| Tupai akar | |
|---|---|
| Tupai kekes (Tupaia glis) di Latpanchar (distrik Darjeeling), Benggala Barat, India. | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Scandentia |
| Famili: | Tupaiidae |
| Genus: | Tupaia |
| Spesies: | T. glis |
| Nama binomial | |
| Tupaia glis (Diard, 1820) | |
| Jangkauan sebaran tupai kekes | |
Tupai akar[2] (Tupaia glis Diard) adalah sejenis tupai kecil anggota suku Tupaiidae. Hewan ini menyebar di wilayah Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), Semenanjung Malaya, dan Palawan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.[3] Ada pula yang menyebutnya tupai tanah.[4]
Pengenalan
Tupai bertubuh sedang hingga besar, kepala dan badan antara 170-235 mm, ekor 170–242 mm, dan kaki belakang 45–56 mm.[2] Berat badannya berkisar antara 85-190 g.[4]
Punggung berwarna cokelat kemerahan (tengguli) dan ekor kehitam-hitaman; sementara perut berwarna abu-abu kekuning-kuningan (bungalan).[2][4] Biasanya terdapat coret atau garis pucat di bahunya.[2] Permukaan bawah ekor gundul, sehingga ekor tampak pipih.[4] Anak jenis T.g. longipes sisi perutnya berwarna bungalan kusam sampai bungalan kemerahan, sementara sisi bawah ekornya keabu-abuan. Sedangkan T.g. salatana sisi perut dan sisi bawah ekornya kemerahan tua.[2]
Ekologi
Aktif mencari makan pada waktu siang hari (diurnal).[2][4] Tupai akar hidup berpasangan, dan mempunyai kawasan yang dijaga ketat (teritori).[4]
Tupai ini acap terlihat berkeliaran di sekitar pohon tumbang atau di dahan-dahan di wilayah terbuka dengan sedikit pohon, atau di permukaan tanah.[2] Makanannya berupa semut, rayap, kumbang, laba-laba, dan buah-buahan, biji serta tunas.[4] Kadang-kadang juga memangsa kadal dan tikus kecil.[4]
Tupai akar mendiami hutan dataran rendah sampai ketinggian kurang dari 1.500 meter di atas permukaan laut dan kadang-kadang di wilayah perkebunan di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.[4] Di Kalimantan tercatat hingga ketinggian 1.100 m dpl., di hutan dan kebun serta perkebunan.[2] Biasanya tupai ini ditemukan dalam hutan primer tetapi juga sering dijumpai di hutan sekunder, perkebunan, kebun buah, dan pohon-pohon di dekat daerah perumahan.[5]
Anak jenis
Di Kalimantan dikenal dua anak jenisnya:[2]
- Tupaia glis longipes, yang menyebar di Sarawak di utara S. Rajang, seluruh Sabah, dan di Kalimantan Timur di utara S. Kayan.
- Tupaia glis salatana, menyebar di Pulau Kalimantan di selatan aliran S. Rajang dan S. Kayan.
Jenis serupa
- Tupai gunung (T. montana) berwarna mirip; tetapi kaki belakangnya lebih pendek (37–45 mm) dan umumnya menyebar di pegunungan di atas 900 m dpl.[2]
- Tupai indah (T. splendidula) rambut ekornya kemerahan seragam, tanpa belang.[2]
- Tupai tanah atau tupai puwar, moncongnya lebih panjang[4] dan memiliki garis gelap di tengah punggungnya.[2]
Referensi
- 1 2 Sargis, E.J.; Kennerley, R. (2024) [amended version of 2017 assessment]. "Tupaia glis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2024 e.T111872341A259374586. doi:10.2305/IUCN.UK.2024-2.RLTS.T111872341A259374586.en. Diakses tanggal 27 November 2025.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam: 168, LG. 2 & 5. Bogor: WCS-IP, The Sabah Society & WWF Malaysia.
- ↑ Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of Indomalayan Region: a systematic review: 47-8. Oxford: Nat. Hist. Mus. Publ. & Oxford Univ. Press.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Shadily, H. 1984. Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-6. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects.
- ↑ Parr, J.W.K. 2003. Large Mammals of Thailand. Bangkok: Sarakadee Press.
| Tupaia glis |
|
|---|---|
| Sorex glis | |