Kamis, 01 Oktober 2026
22:56 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Wiswabasu

Bagikan:

Wiswabasu (Dewanagari: विश्वावसु; ,IAST: Viśvāvasu, विश्वावसु) adalah gandarwa (makhluk surgawi) terkemuka dalam mitologi Hindu. Nama tersebut pada mulanya merupakan gelar bagi sesosok gandarwa dalam kitab Regweda (ca 1500—1200 SM),[1][2] yang menganggapnya sebagai dewa minor, dipercaya sebagai penjaga Soma (minuman ritual) dan para wanita yang belum menikah. Dia juga dipercaya sebagai pencemburu bagi para suami baru. Dalam pustaka-pustaka masa berikutnya (Weda lainnya serta kitab Brahmana), dia dikisahkan sebagai pencuri Soma dari para dewa, atau sebagai pemilik asli minuman tersebut.

Dalam sastra pasca-Weda seperti Mahabharata dan Purana, Wiswabasu dianggap sebagai raja para gandarwa―yang pada saat itu sudah masyhur sebagai golongan pemusik kahyangan―memimpin mereka di berbagai acara surgawi.[3][4] Ia terkenal karena keahliannya yang luar biasa dalam menyanyi dan memainkan veena (sejenis kecapi atau harpa), dan sering digambarkan memberikan pertunjukan di istana para dewa. Dia juga memiliki Caksusi, penglihatan sakti yang membuat seseorang dapat melihat apa pun, di mana pun, dan kapan pun. Wiswabasu adalah ayah dari gandarwa Citrasena, dan bidadari Pramadwara.[4][5]

Catatan kaki

  1. ↑ Macdonell 1897, hlm. 136.
  2. ↑ Nijenhuis 1970, hlm. 64.
  3. ↑ Hopkins 1984, hlm. 153-4.
  4. 1 2 Nijenhuis 1970, hlm. 67.
  5. ↑ Hopkins 1984, hlm. 154.

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan