| PT Supermal Karawaci | |
![]() | |
| Lokasi | Kabupaten Tangerang, Banten |
|---|---|
| Koordinat | 6°13′36″S 106°36′27″E / 6.22672°S 106.6075°E / -6.22672; 106.6075 |
| Alamat | Jl. Boulevard Diponegoro No. 105 Bencongan Indah, Kelapa Dua Tangerang, Banten 15836 |
| Dibuka | November 29, 1995;30 tahun lalu (1995-11-29) (perdana) September 29, 1999;27 tahun lalu (1999-09-29) (pembukaan ulang) |
| Nama sebelumnya | Lippo Supermall |
| Pengembang | PT Supermal Karawaci |
| Jumlah lantai | 1 basemen, 3 Lantai |
| Situs web | https://supermalkarawaci.co.id |
Supermal Karawaci (awalnya berdiri dengan nama Lippo Supermal) adalah pusat perbelanjaan yang berada di kompleks Lippo Village, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Supermal Karawaci sempat menjadi salah satu dari sedikit mal di Indonesia yang menghadirkan 2 supermarket besar dalam satu gedung yaitu Hypermart dan Carrefour (awalnya Mega-M dan Wal-Mart) sebelum Carrefour ditutup pada tahun 2020. Mal ini memiliki arena permainan Timezone terbesar di Asia Tenggara, dengan roller-coaster, bowling, dan berbagai heavy-game lainnya.
Berbeda dengan fasilitas umum lain di wilayah Karawaci, Supermal Karawaci saat ini tidak dimiliki oleh Grup Lippo sejak 1999.
Sejarah
Pusat perbelanjaan ini mulai dibangun pada awal 1990-an sebagai bagian dari proyek real estat Lippo Karawaci (d/h Lippo Vilage) yang dikembangkan Lippo Group. Proyek tersebut selesai pada 15 Maret 1995[1] dan diresmikan pada 29 November 1995[2] dengan nama Lippo Supermal. Sesuai namanya, saat itu mal ini dimiliki oleh Grup Lippo, meskipun dalam pembangunannya juga dibantu oleh perusahaan Belanda Rodamco dan perusahaan investasi Singapura, GIC[3] yang masing-masing memegang 25% saham.[4]
Saat peresmiannya, mal ini dikunjungi sekitar 400.000 pengunjung,[5] dan kemudian berhasil mencatatkan jumlah pengunjung mencapai 500.000/hari.[6] Lippo Supermal didesain hanya berlantai dua, yang dimaksudkan agar pengunjung tidak perlu repot naik eskalator atau lift jika ingin berbelanja.[2] Jumlah tenan pada saat itu sekitar 250-300 tenan. Penyewa besar (anchor tenant) dari Lippo Supermal saat itu, seperti Walmart, JC Penney, ACE Hardware, Galleria (Matahari Departement Store), Mega-M, Toys "R" Us, dan Cinema 21.[7] Mal ini juga dilengkapi fasilitas taman hiburan dan pujasera. Total keseluruhan luas mal mencapai 210.000 m2, menjadikannya sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia pada saat itu.[6]
Tiga tahun setelah dibuka, mal ini kemudian mengalami kerusakan berat dalam Kerusuhan Mei 1998.[8] Mal ini dijarah dan dibakar oleh sekitar 10.000 orang perusuh[9] pada 17 Mei 1998,[2] atau dua hari setelah kerusuhan usai di Jakarta dan sekitarnya. Sebelumnya, setelah kerusuhan bermula pada 13 Mei 1998, mal ini ditutup oleh manajemennya saat itu.[10] Menurut beberapa sumber, seperti peristiwa arson lainnya dalam kerusuhan tersebut, pembakaran mal ini diduga didalangi oleh elite militer dan anak buahnya (preman). Para preman tersebut kemudian "mengipas-ngipasi" ribuan orang untuk menjarah mal sekitar pukul 14:00 WIB, setelah melemparinya dengan batu. Setelah Lippo Supermal berhasil ditembus dan orang-orang sibuk merampas barang-barang, kemudian muncul preman lain yang menaiki truk dan membawa samurai dan tabung gas elpiji. Para preman dan massa misterius lalu menembaki atau membunuh penjarah yang ingin keluar dengan samurai, lalu mengunci mal dan menembaki tabung gas yang ada di dalam sehingga terjadi kebakaran.[11][12] Para preman itu lalu pergi meninggalkan lokasi pada 18:00 WIB.[11] Angka korban tewas akibat pembakaran tersebut hingga saat ini masih simpang siur, ada yang menyebut 43,[13] 69,[14] hingga 86.[9] Banyak di antara mayat-mayat korban sudah gosong dan tidak mampu teridentifikasi kembali.[11]
Pasca-kerusuhan, manajemen mal mengalami kerugian hingga US$ 25 juta[15] dan Lippo Supermal harus ditutup untuk direnovasi. Meskipun demikian, tidak semua bagian mal hancur/terbakar,[14][11] sehingga proses perbaikan bisa lebih cepat dilakukan. Pada 29 September 1999[16] Lippo Supermal kembali dibuka[15] dengan nama baru yaitu Supermal Karawaci, meskipun beberapa anchor tenant seperti Wal-Mart, Toys "R" Us, dan J.C. Penney tidak lagi beroperasi. Kepemilikan saham manajemennya juga tidak lagi dipegang oleh Grup Lippo, melainkan oleh sebuah perusahaan Belanda (Rodamco).[17] Target pengunjungnya kini berfokus pada semua kalangan, tidak lagi pada kelas atas seperti sebelumnya.[15]
Rodamco kemudian melepas sahamnya di tahun 2004, dan mal ini sempat mengalami perubahan kepemilikan beberapa kali.[18][1] Meskipun demikian, manajemen Supermal Karawaci tetap berusaha melakukan ekspansi dan reposisi mal ini.[19] Pada tanggal 10 April 2006, Supermal Karawaci 2 dibuka untuk masyarakat. Dengan luas 130.000 m² (mengecil dari ukuran sebelumnya yang mencapai 210.000 m²), pada saat itu Supermal menjadi salah satu pusat perbelanjaan paling mewah di wilayah Tangerang. Pada tahun 2009, Supermal Karawaci direnovasi total dengan desain dan konsep baru, diikuti dengan dibangunnya apartemen U-Residence yang dimulai pada tahun 2010. Sebelumnya, Supermal Karawaci hanya memiliki 2 lantai; lantai 3 baru ditambahkan pada tahun 2012-2013, menghadirkan jaringan food court baru, "D'Food Court" (sebelumnya "D'Makan Sutra") dan berbagai tenan baru. Hypermart, dan Ace Hardware seluruhnya dipindahkan ke lantai 3.
Pasca renovasi terakhir, saat ini sudah terdapat lebih dari 600 tenan di Supermal Karawaci. Arena Timezone diperluas pada tahun 2014 dengan menambahkan berbagai wahana permainan baru di sekitar area yang sebelumnya digunakan sebagai food court, termasuk bagian kubah dan delapan pilar yang telah menjadi ciri khas bangunan Supermal sejak pertama berdiri. D'Food Court menggantikan sebagian besar area food court lama yang saat ini digunakan oleh Timezone, meskipun masih banyak restoran di beberapa sisi area tersebut yang tidak berubah, seperti Pizza Hut dan McDonald's. Perluasan arena Timezone menjadikannya sebagai cabang Timezone terbesar se-Asia Tenggara.
Pada awal tahun 2020, Carrefour Supermal Karawaci secara resmi ditutup untuk umum, sehingga menjadikan Hypermart sebagai satu-satunya hypermarket utama di wilayah Lippo Village.
Insiden
- Pada tanggal 21 Oktober 2003, Sebuah ledakan berasal dari Hashi Cafe di area food court lantai dasar, satu orang tewas dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.[20]
Referensi
- 1 2 "Bab II" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- 1 2 3 "Gedung-gedung di Lippo Vilage". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Eksekutif, Masalah 199-204". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "The KADIN Indonesia Business File". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 8,Masalah 23-24". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- 1 2 "Asiamoney, Volume 7,Masalah 4-6". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "SEPERTI APA JEJAK WALMART DI INDONESIA? | RETAILITORY". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ Pebriansyah, Ariefana (13 Mei 2014). "Menyaksikan Mei 1998 di Kota Tangerang". kbr.id. kbr.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-28. Diakses tanggal 31 Oktober 2021.
- 1 2 "Indonesian Destinies". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Jakarta, semasa lengser keprabon: 100 hari menjelang peralihan kepemimpinan". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- 1 2 3 4 "Mereka yang Menjarah, Membakar, dan Menolak Lupa". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Bonsai: hikayat satu keluarga Cina Benteng". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Menatap wajah korban: upaya mendorong penyelesaian hukum kejahatan terhadap kemanusiaan dalam peristiwa kerusuhan Mei 1998". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- 1 2 "Lost in Mall: An Ethnography of Middle-Class Jakarta in the 1990s". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- 1 2 3 "Urban Ethnic Encounters: The Spatial Consequences". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "JP/Lippo Supermal set to reopen on Saturday". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Kapital, Volume 3". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "TANGERANG | Lippo Village Karawaci". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Bab I" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-07-29. Diakses tanggal 2023-07-29.
- ↑ "Ledakan Mengguncang Supermal Karawaci". Liputan6.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-11. Diakses tanggal 2003-10-21.
Pranala luar
- Situs resmi Supermal Karawaci
- Profil Bisnis Google Supermal Karawaci
- Supermal Karawaci di Facebook
- Supermal Karawaci di X
- Supermal Karawaci di Instagram
