Selasa, 06 Oktober 2026
16:16 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Labo lohisan

Labo lohisan

Spesies mamalia

Bagikan:
Labo lohisan [1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
D. melanura
Nama binomial
Dendrogale melanura
(Thomas, 1892)
Bornean_Smooth-tailed_Treeshrew_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bornean smooth-tailed treeshrew range
Artikel takson sembarang

Labo lohisan[3] atau dalam bahasa Inggris nya Bornean smooth-tailed treeshrew (Dendrogale melanura) adalah salah satu spesies tupai yang berada dalam famili Tupaiidae. Spesies ini adalah hewan endemik di pulau Borneo atau Kalimantan. Habitat aslinya berada pada iklim subtropis atau hutan hujan tropis. Spesies ini terancam kehilangan habitat asalnya.[2]

Deskripsi

Panjang dari kepala hingga badannya adalah sekitar 5 inci (13 cm), dengan panjang ekor adalah 4.5 inci (11 cm). Berat badannya adalah sekitar 1.5 ons (43 gram). Bagian atas tubuh sedikit berwarna coklat gelap, sedangkan bagian bawahnya berwarna oranye dengan dasar abu-abu, dan hitam mengkilat dengan garis-garis kemerahan di sepanjang sisinya. Memiliki moncong yang pendek, dengan lekukan telinga yang besar. Bulatan seperti cincin berwarna orange-coklat menonjol ada di sekitar mata, dengan garis-garis wajah yang hampir tidak tampak terlihat di kedua sisi wajah, memanjang dari moncong hingga ke telinga. Tidak ada garis-garis pada bahu. Memiliki cakar yang sangat tajam. Ekor yang tipis ditutupi dengan bulu halus dan sedikit rambut, dengan ujung yang gelap.[4] D. m. melanura memiliki warna lebih gelap di atas dan lebih banyak kemerahan di bawah daripada spesies D. m. baluensis.[5]

Habitat

D. melanura adalah spesies terestrial. Mereka diurnal dan dominan arboreal. Hidup di hutan hujan tropis yang hijau, mereka aktif di pohon-pohon berlumut dan di daerah bebatuan yang berada di dalam hutan asli dan hutan pegunungan. Spesies ini tampaknya sebagian besar menjadikan serangga sebagai makanan utamanya.[5]

Persebaran

Spesies ini adalah hewan endemik di pulau Borneo atau Kalimantan, berbatas di pegunungan di barat laut di atas 900 m, termasuk gunung di timur laut Sarawak, Gunung Kinabalu, dan Gunung Trus Madi di Sabah. D. m. melanura direkam oleh kamera tersembunyi di Gunung Dulit, Gunung Mulu, dan dataran tinggi Kelabit di Sarawak utara, dan di sekitar perbatasan Sabah-Sarawak. Sementara itu, D. m. baluensis direkam oleh kamera tersembunyi di Gunung Kinabalu dan Gunung Trus Madi di Sabah.[5]

Status

Spesies ini terdaftar sebagai spesies dengan data yang kurang karena tidak tercatat sejak awal 1970-an dan sebelumnya terdaftar sebagai spesies rentan dari tahun 1996 hingga 2008. Ancaman utama bagi spesies ini adalah hilangnya habitat asalnya karena ekspansi pertanian dan konversi lahan menjadi perkebunan tanpa pepohonan di ketinggian yang lebih rendah. Spesies ini kemungkinan dapat masuk ke dalam status "terancam" atau lebih tinggi atau berbahaya dari sebelumnya. Konservasi yang ada saat ini hanya terdapat di Taman Nasional Crocker Range, Sabah, Malaysia.[2]

Referensi

  1. ↑ Gardner, Alfred (November 16, 2005). Wilson, D. E., and Reeder, D. M. (eds) (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3rd edition). Johns Hopkins University Press. hlm. 104–105. ISBN 0-801-88221-4. {{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan; |editor= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Han, K. H. & Stuebing, R. (2008). "Dendrogale melanura". The IUCN Red List of Threatened Species. 2008. IUCN: e.T6405A12739829. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T6405A12739829.en. Diakses tanggal 11 Januari 2018.
  3. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation". LIPI. 2019. Diakses tanggal 1 Maret 2026.
  4. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-07. Diakses tanggal 2019-07-09.
  5. 1 2 3 Francis, C.M. & Payne, J. (2005).A field guide to the mammals of Borneo. Malaysia: Sabah Society
Spesies Scandentia (tupai) yang masih hidup bedasarkan famili
Tupaiidae
Anathana
Dendrogale
Tupaia
Ptilocercidae
Ptilocercus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan