Selasa, 29 September 2026
16:41 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Tingkat

Bagikan:

Tingkat atau lantai adalah sebutan untuk tingkatan sebuah lantai bangunan, baik di atas maupun di bawah tanah.

Penomoran

250px-Dover_elevator_passenger_controls_%283_floors%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tombol-tombol di dalam lift yang menunjukkan angka-angka lantai

Penomoran lantai adalah suatu pola yang digunakan untuk memberikan urutan pada sebuah bangunan menurut tingkatan "lantai satu" dan pada nama yang diberikan untuk tingkat bawah tanah. Penomoran ruangan biasanya diawali dengan nomor lantai yang bersangkutan; sering kali angka pertama memuat huruf atau angka yang menunjukkan lantainya. Pada bangunan besar, terdapat dua aturan umum dalam penomoran:

  • Bilangan ganjil digunakan untuk salah satu sisi bangunan, sedangkan bilangan genap untuk sisi lainnya.
  • Digit kedua pada nomor ruangan menandakan bagian, blok, atau sayap tertentu dari gedung.

Lantai satu

250px-Countries_numbering_floors.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem penomoran lantai di berbagai negara
  Skema Eropa
  Skema Amerika Utara
  Kedua skema
  Tidak ada data

Terdapat beberapa sistem penamaan mengenai lantai satu. Di Amerika Utara dan Rusia, lantai yang sejajar dengan permukaan tanah langsung disebut sebagai lantai 1, sedangkan lantai di atasnya disebut lantai 2. Sebaliknya di Eropa, lantai yang sejajar dengan tanah disebut lantai dasar (ground floor), dan sebutan lantai 1 baru digunakan untuk lantai tepat di atasnya. Di Jepang dan Korea, lantai yang sejajar tanah biasanya disebut lantai 1, meski terkadang dapat disebut lantai 2. Di Indonesia, kedua sistem penamaan ini umum digunakan secara berdampingan.[1]

Istilah umum tingkatan lantai

Perbandingan Penamaan Lantai antara Sistem Eropa dan Amerika Utara
Letak pada Bangunan Sistem Eropa Sistem Amerika Utara
Lantai teratas Penthouse (PH)
Atap/rooftop (R, RF)
Lantai ke-n
3 lantai di atas tanah Lantai 3 (3, 3F) Lantai 4 (4, 4F)
2 lantai di atas tanah Lantai 2 (2, 2F) Lantai 3 (3, 3F)
1 lantai di atas tanah Lantai 1 (1, 1F) Lantai 2 (2, 2F)
Lantai peralihan bagian atas Lantai dasar atas/upper ground (UG)
Upper level (UL)
Mezanin (M)
Sejajar permukaan tanah Lantai dasar/ground floor (G, GF)
Lobi (L)
Akses jalan raya (S)
Lantai dasar (G) / Lantai 0 (0, 0F) Lantai 1 (1, 1F)
Lantai peralihan bagian bawah Lantai dasar bawah/lower ground (LG)
Lower level (LL)
Selasar/concourse (C)
Area parkir (P)
Semi-rubanah
1 lantai di bawah tanah Rubanah 1/Basemen 1 (B1, –1, –1F)
2 lantai di bawah tanah Rubanah 2/Basemen 2 (B2, –2, –2F)
Sub-rubanah
3 lantai di bawah tanah Rubanah 3/Basemen 3 (B3, –3, –3F)
Sub-sub-rubanah

Penamaan di Indonesia

Di Indonesia belum ada standar baku nasional untuk penamaan lantai gedung maupun mal, sehingga praktiknya berbeda-beda antarbangunan.[2] Sebagian besar gedung perkantoran dan mal mengikuti pola Eropa, dengan lantai yang sejajar tanah disebut ground floor (GF) dan lantai 1 berada tepat di atasnya,[1] meski beberapa gedung tinggi lain mengadaptasi pola Amerika yang langsung memulai penomoran dari lantai 1.[3]

Pada mal berlantai banyak, urutan penamaan yang umum dijumpai adalah LG (Lower Ground), GF (Ground Floor), UG (Upper Ground), lalu L1, L2, dan seterusnya untuk lantai-lantai di atasnya.[4] Penggunaan istilah bertingkat semacam ini juga dimaksudkan agar bangunan tidak terkesan terlalu tinggi bagi pengunjung.[5]

Sama seperti di banyak negara Asia Timur, pengelola gedung dan mal di Indonesia sering melewati penomoran lantai 4 dan 13 karena dianggap membawa kesialan menurut kepercayaan feng shui, dan menggantinya dengan sebutan lain seperti "3A".[1][3] Meski demikian, untuk keperluan perizinan, dinas tata kota tetap menghitung lantai pertama dari lantai yang menyentuh permukaan tanah secara berurutan ke atas, terlepas dari label yang ditampilkan di dalam gedung, sesuai jumlah lantai maksimum yang diatur dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).[3] Ketidakseragaman penamaan ini kerap dianggap membingungkan pengunjung, meski menurut petugas pemadam kebakaran di Jakarta hal tersebut tidak banyak berpengaruh pada proses evakuasi karena pihak pengelola gedung biasanya mendampingi langsung saat terjadi keadaan darurat.[1]

Penamaan di negara-negara Asia Tenggara

Selain Indonesia, negara-negara lain di Asia Tenggara juga menerapkan sistem penamaan lantai yang beragam, sebagian mengikuti warisan sistem administrasi kolonial masing-masing dan sebagian lagi menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Malaysia

Malaysia umumnya menggunakan pola serupa sistem Inggris/Eropa, dengan huruf "G" untuk lantai dasar dan lantai 1 berada di atasnya, serta huruf "B" untuk lantai bawah tanah.[6]

Singapura

Singapura sebelumnya memakai sistem yang sama dengan Malaysia (G untuk lantai dasar), tetapi menurut satu sumber, pemerintah Singapura mengubah aturan penomoran gedung bertingkat pada tahun 1983 sehingga lantai dasar menjadi lantai 1, sekaligus memperkenalkan format alamat unit dengan tanda pagar (#) dan tanda hubung, misalnya "#05–12"; sejumlah gedung lama dilaporkan masih memakai sistem sebelumnya.[6]

Filipina

Sumber-sumber yang ada belum sepenuhnya sepakat mengenai sistem yang dipakai di Filipina: sebagian menyebut Filipina mengikuti pola Amerika, yakni lantai dasar langsung disebut lantai 1,[1] sementara sumber lain menyebutkan pola Eropa juga digunakan di sana.

Thailand

Di Thailand, istilah "lantai dasar" tidak selalu berarti "lantai 1". Pada apartemen atau kondominium tanpa area parkir bawah tanah, penomoran lantai umumnya langsung dimulai dari lantai 1 tanpa konsep lantai dasar tersendiri. Sebaliknya, pada mal, hotel, dan gedung besar lainnya, "lantai dasar" (ground floor) justru dapat berada di bawah permukaan tanah atau setara semi-basemen, dan kadang masih diikuti "lantai pengelola" (ditandai huruf M) sebelum mencapai lantai 1.[7]

Vietnam

Vietnam pada umumnya juga mengikuti pola Eropa. Salah satu ciri khasnya, lantai bawah tanah kadang ditandai dengan huruf "H" alih-alih "B", singkatan dari kata hầm dalam bahasa Vietnam yang berarti ruang bawah tanah, karena sebagian pemilik gedung tidak familier dengan istilah bahasa Inggris.[8]

Secara umum, tidak ada standar tunggal yang berlaku di seluruh kawasan Asia Tenggara; pilihan sistem penomoran lantai sering kali ditentukan sendiri oleh pengembang atau pengelola masing-masing bangunan, mirip dengan situasi di Indonesia.

Takhayul

Di Amerika Serikat dan Kanada, penamaan lantai 13 kerap dihindari karena dianggap membawa kesialan (triskaidekafobia). Akibatnya, nomor lantai setelah lantai 12 langsung melompat ke lantai 14, atau dialihkan dengan sebutan lain seperti skyline (kaki langit). Sementara itu di Tiongkok dan beberapa kawasan Asia Timur, lantai 4 sering kali dilewati karena pelafalan angka empat terdengar mirip dengan kata "mati" (tetrafobia).

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Aurelia, Joan (2 November 2019). "Betapa Rumit Penamaan Lantai di Gedung-Gedung Jakarta". tirto.id. Diakses tanggal 26 April 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Penamaan lantai bangunan dan mall". Ara Sipil dan Arsitektur. 21 Januari 2021. Diakses tanggal 27 Agustus 2026.
  3. 1 2 3 "Ketinggian Bangunan: Apa dan Mengapa Dibatasi?". ARSITAG. 21 April 2017. Diakses tanggal 27 Agustus 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Nama dan Urutan Lantai di Mall, Pengunjung Perlu Tahu!". IDN Times. 28 April 2025. Diakses tanggal 27 Agustus 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Nama dan Urutan Lantai Mall, Pengunjung Wajib Tahu agar Tak Tersesat". kumparan.com. 1 Januari 2025. Diakses tanggal 27 Agustus 2026.
  6. 1 2 "Nobody Can Agree Where the Ground Floor Is". Medium. 10 Juli 2026. Diakses tanggal 27 Agustus 2026.
  7. ↑ "What is Ground Floor in Thailand. How to count floors in Thailand". Pattaya-Pages.com. Diakses tanggal 27 Agustus 2026.
  8. ↑ "Floor numbering". Elevator Wiki (Fandom). Diakses tanggal 27 Agustus 2026.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan