Senin, 21 September 2026
06:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Skala (statistik)

perbandingan antar kategori di mana masing-masing kategori diberi bobot nilai yang sedikit berbeda.

Untuk kegunaan lain, lihat Skala (disambiguasi).
120px-Interval_diagram_diminished.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh skala interval

Skala adalah perbandingan antar kategori di mana masing-masing kategori diberi bobot nilai yang sedikit berbeda.[1] Dalam statistika, secara umum terdapat 4 jenis skala yakni skala nominal, ordinal, interval, dan rasio.[2]

Skala Nominal

Merupakan skala yang hanya membedakan kategori berdasarkan jenis atau macamnya.[2] Skala ini tidak membedakan kategori berdasarkan urutan atau tingkatan.[2] Misalnya adalah jenis kelamin terbagi menjadi laki-laki dan perempuan.[2]

Skala Ordinal

Merupakan skala yang membedakan kategori berdasarkan tingkat atau urutan.[2] Misalnya, membagi tinggi badan sampel ke dalam 3 kategori: tinggi, sedang, dan pendek.[2]

Skala Interval

Merupakan skala yang membedakan kategori dengan selang atau jarak tertentu dengan jarak antar kategorinya sama.[2] Skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak.[2] Misalnya, membagi tinggi badan sampel ke dalam 4 interval yaitu: 140-149, 150-159, 160-169, dan 170-179.[2]

Skala Rasio

Merupakan penggabungan dari ketiga sifat skala sebelumnya. Skala rasio memiliki nilai nol mutlak dan datanya dapat dikalikan atau dibagi.[2] Akan tetapi, jarak antar kategorinya tidak sama karena bukan dibuat dalam rentang interval.[2] Misalnya, tinggi badan sampel terdiri dari 143, 145, 153, 156, 175, 168, 173, 164, 165, 152.[2]

Kelebihan dan Kekurangan

Penggunaan skala untuk membedakan kategori yang satu dengan yang lain sangatlah praktis.[2] Perbandingan antara kategori yang ada dapat secara jelas terlihat.[2] Sedangkan, kekurangannya ialah skala yang lebih tinggi (rasio dan interval) dapat diubah dalam skala yang lebih rendah (nominal dan ordinal), tetapi tidak berlaku sebaliknya.[2]

Contoh skala dalam pembelajaran matematika

Tentukan panjang sebenarnya jika diketahui panjang peta indonesia pada atlas adalah 20 cm dengan skala 1: 5.000.000 .

diketahui:

skala: 1: 5.000.000

panjang peta: 20 cm

ditanyakan:

panjang sebenarnya?

jawab:

p a n j a n g s e b e n a r n y a = ( 5.000.000 / 1 ) .20 = 100.000.000 {\displaystyle panjangsebenarnya=(5.000.000/1).20=100.000.000} {\displaystyle panjangsebenarnya=(5.000.000/1).20=100.000.000}

jadi panjang sebenarnya adalah 100.000.000 cm atau 1000 km

Referensi

  1. (Inggris) Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approach. USA:University of Wisconsin.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Siagian, Dergibson dan Sugiarto. 2006. Metode Statistika: Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 19-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan