Rabu, 28 Oktober 2026
01:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Transfer teknologi

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Transfer teknologi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Transfer teknologi, disebut juga dengan komersialisasi teknologi, adalah proses memindahkan kemampuan, pengetahuan, teknologi, metode manufaktur, sampel hasil manufaktur, dan fasilitas, antara pemerintah, universitas, dan institusi lainnya yang menjamin bahwa perkembangan ilmu dan teknologi dapat diakses oleh banyak pengguna. Hal ini penting demi pengembangan lebih lanjut dan penggunaannya menjadi produk, proses, aplikasi, material, dan produk jasa baru. Transfer teknologi sangat erat kaitannya dengan transfer pengetahuan.

Transfer teknologi dibagi menjadi dua, yaitu transfer secara horisontal dan transfer secara vertikal. Secara horisontal adalah perpindahan teknologi dari satu bidang ke bidang lainnya. Sedangkan transfer secara vertikal adalah perpindahan teknologi dari riset ke penerapan.[1]

Beberapa perusahaan, universitas, dan organisasi pemerintah memiliki kantor, bagian, atau seksi transfer teknologi yang difungsikan untuk mengidentifikasi materi penelitian yang memiliki potensi komersialisasi dan strategi untuk mendayagunakannya. Sebuah hasil penelitian tentu saja memiliki potensi untuk didayagunakan untuk tujuan ilmiah maupun tujuan komersial. Namun tidak semua memiliki nilai komersial. Misal proses fusi nuklir, meski ada banyak cara untuk menghasilkan energi dengan menggunakan metode ini, tetapi yang bernilai komersial adalah yang menghasilkan efisiensi tertinggi.

Waktu dan keterlibatan hasil penelitian lain juga memengaruhi nilai transfer teknologi. Seperti contoh, elektromagnetik, yang ketika ditemukan tidak diketahui nilai komersialnya. Namun sekarang elektromagnetik banyak dijumpai di berbagai peralatan elektronik.

Selain fungsi secara komersial, hasil penelitian juga bisa ditransfer berdasarkan fungsinya di bidang lain, seperti sosial, lingkungan, dan militer.

Pihak yang membantu "menjembatani" dunia sekarang dan hasil penelitian, baik untuk diaplikasikan secara komersial maupun tidak, disebut dengan "pialang teknologi" (Bahasa Inggris: Technology broker).[2] Sedangkan perusahaan yang didirikan oleh lembagai pengembangan ilmu pengetahuan (universitas dan sebagainya), sahamnya dimiliki oleh lembaga pengembangan ilmu pengetahuan, memberikan lisensi penggunaan teknologi dari lembaga pengembangan ilmu pengetahuan, dan/atau mendirikan lembaga pengembangan ilmu pengetahuan untuk tujuan transfer teknologi disebut dengan Research spin-off[3]

Proses transfer

Proses mengkomersialisasikan penelitian bisa beragam, mulai dari pemberian lisensi atau izin penggunaan paten, pembentukan joint venture, kerjasama dengan bagi hasil dan risiko, hingga hadiah. Pihak pelaku transfer teknologi bisa bertindak atas nama lembaga ilmu pengetahuan, pemerintah, hingga perusahaan multinasional. Sebagai pihak yang menjembatani antar klien, fee yang diberikan bisa bervariasi, dari bagi hasil hingga kepemilikan saham. Oleh karena itu, proses ini umumnya adalah multidisipliner di mana satu perusahaan transfer teknologi mempekerjakan berbagai ahli, seperti ahli eknomi, insinyur, pengacara, hingga ilmuwan.

Proses transfer teknologi juga perlu memperhatikan tingkat kesiapan teknologi (technology readiness level)[4] sebagai kriteria kapan sebuah teknologi bisa digunakan secara luas. Penelitian umumnya fokus pada tahap 1-3, sedangkan proses produksi dilakukan ketika suatu teknolgi sudah mencapai minimal tahap 6. Menjembatani antara tahap 3 sampai 6 adalah yang tersulit, di mana pada tahap 4 dan 5 mencakup konversi komponen prototipe ke komponen produksi massal hingga pengujian dan pengembangan lebih lanjut.[5]

Referensi

  1. ↑ Grosse, Robert (1996). "international Technology Transfer in Services" (PDF). Journal of International Business Studies. 27: 782.
  2. ↑ Hargadon, A. 2003. Harvard Businees School Working Knowledge for Business Leaders
  3. ↑ Callan, B. 2001. Generating Spin-offs: Evidence from Across the OECD. STI Review (OECD Publishing). 2000 (26): 18.
  4. ↑ Arwanto dan Prayitno. 2013. Tekno-Meter Pengukuran Tingkat Kesiapan Teknologi Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine. Jakarta: BPPT.
  5. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-12-07. Diakses tanggal 2013-07-01.

Pranala luar

Bidang utama teknologi
Bidang
Bangunan dan Konstruksi
Biomedis
Energi
Industri
Informasi dan Komunikasi
Lingkungan
Militer
Pendidikan
Pertanian
Transportasi
Ilmu terapan lainnya
Bidang ilmu teknik lainnya
Komponen
Skala
Sejarah
Teori dan konsep
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan