Senin, 21 September 2026
02:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kayafas

Kayafas

Imam besar Yahudi

330px-Mattias_Stom%2C_Christ_before_Caiaphas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yesus di sebelah Kayafas, olehMatthias Stom.

Kayafas adalah seorang imam besar yang hidup pada zaman Yesus, terutama berhubungan dengan kisah sengsara Yesus sebelum disalib, pada abad 1 Masehi.[1] Nama sebenarnya adalah Yusuf yang disebut Kayafas, jadi lazim disebut Kayafas saja.[2] Informasi ini terdapat pada Injil Matius dan Injil Yohanes, dan sekali dalam Injil Lukas serta pada Kitab Kisah Para Rasul,Hal ini tidak disebutkan dalam Injil Markus karena kemungkinan kisah sengsara Yesus pada saat itu sudah terkenal.[1]

Imam Besar Kayafas adalah pengganti dari Imam Besar Hanas, dilantik setelah tiga tahun turunnya jabatan imam besar Hanas yang dilakukan oleh Valerius Gratus.[1][2] Pengganti Imam Besar Hanas sendiri ada 4 putra Hanas, dan Kayafas yang adalah menantu Hanas menjabat imam besar pada masa pemerintahan Pontius Pilatus sebagai prokurator di Provinsi Iudaea.[1] Diperkirakan Kayafas menjabat dari tahun 18 hingga 36 Masehi, disebutkan dalam Injil Yohanes 18.[2]

Kayafas tampak membela Yesus dan menghukum para imam-imam kepala serta orang-orang Farisi dalam peristiwa dibangkitkannya Lazarus di Betania.[2] Hal ini dilakukannya karena kebebalan imam kepala dan orang Farisi yang bebal hati.[2] Namun dalam peristiwa sengsara Yesus hingga kematian-Nya, Kayafas ternyata tidak berpengaruh sama sekali, dialah yang mengirim Yesus terakhir kali kepada Pontius Pilatus.[2] Sulit untuk mencari kepastian bahwa Kayafas setuju dengan hukuman Yesus, tetapi juga tidak bisa dikatakan dia setuju dengan hukuman itu.[2]

Peti mati Kayafas

Pada bulan November 1990, sebuah peti mati (ossuary) dari batu limestone berhias ditemukan pada waktu perbaikan jalan di "Peace Forest" sebelah selatan Abu Tor suatu daerah di Yerusalem.[3][4] Ossuary ini tampaknya otentik dan berisi sisa jenazah manusia. Sebuah tulisan bahasa Aram di sisinya dibaca "Yusuf putra Kayafas" dan dengan dasar ini diduga tulang-tulang orang tua itu milik Imam Besar Kayafas.[3][5] Sejak penemuan ini, identifikasi Kayafas dipertanyakan oleh beberapa pakar dengan berbagai alasan, termasuk ejaan tulisan, tidak disebutkannya status Kayafas sebagai Imam Besar, kubur yang biasa saja (meskipun ossuary itu dihias sesuai yang diperkirakan dari keluarga dengan kedudukan tinggi), dan lain-lain.[5][6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 {id}} Luis M. Bermeji., SELUBUNG KIRMIZI, Jejak-Jejak Penyaliban Al Masih, Yogyakarta: Kanisius, 2008
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)Baker D. L. & Baker J. Bomson Mari Mengenal Arkeologi Alkitab, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004
  3. 1 2 Metzger & Coogan Oxford Companion to the Bible, 1993. p 97
  4. "Tomb May Hold the Bones Of Priest Who Judged Jesus"
  5. 1 2 James H. Charlesworth, Jesus and archaeology, Wm. B. Eerdmans Publishing, 2006. pp 323-329
  6. Bond, Helen Katharine (2004). Caiaphas: friend of Rome and judge of Jesus?. Westminster/John Knox Press. hlm. 4–8. ISBN 978-0664223328.
Yesus Kristus
Injil
Individu
Kelompok
Para rasul
Kisah Para Rasul
Orang Romawi dan
Keluarga Herodes
Injil
Kisah Para Rasul
Surat-surat
Wahyu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan