Selasa, 03 November 2026
01:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Thalassodromeus

Thalassodromeus

Bagikan:
Thalassodromeus
Rentang waktu:
250px-Thalassodromeus_in_Japan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka T. sethi rekonstruksi (bagian depan, postkraniumnya hipotetis), National Museum of Nature and Science, Tokyo
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Ordo: †Pterosauria
Klad: †Azhdarchoidea
Famili: †Thalassodromidae
Genus: †Thalassodromeus
Kellner & Campos, 2002
Spesies tipe
†Thalassodromeus sethi
Kellner & Campos, 2002
Spesies lainnya
  • †T. oberlii?
    (Headden & Campos, 2015)
Sinonim
Artikel takson sembarang

Thalassodromeus adalah sebuah genus pterosaurus yang hidup di wilayah yang kini adalah Brasil selama periode Kapur Awal, sekitar seratus juta tahun lalu. Tengkorak aslinya, yang ditemukan pada 1983 di Cekungan Araripe di Brasil timur laut, dikumpulkan dalam beberapa potongan. Pada 2002, tengkoraknya dijadikan sebagai spesimen holotipe dari Thalassodromeus sethi oleh paleontolog Alexander Kellner dan Diogenes de Almeida Campos. Nama genusnya berarti "pelari air" (yang merujuk kepada caranya mencari makan), sementara nama spesiesnya merujuk kepada dewa Mesir Kuno Set karena jambulnya yang dianggap mirip dengan mahkota milik Set.[1][2] Beberapa pakar lainnya berpendapat bahwa jambulnya lebih mirip dengan mahkota Amun.[3][2] Sebuah potongan ujung rahang dianggap sebagai milik T. sethi pada 2005, kemudian menjadi dasar sebuah genus baru, Banguela, pada 2015, sebelum akhirnya dimasukkan kembali pada Thalassodromeus sebagai bagian dari spesies T. oberlii pada 2018. Meski demikian, beberapa ahli lainnya tetap menganggap Banguela sebagai sebuah genus sah. Sebuah spesies lainnya (T. sebesensis) dideskripsikan pada 2015 bedasarkan sisa-sisa yang diinterpetasikan sebagai fragmen jambul, tetapi belakangan diketahui bahwa sisa-sisa itu sebenarnya merupakan bagian dari cangkang kura-kura.

Thalassodromeus memiliki salah satu tengkorak terbesar di antara pterosaurus lainnya, dengan panjang 1,42 m (4 ft 8 in) serta memiliki salah satu jambul kranial terbesar secara proporsional di antara jenis vertebrata lainnya. Meski hanya tengkoraknya saja yang diketahui, hewan ini diperkirakan memiliki rentang sayap 4,2 hingga 4,5 m (14 hingga 15 ft). Jambulnya ringan dan membentang dari ujung rahang atas hingga melewati bagian belakang tengkoraknya, serta berujung pada takik khas berbentuk huruf V. Rahangnya tidak memiliki gigi, serta memiliki tepi atas dan bawah yang lancip. Tengkoraknya memiliki fenestra nasoantorbital (bukaan yang menggabungkan fenestra antorbital di depan mata dengan bagian tulang di hidung), sementara sebagain lelangitnya cekung. Rahang bawahnya mirip belati, dan barangkali terposisikan sedikit ke arah atas. Kerabat terdekat genus ini adalah Tupuxuara; keduanya termasuk dalam sebuah klad yang bernama Thalassodromidae, yang, menurut studinya, ditempatkan di dalam Tapejaromorpha sehingga berkerabat dekat dengan famili Tapejaridae, atau di dalam Neoazhdarchia, berkerabat dekat dengan Dsungaripteridae.

Referensi

  1. ↑ Kellner, A. W. A.; Campos, D. A. (2002). "The function of the cranial crest and jaws of a unique pterosaur from the early Cretaceous of Brazil" (PDF). Science. 297 (5580): 389–392. Bibcode:2002Sci...297..389K. doi:10.1126/science.1073186. PMID 12130783. S2CID 45430990.
  2. 1 2 Witton 2013, hlm. 234–243. sfn error: tanpa target: CITEREFWitton2013 (bantuan)
  3. ↑ Kellner, A. W. A.; Campos, D. A. (2002). "The function of the cranial crest and jaws of a unique pterosaur from the early Cretaceous of Brazil" (PDF). Science. 297 (5580): 389–392. Bibcode:2002Sci...297..389K. doi:10.1126/science.1073186. PMID 12130783. S2CID 45430990.
Avemetatarsalia
Pterosauromorpha
    • lihat dibawah↓
Preondactylia
Caviramidae?
Austriadraconidae
Raeticodactylidae
Eudimorphodontidae
Dimorphodontidae
Campylognathoididae
Rhamphorhynchidae
Scaphognathidae?
Pterodactylomorpha
    • lihat dibawah↓
Campylognathoides liasicus

Scaphognathus crassirostris

Dorygnathus banthensis
Darwinoptera
Wukongopteridae
Anurognathidae
Pterodactyloidea
Lophocratia
    • lihat di bawah↓
Jeholopterus ninchengensis Kryptodrakon progenitor
Germanodactylidae
Gallodactylidae
Aurorazhdarchia
Aurorazhdarchidae
Ctenochasmatidae
Eupterodactyloidea
Ornithocheiroidea
    • lihat di bawah↓
Pterodactylus antiquus Plataleorhynchus streptorophorodon
Dsungaripteridae
Thalassodromidae?
Tapejaridae
Dsungaripteromorpha?
Chaoyangopteridae
Azhdarchiformes
Alanqidae?
Azhdarchidae
Pteranodontoidea
    • lihat di bawah↓
Bakonydraco galaczi

Tupandactylus imperator

Quetzalcoatlus
Pteranodontia
Pteranodontidae
Nyctosauromorpha
Aponyctosauria
Nyctosauridae
Lonchodectidae
Istiodactyliformes
Mimodactylidae
Istiodactylidae
Boreopteridae
Ornithocheiridae
Targaryendraconia?
Cimoliopteridae
Targaryendraconidae
Hamipteridae?
Anhangueridae
Pteranodon longiceps

Nyctosaurus gracilis

Ludodactylus sibbicki
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan