Kamis, 22 Oktober 2026
13:02 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Tupai tankerawak

Tupai tankerawak

Bagikan:
Tupai kekar
250px-Tupaia_splendidula.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks II (CITES)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Scandentia
Famili: Tupaiidae
Genus: Tupaia
Spesies:
T. splendidula[2]
Nama binomial
Tupaia splendidula[2]
Ruddy_Treeshrew_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sebaran tupai kekar

Tupai tankerawak[3] (Latin: Tupaia splendidula) adalah tupai berwarna coklat-merah tua pada punggungnya, dan merah kehitam-hitaman pada permukaan perutnya.[1][4]

Deskripsi

Ciri fisik tupai merah, pada bahu terdapat garis kuning pendek.[4] Tupai ini memilik panjang badan dengan kepala sekitar 15,5 cm, sedangkan ekornya memiliki panjang 13,6 cm.[4] Ekornya berwarna lebih gelap (merah kehitaman) daripada warna badannya.[5] Kepalanya cukup besar, nyaris berdiameter sama dengan badannya.[5] Daun telinganya melingkar pendek, berbentuk menyerupai kulit kerang, lebih cembung daripada telinga manusia. Telapak kaki depan (tangan) dan telapak kaki belakang, serta pergelangannya tidak banyak bulunya, menunjukkan kukunya dengan jelas.[5] Sekilas tampak seperti ciri tupaia speciosa, tetapi perbedaannya pada bentuk kepalanya yang lancip lebih mirip dengan tupaia tana.[5]

Sifat-sifat tupai merah ini diduga tidak jauh beda dari jenis tupai yang lain.[4] Tupai ini mendiami pepohonan hutan dataran rendah di Kalimantan, Bunguran, Pulau Natuna bagian utara, Pulau Anambas, dan Pulau Karimata.[4] Banyak juga ditemukan di Malaysia.[1] Tupai merah memiliki populasi yang tinggal sedikit karena biasanya diburu dengan menangkapnya di malam hari dengan jebakan tertentu.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 Cassola, F. (2016). "Tupaia splendidula". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T41500A22279827. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T41500A22279827.en. Diakses tanggal 26 Januari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Helgen, K.M. (2005). "Tupaia splendidula". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 108. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  3. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation". LIPI. 2019. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
  4. 1 2 3 4 5 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3656
  5. 1 2 3 4 (Inggris) Proceedings (Google eBuku), Zoological Society of London. London: 1865, hal. 322
Spesies Scandentia (tupai) yang masih hidup bedasarkan famili
Tupaiidae
Anathana
Dendrogale
Tupaia
Ptilocercidae
Ptilocercus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan