Kamis, 08 Oktober 2026
01:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Tengguli

Tengguli

Bagikan:
Untuk nama-nama tempat dan pengertian yang lain, lihat Tengguli (disambiguasi).
"Trengguli" beralih ke halaman ini. Untuk Untuk pengertian yang lain, lihat Trengguli (disambiguasi), lihat Trengguli (disambiguasi).
Tengguli
250px-Golden_shower_tree.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon tengguli yang sedang berbunga
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Caesalpinioideae
Genus: Cassia
Spesies:
C. fistula
Nama binomial
Cassia fistula
Sinonim[2]
  • Bactyrilobium fistula Willd.
  • Cassia bonplandiana DC.
  • Cassia excelsa Kunth
  • Cassia fistuloides Collad.
  • Cassia rhombifolia Roxb.
  • Cathartocarpus excelsus G.Don
  • Cathartocarpus fistula Pers.
  • Cathartocarpus fistuloides (Collad.) G.Don
  • Cathartocarpus rhombifolius G.Don

Tengguli,[3] trengguli atau kayu raja (Cassia fistula) adalah tumbuhan di dalam keluarga Fabaceae, anak suku Caesalpinioidea. Berbunga kuning cerah dan indah, tengguli banyak ditanam sebagai pohon hias dan juga tanaman obat tradisional. Tanaman ini tumbuh secara alami di Asia Selatan dan Asia Tenggara, tetapi kini menyebar luas ke pelbagai negeri tropis. Bunganya merupakan bunga nasional Thailand.

Pengenalan

250px-Cassia_fistula_Blanco1.120-cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelat botani menurut Blanco

Pohon yang menggugurkan daun, tinggi 10 hingga 20 m [4] dengan batang bebas cabang sekitar 5 m. Tajuk melebar menyebar. Pepagan berwarna abu-abu pucat dan halus ketika muda, menjadi cokelat gelap dan kasar ketika menua.[5]

Daun-daun tersusun berseling, majemuk menyirip genap, panjang 30-40 cm. Anak daun 3-8 pasang, bundar telur memanjang, berambut pendek, sisi bawahnya hijau biru 6–20 cm × 3,5–9 cm. Perbungaan berupa tandan terminal yang menggantung, 15–40 cm panjangnya, berbunga banyak, tidak rapat. Bunga-bunga berbau enak; kelopaknya berbagi-5 dalam; mahkota 2-3,5 cm panjangnya, kuning cerah. Tiga tangkai sari yang terbawah berbentuk-S, lebih panjang daripada yang lainnya.[4]

Buah polong bulat torak, 20–45 cm × 1,5 cm, menggantung, hitam dan tidak memecah ketika tua, dalamnya terbagi oleh sekat-sekat menjadi ruang-ruang berbiji-1.[4] Biji pipih kecokelatan, terletak melintang dalam ruang, 25-100 butir per polong, di antarai oleh sekat dan sejenis daging buah yang lengket berwarna cokelat kehitaman.[4][5]

Ekologi dan agihan

250px-Amaltas_%28Cassia_fistula%29_leaves_in_Hyderabad%2C_AP_W_289.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ranting dan daun

Tengguli biasa didapati di lingkungan hutan gugur daun tropika[5] dan juga hutan-hutan jati. Pohon ini dilaporkan tahan terhadap naungan menengah, tahan kekeringan, dapat menolerir curah hujan antara 480-2.720 mm pertahun, temperatur tahunan antara 18-29 °C dan pH tanah antara 5,5-8,7.[5]

Pada daerah tropis, tengguli menyebar di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Tengguli juga menyebar di Papua Nugini, Filipina, Thailand, Myanmar, Sri Langka, India dan Pakistan.[6] Di Indonesia, tengguli ditemukan tumbuh secara liar di banyak daerah. Tengguli juga telah diintroduksi ke Australia, Ghana, Mesir, Meksiko, dan Zimbabwe.[butuh rujukan]

Kegunaan

Bahan obat

250px-Cassia_fistula_flowers_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Close up bunga

Tengguli banyak ditanam karena kegunaannya dalam pengobatan, selain karena bunganya yang indah. Polong yang masak dan biji-bizinya digunakan sebagai obat urus-urus (laksativa); begitu pula bunga, daun-daun dan kulit akarnya, meski dengan kekuatan yang lebih rendah.[7] Air rebusan akar tengguli digunakan untuk membersihkan luka dan bisul. Pepagannya digunakan di Jawa dan India untuk mengatasi penyakit kulit, sementara daun-daunnya di Filipina dipakai untuk menyembuhkan sakit kulit akibat jamur. Di India, akarnya dipakai untuk mengobati demam. Tengguli juga digunakan di Panama untuk mengobati kencing manis.[7]

250px-Cassia_fistula_%28Amaltas%29_fruits_in_Hyderabad_W2_IMG_7487.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polong yang masak

Dalam pengobatan modern, daging buah tengguli yang kehitam-hitaman kadang kala dipakai sebagai laksativa menengah.[7] Simplisia (bahan obat dasar) dari buah tengguli ini dikenal sebagai Fistulae Fructus (Buah Trengguli),[8] dan setidaknya pada masa lalu, dimasukkan sebagai salah satu simplisia yang wajib tersedia di apotik.[9] Daging buah ini terutama mengandung hidroksimetil antrakinon, yang berkhasiat sebagai pencahar; dan juga gula, pektin, lendir, minyak atsiri yang berbau seperti madu.[8]

Bahan penyamak

250px-Cassia_fistula_seeds%26pod.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polong yang dibuka, memperlihatkan daging buah yang kehitaman dan bijinya

Pepagan tengguli juga menghasilkan zat penyamak (tanin), yang dalam penggunaannya di perusahaan penyamakan kulit biasanya dicampur dengan pepagan pilang (Acacia leucophloea). Tanin dan bahan-bahan lain dari pepagan tengguli dapat membentuk asam, sehingga dapat menyamak dengan cepat. Hasilnya adalah kulit dengan mutu yang baik berwarna kuning muda; sebagai bahan pembuatan sepatu, atau pakaian kuda.[10] Kadar tanin pada pepagan tengguli ini berkisar antara 12-18%.[11]

Kayu

Tengguli menghasilkan kayu perkakas yang bermutu baik, awet dan kuat; meskipun jarang yang panjang ukurannya. Kayu ini padat, berat dan keras; kuning pucat hingga kemerah-merahan pada yang tua, kayu terasnya kelabu kehitam-hitaman. Disebutkan bahwa serat-serat kayu tengguli ini kasar atau agak kasar; kekuatannya termasuk kelas kuat II dan kelas awet II.[10]

Sifat-sifat ini sedikit banyak mirip dengan kayu trengguli wanggang (C. javanica) yang berkerabat. Trengguli wanggang, atau juga disebut bobondelan, menghasilkan kayu berbobot ringan hingga berat, dengan densitas berkisar antara 400–875 kg/m³; keras dan kuat, kayu terasnya berwarna kekuningan, kemerahan, hingga jingga-cokelat pucat bila lama kena udara. Kayu ini dapat dikeringkan dengan hasil baik, dengan hanya sedikit susut tanpa mengalami kerusakan yang berarti.[12]

Nama-nama lain

Di tanah air, tumbuhan ini dikenal dengan banyak nama:

Nama-nama mancanegara, antara lain:

Jenis serupa

Trengguli wanggang (C. javanica), juga dikenal sebagai bobondelan, memiliki buah dan perawakan pohon yang serupa. Perbedaan yang menyolok adalah pada bunganya yang memiliki mahkota merah tua hingga merah keputihan (C. fistula berwarna kuning), dan kelopak merah tua atau cokelat merah (C. fistula: hijau). Buah trengguli wanggang tidak memiliki daging buah yang cokelat kehitaman dan lengket, tetapi daging buah itu serupa gabus yang kering. Daun penumpu pada C. javanica berbentuk setengah bulan sabit, sedangkan pada C. fistula serupa paku.[4]

Trivia

Nama warna tengguli (cokelat merah tua) dipakai dengan merujuk pada warna daging buah tengguli ini.

Referensi

  1. ↑ Botanic Gardens Conservation International (BGCI); IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2018). "Cassia fistula". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T136142327A136142329. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T136142327A136142329.en.
  2. ↑ "The Plant List: A Working List of All Plant Species". Diakses tanggal 19 Juni 2014.
  3. ↑ Kamus Besar Bahasa Indonesia: tengguli
  4. 1 2 3 4 5 van Steenis, C.G.G.J. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita. Jakarta. Hal. 224-25.
  5. 1 2 3 4 ICRAF Agroforestry Tree Database: Cassia fistula L. Diarsipkan 2014-02-26 di Wayback Machine.
  6. ↑ Gunawan, H., dkk. (2019). Partomiharjo, Tukirin (ed.). 100 Spesies Pohon Nusantara: Target Konservasi Ex Situ Taman Keanekaragaman Hayati (PDF). Bogor: IPB Press. hlm. 64. ISBN 978-602-440-771-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 3 Toruan-Purba, A.V.. 1999. Cassia L. in Padua, L.S., N. Bunyapraphatsara, & R.H.M.J. Lemmens (Eds.) Plant Resources of South-East Asia 12(1) - Medicinal and poisonous plants 1: 181-85. Prosea Foundation, Bogor.
  8. 1 2 Sutrisno, R.B. 1974. Ihtisar Farmakognosi: 171. Jakarta: Pharmascience Pacific.
  9. ↑ Sutrisno, R.B. op cit.: 47
  10. 1 2 Heyne, K.. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia II: 918-20. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1916- 2:244)
  11. ↑ R.H.M.J. Lemmens & N. Wulijarni-Soetjipto. (Eds.) 1999. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 3 - Tumbuh-tumbuhan penghasil pewarna dan tanin: 17. Balai Pustaka - Jakarta dan Prosea Indonesia - Bogor.
  12. ↑ Utomo, B.I.. 1999. Cassia L. in Sosef, M.S.M., L.T. Hong, & S. Prawirohatmodjo (Eds.) Plant Resources of South-East Asia 5(3) - Timber trees: Lesser known timber. 144-46. Prosea Foundation, Bogor.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cassia fistula.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan