Jumat, 30 Oktober 2026
23:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tupai bergaris

Tupai bergaris

Spesies hewan pengerat

Bagikan:
Tupai akar bergaris
250px-Tupaia_dorsalis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks II (CITES)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Scandentia
Famili: Tupaiidae
Genus: Tupaia
Spesies:
T. dorsalis[2]
Nama binomial
Tupaia dorsalis[2]
Schlegel, 1857
Striped_Treeshrew_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Jangkauan tupai akar bergaris

Tupai bergaris[3] (Lat.: Tupaia dorsalis Schologel)[4] atau Tupai kujo[5] adalah spesies tupai dari keluarga Tupaiidae.[4] Tupai dengan ciri khasnya ada garis lurus hitam di punggungnya, dari belakang kepala sampai ke pangkal ekor.[4] Rambut punggung pendek dan halus, berwarna lurik dengan pangkal putih, di tengah kuning sampai kuning kecoklatan, dan ujungnya hitam.[4] Campuran warna ini menjadi coklat kekuningan sampai kuning kehitaman seperti bubuk merica.[4] Permukaan perut berwarna kelabu kekuningan.[4] Diduga mempunyai sifat seperti jenis tupai lainnya.[4] Spesies ini endemik di Kalimantan di mana bisa ditemukan di Sabah, Sarawak (Malaysia), Brunei, dan Kalimantan (Indonesia) kecuali di selatan-timur.[1] Spesies ini belum tercatat di Sabah dalam 20 tahun terakhir.[1] Hal ini karena spesies dataran rendah (meskipun tidak tercatat dari daerah pesisir di jaungkauan bagian utara ), tercatat hingga 1.200 m.[1] Jumlahnya di alam sangat sedikit.[4] Jenis ini dikenal yang cukup langka dan hanya diketahui dari beberapa jenis saja.[1] Meskipun hampir pasti telah mengalami penurunan habitat, dengan tidak adanya informasi mengenai preferensi habitat, spesies ini sementara terdaftar sebagai Data Kurang.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Gerrie, R.; Kennerley, R. (2019). "Tupaia dorsalis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T41493A22280298. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-1.RLTS.T41493A22280298.en. Diakses tanggal 26 Januari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Helgen, K.M. (2005). "Species Tupaia dorsalis". Dalam Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Johns Hopkins University Press. hlm. 106. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  3. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation" (PDF) (Edisi 2). LIPI. 2002. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-6. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects.
  5. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation". LIPI. 2019. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
Spesies Scandentia (tupai) yang masih hidup bedasarkan famili
Tupaiidae
Anathana
Dendrogale
Tupaia
Ptilocercidae
Ptilocercus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan