Minggu, 11 Oktober 2026
14:23 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Supernova tipe Ib dan Ic

Supernova tipe Ib dan Ic

jenis ledakan supernova

Bagikan:
250px-Supernova_2008D.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu supernova tipe Ib, SN 2008D.

Supernova tipe Ib dan tipe Ic (SNIb; SNIc) adalah kategori supernova yang disebabkan oleh runtuhnya inti bintang masif. Bintang-bintang ini telah melepaskan selubung luar hidrogennya, dan, jika dibandingkan dengan spektrum supernova Tipe Ia, mereka kekurangan garis absorpsi silikon. Supernova tipe Ia diklasifikasikan supernova tipe Ib jika memiliki garis helium kuat, sedangkan tipe Ic tidak. Dibandingkan dengan tipe Ib, tipe Ic dihipotesiskan telah kehilangan banyak selubung awalnya, termasuk sebagian besar helium. Kedua supernova jenis ini biasanya disebut sebagai supernova runtuh-inti yang dilucuti, meskipun sebenarnya mereka bagian dari supernova tipe I, oleh karena itu, harus mengeluarkan neutrino. Tetapi, sifat SNIb dan SNIc merupakan hasil dari runtuhnya inti bintang yang masif seperti Supernova tipe II.[1][2][3][4][5]

Sebelum menjadi supernova, bintang masif yang berevolusi diatur dalam bentuk bawang, dengan lapisan elemen yang berbeda mengalami fusi. Lapisan paling luar terdiri dari hidrogen, diikuti helium, karbon, oksigen, dan lain sebagainya. Jadi ketika selubung luar hidrogen dilepaskan, ini memperlihatkan lapisan berikutnya yang terutama terdiri dari helium (bercampur dengan elemen lain). Hal ini dapat terjadi jika bintang masif yang sangat panas mencapai titik evolusinya ketika terjadi kehilangan massa yang signifikan dari angin bintangnya. Namun, jika bintang aslinya sangat masif sehingga angin bintang yang kuat telah menerbangkan hidrogen dan atmosfernya pada saat meledak, maka ia tidak akan menunjukkan garis spektrum hidrogen. Bintang yang sangat masif (dengan 25 kali massa matahari atau lebih) dapat kehilangan hingga 10 − 5 massa matahari setiap tahun - setara dengan 1 massa matahari setiap 100.000 tahun. Supernova tipe Ib bersama dengan tipe Ic dihipotesiskan memiliki dihasilkan oleh runtuhnya inti bintang masif yang telah kehilangan lapisan terluar hidrogen dan heliumnya, terutama selubung luarnya, baik melalui angin atau perpindahan massa ke pasangannya. Tidak ada supernova tipe Ib yang pernah ditemukan di galaksi eliptis. Berdasarkan survei galaksi terdekat, diperkirakan sekitar 20% supernova dari supernova runtuh-inti adalah tipe Ib atau Ic.[2][4][6][7][8]

Referensi

  1. ↑ "A Field Guide to Supernova Spectra". Sky & Telescope (dalam bahasa American English). 2006-07-21. Diakses tanggal 2020-09-13.
  2. 1 2 Point_of_no_23, Jay Devvywrote in; Point_of_no_23 2015-08-20 06:37:00, 2015-08-20 06:37:00 Jay Devvy Jay Devvy. "New type of supernova". point-of-no-23.livejournal.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-09-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. ↑ "Supernovae". hyperphysics.phy-astr.gsu.edu. Diakses tanggal 2020-09-13.
  4. 1 2 "Supernovae". imagine.gsfc.nasa.gov. Diakses tanggal 2020-09-13.
  5. ↑ "Type Ic Supernova | COSMOS". astronomy.swin.edu.au. Diakses tanggal 2020-09-13.
  6. ↑ "Figure 2: A mosaic of core-collapse supernova host galaxies imaged with HST as part of the GOODS programme. | Nature" (dalam bahasa Inggris). ISSN 1476-4687.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  7. ↑ Andrea Thompson 09 February 2018. "What Is a Supernova?". Space.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  8. ↑ Woosley, S. E.; Eastman, Ronald G. (1997). Ruiz-Lapuente, P.; Canal, R.; Isern, J. (ed.). Thermonuclear Supernovae. NATO ASI Series (dalam bahasa Inggris). Dordrecht: Springer Netherlands. hlm. 821–838. doi:10.1007/978-94-011-5710-0_51. ISBN 978-94-011-5710-0.

Lihat pula

Kelas
250px-NASA-SNR0519690-ChandraXRayObservatory-20150122.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fisika
Terkait
Leluhur
Sisa
Penemuan
Daftar
Terkenal
Penelitian
Bintang
330px-Core_collapse_scenario.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proses bintang
Keruntuhan
Supernova
Bintang padat
dan eksotis
Partikel, gaya,
dan interaksi
Teori kuantum
Materi degenerasi
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan