Senin, 26 Oktober 2026
21:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Teknik hidrolika

Teknik hidrolika

sistem kerja hydraulic

Bagikan:
250px-Hydraulic_Flood_Retention_Basin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kolam Penahan Banjir Hidrolika (Hydraulic Flood Retention Basin (HFRB))
250px-Riprap.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bebatuan pelindung pinggir danau

Teknik hidrolika adalah sub-disiplin bidang teknik sipil yang terkait dengan aliran fluida, umumnya air dan limbah. Satu ciri khas dari sistem ini adalah analisis yang ekstensif dari gravitasi sebagai gaya penggerak yang menyebabkan pergerakan fluida. Bidang teknik sipil ini terkait dengan desain jembatan, bendungan, selat, kanal, dan tanggul. Teknik hidrolika juga diaplikasikan di bidang sanitasi dan teknik lingkungan.

Teknik hidrolika adalah aplikasi prinsip mekanika fluida terhadap masalah yang terkait dengan pengumpulan, penyimpanan, pengendalian, pemindahan, pengaturan, pengukuran, dan penggunaan air..[1] Cassidy et al menjelaskan bahwa "Insinyur hidrolika mengembangkan desain konseptual untuk berbagai manfaat yang berkaitan degan air seperti saluran pelimpah dan saluran keluaran untuk bendungan, saluran air untuk jalan raya, kanal dan struktur terkait untuk irigasi, serta fasilitas air pendingin untuk pembangkit listrik termal".[2]

Prinsip utama

Prinsip utama dari teknik hidrolika mencakup mekanika fluida, aliran fluida, sifat fluida, hidrologi, jaringan perpipaan, hidrolika saluran terbuka, mekanika transportasi sedimen, permodelan, permesinan hidrolika, dan hidrolika drainase.

Mekanika fluida

Hidrostatika adalah studi terhadap fluida dalam keadaan diam.[1] Pada fluida dalam keadaan diam terdapat gaya yang disebut dengan tekanan yang bekerja pada sekelilingnya. Tekanan ini diukur dalam satuan N/m2, dan tidak konstan pada seluruh badan air. Tekanan, p, meningkat dengan bertambahnya kedalaman. Sehingga gaya ke atas dapat didefinisikan dengan persamaan:

p = ρ g y {\displaystyle p=\rho gy} {\displaystyle p=\rho gy}

di mana,

ρ = massa jenis air
g = berat jenis
y = kedalaman

Membalikkan persamaan akan memberikan tinggi tekanan (pressure head) p/ρg = y. Empat alat dasar untuk pengukuran tekanan yaitu piezometer, manometer, manometer diferensial, manometer miring, dan Bourdon gauge.[1]

Sifat fluida real

Fluida ideal dan fluida real

Perbedaan mendasar antara fluida ideal dan fluida real adalah p1 = p2 untuk aliran fluida ideal, dan p1 > p2 untuk aliran fluida real. Fluida ideal tidak bisa ditekan ('incompressible) dan tidak memiliki viskositas. Fluida real memiliki viskositas. Fluida ideal hanyalah fluida imajiner karena semua fluida, termasuk udara, memiliki viskositas.

Aliran berviskositas

Fluida berviskositas akan terdeformasi secara kontinu di bawah gaya geser, sementara fluida ideal tidak terdeformasi.

Aliran laminar dan turbulen

Gangguan pada aliran berviskositas akan menghasilkan aliran laminar (stabil), transisi, hingga turbulen (tidak stabil).

Persamaan Bernoulli

Untuk fluida ideal, berlaku persamaan Bernoulli:

p/ρg + u²/2g = p1/ρg + u1²/2g = p2/ρg + u2²/2g

Lapisan batas

Asumsikan aliran dibatasi hanya pada satu sisi saja, dan aliran mendatar melewati bidang datar yang sejajar dengan aliran. Aliran yang berada tepat di atas bidang datar akan memiliki kecepatan yang seragam. Dan ketika aliran mengalami kontak dengan bidang, lapisan fluida akan bergesekan dengan permukaan bidang padat. Sehingga akan ada gaya geser antara lapisan fluida di atas permukaan bidang datar dan lapisan kedua dari fluida. Lapisan kedua akan memperlambat lapisan ketiga, meski tidak sampai membuatnya berhenti, dan menciptakan gaya geser terhadap lapisan ketiga. Dan seterusnya. Gaya kohesi intermolekuler pada fluida tidak cukup untuk menahan molekul fluida. Sehingga fluida akan terus mengalir selama masih ada jalan untuk mengalir.[3] Aliran di dalam lapisan bisa berupa aliran laminar atau aliran turbulen, tergantung pada bilangan Reynolds.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Prasuhn, Alan L. Fundamentals of Hydraulic Engineering. Holt, Rinehart, and Winston: New York, 1987.
  2. ↑ Cassidy, John J., Chaudhry, M. Hanif, and Roberson, John A. "Hydraulic Engineering", John Wiley & Sons, 1998
  3. ↑ E. John Finnemore, Joseph Franzini "Fluid Mechanics with Engineering Applications",McGraw-Hill,2002

Bahan bacaan terkait

  • Vincent J. Zipparro, Hans Hasen (Eds), Davis' Handbook of Applied Hydraulics, Mcgraw-Hill, 4th Edition (1992), ISBN 0-07-073002-4, at Amazon.com
  • Classification of Organics in Secondary Effluents. M. Rebhun, J. Manka. Environmental Science and Technology, 5, pp. 606–610, (1971). 25.

Pranala luar

Bidang utama teknologi
Bidang
Bangunan dan Konstruksi
Biomedis
Energi
Industri
Informasi dan Komunikasi
Lingkungan
Militer
Pendidikan
Pertanian
Transportasi
Ilmu terapan lainnya
Bidang ilmu teknik lainnya
Komponen
Skala
Sejarah
Teori dan konsep
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan