Sabtu, 03 Oktober 2026
19:58 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Iblis

Iblis

makhluk jahat dalam agama samawi

Bagikan:
Untuk iblis menurut Kristen, lihat Iblis dalam Kekristenan.
Untuk iblis menurut Islam, lihat Iblis dalam Islam.
250px-WLA_ima_Satan_Feuchere.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Iblis menurut Kristen, karya Jean-Jacques Feuchère, dari Prancis (1833).

Iblis (bahasa Inggris:Devil; ) adalah suatu perwujudan kejahatan dalam berbagai kebudayaan dan kepercayaan.[1] Ia dipercaya sebagai suatu bentuk kekuatan yang tidak bersahabat dan bersifat merusak.[1] Iblis merupakan antitesis dari Tuhan dalam agama samawi, meliputi Kekristenan dan Islam.

Etimologi

Dalam bahasa Arab, istilah Iblis berasal dari kata balasa (بَلَسَ), yang artinya "ia menyesal"; maka arti dari kata Iblis "ia (hal) yang menyebabkan penyesalan", juga tak mempunyai kebaikan sedikitpun.[2]

Kemungkinan lain ialah kata tersebut berasal dari bahasa Yunani Kuno διάβολος (diábolos —yang menjadi etimologi kata 'devil' dalam bahasa Inggris) yang diserap terlebih dahulu ke bahasa Suryani, kemudian diserap ke bahasa Arab.[3][4] Istilah tersebut tidak termaktub dalam kesusastraan Arab sebelum penyusunan Al-Qur'an, yang mengindikasikan bahwa istilah tersebut tidak berasal dari zaman sebelum kemunculan Islam.[5]

Kepercayaan

Menurut agama Kristen, setan (iblis) adalah malaikat yang memberontak kepada Allah, sehingga dibuang dari surga dan kemudian berkeliling (Ayub 1:7) sementara setan adalah sebuah sifat menghasut manusia untuk berbuat buruk dan durhaka.

Di dalam Alkitab bahasa Indonesia bagian Perjanjian Lama kata "iblis" hanya dipakai di 3 kitab, yaitu Kitab 1 Tawarikh, Kitab Ayub, dan Kitab Zakharia, yang merupakan terjemahan kata bahasa Ibrani:שטן‎ (syatan atau "Setan"), yang berarti musuh. Di bagian Perjanjian Baru, setan disebutkan berusaha membawa manusia jauh dari Allah, malahan mencobai Yesus Kristus meskipun gagal dan akhirnya undur dari Yesus. Karenanya setan disebut sebagai musuh atau lawan bagi orang-orang Kristen. Kata setan dalam bagian Perjanjian Baru ini diterjemahkan dari bahasa Yunani:διάβολος (diabolos, artinya "pemfitnah', "penghasut") yang dalam bahasa Inggris disebut devil. Bahkan dia disebut sebagai "Bapa segala dusta" (Yoh 8:44).

Menurut ajaran Islam dijelaskan bahwa Allah menciptakan tiga jenis makhluk berakal budi yaitu malaikat yang diciptakan dari cahaya (nuur), jin dari api (naar), dan manusia dari tanah (turaab). Iblis berasal dari golongan jin. Iblis merupakan makhluk Allah, yang diberi kemampuan untuk menyesatkan manusia sampai akhir zaman. Keberadaannya pun akan terus menggoda dan menjerumuskan setiap orang ke dalam perbuatan dosa.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Jeffrey Burton Russell, The Devil: Perceptions of Evil from Antiquity to Primitive Christianity, Cornell University Press 1987 ISBN978-0-801-49409-3, pp. 11 and 34
  2. ↑ Kazim, Ebrahim (2010). Scientific Commentary of Suratul Faateḥah. New Delhi, India: Pharos Media & Publishing. ISBN 978-8-172-21037-3.
  3. ↑ Basharin, Pavel V. (April 1, 2018). "The Problem of Free Will and Predestination in the Light of Satan's Justification in Early Sufism". English Language Notes. 56 (1). Durham, North Carolina: Duke University Press: 119–138. doi:10.1215/00138282-4337480. S2CID 165366613.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Gardet, Louis; Wensinck, A. J. (1971). "Iblīs". Dalam Bosworth, C. E.; van Donzel, E. J.; Heinrichs, W. P.; Lewis, B.; Pellat, Ch.; Schacht, J. (ed.). Encyclopaedia of Islam, Second Edition. Vol. 3. Leiden: Brill Publishers. doi:10.1163/1573-3912_islam_SIM_3021. ISBN 978-90-04-16121-4.
  5. ↑ Russell, Jeffrey Burton (1986). Lucifer: The Devil in the Middle Ages. Ithaca, New York: Cornell University Press. hlm. 55. ISBN 978-0-801-49429-1.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Iblis.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan