Senin, 21 September 2026
06:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Sukrase

Sukrase adalah enzim pencernaan yang mengkatalisis hidrolisis sukrosa menjadi komponen monosakarida, yakni fruktosa dan glukosa. Salah satu bentuknya yakni sukrase-isomaltase, disekresikan di usus halus pada bagian tepi sikat.[1] Enzim invertase yang lebih umum terdapat pada tumbuhan, fungi, dan bakteri, juga menghidrolisis sukrosa dan fruktosida lainnya tetapi melalui mekanisme yang berbeda: ia adalah fruktosidase, sedangkan sukrase adalah glukosidase.[2]

Tipe

Fisiologi

Intoleransi sukrosa (juga dikenal sebagai defisiensi sukrase-isomaltase kongenital (CSID), defisiensi sukrase-isomaltase genetik (GSID), atau defisiensi sukrase-isomaltase) terjadi ketika sukrase tidak disekresikan di usus halus. Pada intoleransi sukrosa, akibat mengonsumsi sukrosa adalah produksi gas berlebih dan sering kali diare serta malabsorpsi. Intoleransi laktosa adalah kondisi serupa yang mencerminkan ketidakmampuan seseorang untuk menghidrolisis disakarida laktosa.

Sukrase disekresikan oleh ujung vili jaringan epitel di usus halus. Kadarnya berkurang sebagai respons terhadap kejadian yang menumpulkan vili seperti penyakit seliak dan peradangan yang terkait dengan gangguan tersebut. Kadarnya meningkat selama kehamilan, menyusui, dan diabetes seiring dengan hipertrofi vili.

Pada makhluk hidup lain

Burung Bombycilla cedrorum dan Turdus migratorius telah berevolusi sehingga kehilangan enzim ini karena pola makan mereka yang bersifat insektivora dan frugivora. Kekurangan enzim ini menyebabkan kesulitan pencernaan jika dihadapkan dengan jumlah gula yang tidak biasa.[3]

Referensi

  1. Tortora, Gerard (2014). Principles of Anatomy & Physiology 14th edition. USA: Wiley. hlm. 924. ISBN 978-1-118-34500-9.
  2. Hubert Schiweck; Margaret Clarke; Günter Pollach (2007). "Sugar". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Weinheim: Wiley-VCH. doi:10.1002/14356007.a25_345.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.
  3. Martínez del Rio, C.; Baker, H. G.; Baker, I. (1992). "Ecological and evolutionary implications of digestive processes: Bird preferences and the sugar constituents of floral nectar and fruit pulp". Experientia. 48 (6). Birkhäuser: 544–551. doi:10.1007/bf01920237. ISSN 0014-4754. S2CID 25707787.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan