Jumat, 25 September 2026
03:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
SN 1006

SN 1006

SN 1006
250px-Sn_1006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Citra gabungan (Radio, Tampak, dan Sinar-X) cangkang SN 1006. Terlihat adanya struktur mirip-pita yang berwana kuning di tepinya
Sebutan lainnyaSN 1006, SN 1006A, SN 1016, SNR G327.6+14.6, SNR G327.6+14.5, 1ES 1500-41.5, MRC 1459-417, XSS J15031-4149, PKS 1459-41, AJG 37, 4U 1458-41, 3U 1439-39, 2U 1440-39, MSH 14-4-15, PKS 1459-419, PKS J1502-4205
Jenis peristiwaSupernova, sisa-sisa supernova, sumber radio astronomis, astrophysical x-ray source sunting ini di wikidata
Klasifikasi bintangSNIa Sunting ini di Wikidata
Tanggal1006 Sunting ini di Wikidata
Rasi bintangSentaurus Sunting ini di Wikidata
Jarak7.200 tahun cahaya
HostGalaksi Bimasakti
Colour (B-V)Astronom dari Jepang mendeksripsikan bintangnya berwarna biru-putih pada optik[1]
Fitur pentingMerupakan supernova tercerah sepanjang sejarah pengamatan astronomi
Related media on Wikimedia Commons

SN 1006 adalah sebuah supernova yang terjadi pada antara tanggal 30 April dan 1 Mei 1006. Supernova ini banyak diamati oleh berbagai peradaban di Bumi, beberapa diantaranya adalah astronom-astronom Tiongkok, Mesir, Irak, Jepang, Swiss, dan kemungkinan Amerika Utara.[2] Supernova yang terletak sejauh 7.200 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan supernova tercerah dalam sejarah, dengan magnitudo tampak sebesar −7,5.[3]

Supernova ini redup dalam spektrum kasatmata sehingga tidak bisa dilihat dengan jelas, kecuali pada bagian struktur mirip-pita yang bersinar. Struktur ini sebenarnya merupakan ilusi optis, karena faktanya, struktur ini lebih berbentuk seperti lembaran kertas atau kain berkerut dilihat dari samping. Ini terjadi karena gelombang kejut yang dilepaskan supernova menyapu gas-gas Hidrogen, tertekan, memanas, dan menyebabkan sturktur ini bersinar.[4]

Penyebab

Para peneliti dari Universitas Barcelona, Institut Astrofisika Canaria, dan CSIC menemukan bahwa penggabungan 2 bintang katai putih merupakan penyebab terjadinya supernova tahun 1006 ini.[5] Penemuan itu telah diterbitkan dan menjadi sampul depan majalah ilmu pengetahuan Nature 27 September 2012.

Dari penemuan tersebut, mereka mengetahui bahwa ledakan termonuklir yang mereka hasilkan mengeluarkan seluruh materi sehingga tidak meninggalkan jejak satupun dari kedua bintang tersebut. Namun, penelitian lebih lanjut menguak bahwa katai putih pendahulunya tidak memiliki pasangan bintang.

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ "CNN.com - Ancient rock art may depict exploding star - Jun 5, 2006". CNN. Diakses tanggal Mei 23, 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Astronomers Peg Brightness of History's Brightest Star" (Rilis pers). National Optical Astronomy Observatory. 2003-03-05. Diakses tanggal 2009-01-12. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli pada 2003-04-02. Diakses tanggal 2012-12-27.
  4. ↑ http://hubblesite.org/hubble_discoveries/science_year_in_review/pdf/2008/supernova_remnant_sn_1006.pdf
  5. ↑ ub (2009-10-08). "Universitat de Barcelona - Cause of Supernova SN 1006 Revealed". www.ub.edu (dalam bahasa Katalan). Diakses tanggal 2019-05-31.

Pranala luar

Koordinat: Peta langit 15h 02m 08s, −41° 57′ 00″

Kelas
250px-NASA-SNR0519690-ChandraXRayObservatory-20150122.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fisika
Terkait
Leluhur
Sisa
Penemuan
Daftar
Terkenal
Penelitian
Ikon rintisan

Artikel bertopik astronomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan