Injil Yohanes 3:14-15, 16-18 pada bagian recto dari Papirus 63 (abad ke-4).
KitabInjil Yohanes
KategoriInjil
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Baru
Urutan dalam
Kitab Kristen
4
← ayat 15
ayat 17 →
ayat diucapkan oleh Aldi Pasaribu
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Yohanes 3:16 (disingkat Yoh 3:16; bahasa Inggris:John 3:16) adalah ayat keenambelas dari pasal ketiga Injil Yohanes, yaitu kitab keempat dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Merupakan salah satu ayat yang paling sering dikutip dari Alkitab Kristen,[1] dan disebut ayat paling terkenal dalam Alkitab.[2] Juga disebut sebagai "Ikhtisar Injil" (bahasa Inggris:"Gospel in a nutshell") karena dianggap sebagai rangkuman dogma utama dari kepercayaan Kristen.[3]

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16 (Terjemahan Baru)

Konteks Alkitab

250px-G.A._Del_Maino_Nicodemus_Milan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Nikodemus karya Giovanni Angelo Del Maino

Ayat ini merupakan bagian dari Injil Yohanes pasal 3 yang memuat percakapan pada malam hari antara Yesus Kristus dan Nikodemus di Yerusalem. Nikodemus diperkenalkan sebagai seorang Farisi dan pemimpin orang Yahudi (Yohanes 3:1). Dalam percakapan tersebut, Yesus menjelaskan tentang pentingnya “dilahirkan kembali” agar seseorang dapat melihat Kerajaan Allah (Yohanes 3:3).

Selanjutnya, Yesus berbicara mengenai hal-hal surgawi (Yohanes 3:11–13), keselamatan (Yohanes 3:14–17), serta penghukuman bagi mereka yang tidak percaya kepada-Nya (Yohanes 3:18–19). Dalam Yohanes 3:14–15, Yesus membandingkan diri-Nya dengan ular yang ditinggikan oleh Musa di padang gurun, sebagaimana dicatat dalam Perjanjian Lama:

“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia (Yesus) harus ditinggikan (ditaruh pada sebuah tiang; disalibkan), supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:14–15)

Ungkapan "ditinggikan" dalam bagian tersebut umumnya dipahami sebagai rujukan kepada penyaliban Yesus. Ayat 15 juga memiliki keterkaitan tematis dengan bagian akhir Yohanes 3:16 yang menekankan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya.

Analisis ayat

Teks Yohanes 3:16 berbahasa Jawa yang ditulis dengan aksara Pegon.
Yohanes 3:16 dalam bahasa Jawa yang ditulis menggunakan Abjad Pegon.
Teks Yohanes 3:16 berbahasa Sunda yang ditulis dengan aksara Pegon.
Yohanes 3:16 dalam bahasa Sunda yang ditulis menggunakan Abjad Pegon.

Penggunaan Abjad Pegon dalam penulisan Yohanes 3:16 pada masa kolonial menunjukkan adanya proses adaptasi bahasa dan budaya dalam penyebaran teks keagamaan di Nusantara. Abjad Pegon, yang umumnya diasosiasikan dengan tradisi Islam karena menggunakan huruf turunan Arab untuk menuliskan bahasa daerah, pada kenyataannya juga pernah digunakan untuk menuliskan teks Kristen dalam bahasa Jawa dan Sunda. Dalam tradisi Kristen, Yohanes 3:16 dipahami sebagai ungkapan mengenai kasih Allah, kehendak-Nya, serta tujuan-Nya bagi manusia. Keberadaan teks tersebut tidak serta-merta dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan terhadap agama tertentu, melainkan sebagai bagian dari sejarah penerjemahan, perkembangan tradisi tulis, dan interaksi budaya keagamaan di Indonesia pada masa kolonial.[4]

Kasih

Kata "kasih" diterjemahkan dari bahasa Yunani yang sebenarnya dalam bentuk kata kerja, yaitu "ἠγάπησεν" (ēgapēsen), dari akar kata "agape" yang bermakna "kasih tanpa pamrih" atau "kasih tanpa mengharapkan balasan", suatu bentuk cinta yang paling mulia. "Kasih Allah" dalam ayat ini dikatakan cukup luas untuk menjangkau semua orang, yaitu "dunia ini" (bandingkan 1 Timotius 2:4).[4]

Dunia

"Dunia" di sini mencakup seluruh ciptaan (lihat Roma 8:19–22; Kolose 1:20). Kasih Allah tidak terbatas pada satu bangsa atau satu golongan agama tertentu.[5]

Mengaruniakan

Allah "mengaruniakan" Anak-Nya sebagai korban penghapus dosa di atas kayu salib. Pendamaian mengalir dari hati Allah sendiri yang penuh kasih. Korban Kristus bukan sesuatu tindakan yang terpaksa dilakukan oleh Allah (Rom 8:32; 1Yoh 4:10).[4]

Tunggal

Frasa "yang tunggal" diterjemahkan dari bahasa Yunani "τὸν μονογενῆ" (ton monogenē), di mana kata benda asalnya "monogenés" berarti "satu-satunya, unik", secara khusus dalam konteks "anak tunggal".[6]

Percaya

"Percaya" (dari bahasa Yunani "πιστεύω", pisteuó) mengandung tiga unsur utama:

  • (a) keyakinan yang kukuh bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan satu-satunya Juruselamat umat manusia yang hilang;
  • (b) persekutuan yang menyangkal diri dan ketaatan kepada Kristus (bandingkan Yohanes 15:1–10; terutama Yohanes 15:4; Yohanes 14:21) dan
  • (c) kepercayaan penuh di dalam Kristus bahwa Ia mampu dan bersedia menuntun seseorang hingga mencapai keselamatan kekal dan persekutuan dengan Allah di surga.[4]

Binasa

"Binasa" (dari bahasa Yunani "ἀπόληται", apolētai, bentuk pasif masa depan dari kata "ἀπόλλυμι", apollumi; "menghancurkan, membinasakan") merupakan kata yang sering dilupakan dalam ayat Yohanes 3:16 ini. Kata ini tidak hanya menunjuk kepada kematian jasmani, tetapi kepada hukuman kekal di neraka yang begitu mengerikan (lihat Matius 10:28).[4]

Hidup kekal

"Hidup kekal" diterjemahkan dari dua kata bahasa Yunani "ζωὴν αἰώνιον" (zōēn aiōnion), yaitu "ζωή" (zóé), yang artinya "hidup, kehidupan", dan "αἰώνιος" (aiónios), yang artinya "selama-lamanya, abadi, kekal". Hidup kekal adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada seseorang pada saat orang itu dilahirkan kembali. Karena bentuk katanya adalah masa sekarang, maka artinya "kehidupan kekal" sudah dijalani "sekarang ini juga", bukan masih menunggu pada masa depan. "Kekal" bukan saja mengacu kepada "keabadian" dari segi waktu tetapi juga kepada kualitas kehidupan ini; suatu jenis kehidupan yang ilahi, kehidupan yang membebaskan orang beriman dari kuasa dosa dan Iblis serta meniadakan yang duniawi di dalam diri orang itu supaya ia dapat mengenal Allah (bandingkan Yohanes 8:34–36; Yohanes 17:3).[4]

Bahasa Yunani

250px-Papyrus_36_-_Laurentian_Library%2C_PSI_3_-_John_3%2C14-18.31-32.34-35_-_recto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yohanes 3:14-18, 31-32, 34-35 pada sisi recto Papirus 36 dari abad ke-6 M.

Teks bahasa Yunani di naskah tertua yang berasal dari abad ke-1 Masehi (dengan nomor konkordansi Strong):

Οὕτως3779 γὰρ1063 ἠγάπησεν25 ὁ3588 Θεὸς2316 τὸν3588 κόσμον2889, ὥστε5620 τὸν3588 Υἱὸν5207 Αὐτὸυ[7] 846 τὸν3588 μονογενῆ3439|ἔδωκεν1325, ἵνα2443 πᾶς3956 ὁ3588 πιστεύων4100 εἰς1519 Αὐτὸν846 μὴ3361 ἀπόληται622 ἀλλ᾽235 ἔχῃ2192 ζωὴν2222 αἰώνιον166

Transliterasi

Houtōs gar ēgapēsen ho Theos ton kosmon, hōste ton Huion Autou ton monogenē edōken, hina pas ho pisteuōn eis Auton mē apolētai all᾽ echē zōēn aiōnion.

Sumber naskah kuno:

Terjemahan

Bahasa Suryani/Aram

Teks bahasa Suryani vokalisasi Timur/Nestorian yang terdapat dalam Peshitta dari abad ke-2 Masehi

ܗܵܟܲܢܵܐ ܓܹܝܪ ܐܲܚܸܒ ܐܲܠܵܗܵܐ ܠܥܵܠܡܵܐ، ܐܲܝܟܲܢܵܐ ܕܠܲܒܪܹܗ ܝܚܝܕܵܝܵܐ ܢܸܬܸܠ، ܕܟܠ ܡܲܢ ܕܲܡܗܲܝܡܸܢ ܒܹܗ ܠܵܐ ܢܹܐܒܲܕ، ܐܸܠܵܐ ܢܸܗܘܸܐ ܠܹܗ ܚܲܝܹ̈ܐ ܕܠܥܵܠܲܡ܀

Transliterasi

Hākanā gēr aḥeb Alāhā l-ʿālmā, aykanā d-labrēh iḥīdāyā netel, d-kol man d-mhaymen bēh lā nēbad, ellā nehweh lēh ḥayyē d-lʿālam.

Bahasa Latin

Vulgata (abad ke-4 M)

Sīc enim Deus dīlēxit mundum, ut Fīlium suum ūnigenitum daret: ut omnis quī credit in eum, nōn pereat, sed habeat vītam æternam.

Pelafalan

Sik enim Dé-us di-lék-sit mun-dum, ut Fí-li-um su-um u-ni-jé-ni-tum da-ret: ut om-nis kwi kré-dit in é-um, non pé-re-at, sed ha-bé-at wí-tam e-tér-nam.

Bahasa Indonesia

Untuk terjemahan dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya, lihat s:Yohanes 3:16.
Terjemahan Baru (1974)
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal[8]
BIS (1985)
Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.[8]
Terjemahan Lama (1958)
Karena demikianlah Allah mengasihi isi dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.[8]

Informasi tambahan

250px-S5-Series-Case-bible-reference.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"John 3:16" dicetak di bagian bawah kantong S5 Series Case.

Budaya populer

250px-In-n-out-bible-reference.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"John 3:16" dicetak di bibir bawah gelas kertas dari In-N-Out Burger.
  • Frasa "John 3:16" (bahasa Inggris untuk "Yohanes 3:16") cukup pendek dan dapat dituliskan tanpa terlalu menyolok pada lokasi-lokasi yang tidak mengganggu pandangan mata. Di Amerika Serikat, rangkaian rumah-rumah makan In-N-Out Burger mencetak frasa ini di bagian dalam bibir bawah gelas minum kertasnya. Demikian pula rangkaian toko pakaian Forever 21 dan Heritage (1981) mencetaknya pada bagian bawah tas belanja yang mereka pakai, dan Tornado Fuel Saver mencetaknya di kotak.
  • Beberapa orang (misalnya Rollen Stewart yang dikenal sebagai "Rainbow Man") memegang tanda besar bertuliskan "John 3:16" sementara duduk di antara penonton pertandingan-pertandingan olahraga, guna menarik perhatian sesama penonton, maupun pengendali layar raksasa di stadion, dan juga penonton televisi, jika pertandingan tersebut ditayangkan di televisi.[10]
  • Pemenang "Heisman Trophy" untuk Sepak bola Amerika, Tim Tebow, menorehkan "John 3:16" (di antara sejumlah ayat-ayat Alkitab lain) pada cat hitam pelindung di bawah matanya, terutama terkenal pada pertandingan kejuaraan "BCS National Championship Game" pada tanggal 8 Januari 2009.[2] Tepat tiga tahun kemudian pada tanggal 8 Januari 2012, terjadi pertandingan yang kemudian terkenal dengan sebutan "The 3:16 game" ("Pertandingan 3:16"), di mana Tebow melempar sejauh total 316 yard dalam pertandingan play-off sepak bola Amerika musim 2011–2012 NFL melawan tim bertahan paling kuat Pittsburgh Steelers. Dalam pertandingan itu muncul juga catatan-catatan 3, 16 dan 31.6 (antara lain puncak rating televisi pada waktu pertandingan itu ditayangkan), sehingga "John 3 16" menjadi topik pencarian Google (Google search) paling top di Amerika Serikat.[11][12]

Referensi

  1. ↑ TopVerses.com
  2. 1 2 Tebow memenuhi janjinya kepada tim, penggemar, Allah Diarsipkan 2011-06-04 di Wayback Machine, The Sports Network, January 9, 2009
  3. ↑ Max Lucado Launches John 3:16 Movement, Christian Post, Jan 8, 2008. Archived at the Internet Archive
  4. 1 2 3 4 5 6 The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  5. ↑ The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  6. ↑ [biblesuite.com/greek/3439.htm Monogenes 3439]
  7. ↑ Kata Αὐτὸυ (kata ganti milik "-Nya") muncul setelah Υἱὸν ("anak") dalam Textus Receptus dan naskah-naskah Bizantin, tetapi tidak ada dalam naskah-naskah Aleksandria.
  8. 1 2 3 Yohanes 3:16
  9. ↑ Knuth, Donald (1991). 3:16 : Bible texts illuminated. A-R Eds. ISBN 978-0-89579-252-5.
  10. ↑ What's with those "John 3:16" signs at The Straight Dope, January 23, 1987
  11. ↑ John 3:16 trends again thanks to Tim Tebow Diarsipkan 2012-01-21 di Wayback Machine, CBS Sport, January 9, 2012.
  12. ↑ Tim Tebow’s 316 Passing Yards Evokes Biblical Number, Time, January 9, 2012. Accessed 15 January 2012.

Lihat pula

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai John 3:16.
  • Injil Yohanes
  • κατὰ Ἰωάννην εὐαγγέλιον (kata Ioannon euaggelion)
Alkitab
Pasal
Ayat
Peristiwa
Istilah
Tempat
Tokoh
Sumber
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan