Selasa, 13 Oktober 2026
11:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Jalur trem Mojokerto–Japanan–Porong

Jalur trem Mojokerto–Japanan–Porong

jalur kereta api di Indonesia

Bagikan:
Jalur trem Mojokerto–Japanan–Porong
250px-KAARTEN_SGD_-_Overzichtskaart_der_spoor-_en_tramwegen_in_de_omstreken_van_Modjokerto.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta jalur kereta di wilayah OJS dan MSM pada tahun 1916
Ikhtisar
JenisLintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan Jalur trem uap
StatusTidak beroperasi
TerminusStasiun Mojokerto
Stasiun Japanan
Stasiun Porong
Stasiun24
Operasi
Dibangun olehModjokerto Stoomtram Maatschappij
Legalitas pembangunanGouvernements besluit 31 Desember 1895 No. 1
Dibuka1 November 1898
Ditutup
  • 1943, segmen Mojosari–Porong
  • 1969, segmen Mojokerto–Mojosari
PemilikDe Jure: PT Kereta Api Indonesia (pemilik aset jalur dan stasiun)
De Facto: Selepas Stasiun Mojosari cukup sedikit ditemukan plang/patok aset PT Kereta Api Indonesia.
Karakteristik lintasLintas datar
Depo
  • Mojokerto
  • Japanan
Data teknis
Panjang rel38 km
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi40 km/jam
Peta rute
KTS–WO
MR
Mojokerto
KTS–WO
BKG
Bengkel Gatul
KNT
Kenanten
JAB
Jabon
BGS
Bangsal
BGS–PGR
PBB
Pabrik Bangsal
SWH
Sawahan(Mojokerto)
NGG
Ngranggon
PKK
Pekukuan
MNG
Menanggal
MJS
Mojosari
KEO
Ketok
PIG
Pungging
KMB
Kembangan
BAI
Bangsri
NR
Ngoro MSM
WSR
Wonosari(Mojokerto)
GLT
Glatik
WTS
Wates
NGW
Nglawang
JPN–BG
JPN
Japanan
GEM
Gempol MSM
WO–BG
PR
Porong
WO–BG

Jalur trem Mojokerto–Japanan–Porong merupakan salah satu dari jalur trem nonaktif di Jawa Timur dengan panjang jalur 38 km, termasuk dalam Wilayah Aset VIII Surabaya. Jalur ini dibangun oleh perusahaan Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM) dan seluruhnya dibuka pada 1 November 1898. Jalur ini juga sepaket dengan jalur menuju Pandaan yang kemudian dipanjangkan lagi ke Bangil pada tanggal 18 September 1899.[1]

Sejarah

Pada 1895, Modjokerto Stoomtram Maatschappij mengambil alih konsesi selama 99 tahun untuk jalur trem Kalianyar–Mojokerto, Melikan (Japanan)–Porong, dan Pandaan–Sengon dari J.F. Colinet.[2]: 113  Hal ini tertuang dalam Besluit Nomor 1 pada 31 Desember 1895. Pada 1 November 1898, jalur trem Porong–Mojokerto sepanjang 37,7 kilometer selesai dibangun.[2]: 66  Segmen antara Porong dan Gempol sepanjang 1,44 km digunakan bersama dengan Staatsspoorwegen.[2]: 123 

Pabrik Gula Japanan, Pabrik Gula Bangsal, dan Pabrik Gula Sedati dilayani oleh jalur ini. MSM memulai pembangunannya di sisi barat Stasiun Porong milik Staatsspoorwegen (SS) yang semula jalurnya terpisah dari jalur SS Surabaya–Pasuruan. Seiring waktu jalur itu dicabut dan disatukan dengan jalur SS di daerah Gempol untuk efisiensi pelayanan.

Sebagian jalur trem MSM ditutup karena telah dibongkar untuk keperluan perang, menyisakan lintas Mojokerto–Japanan dan Bangil–Pandaan. Riwayatnya juga pernah dicatat oleh Abdul Haris Nasution. Salah satu trem di jalur ini dihentikan perjalanannya pada tanggal 7 Februari 1949 oleh para gerilyawan. Saat dihentikan, para gerilyawan bertanya apakah ada orang Belanda di dalam rangkaian trem tersebut. Orang-orang Belanda tersebut akan ditawan jika kedapatan ada di dalam trem.[3]

Bahkan, setelah perang, Dinas Bangunan DKA sejak 1949-1950 juga terpaksa harus merenovasi jalur-jalurnya agar trem di jalur-jalur MSM ini dapat beroperasi kembali. Dalam sejarah kelam bangsa Indonesia, orang-orang yang tertuduh PKI pernah disiksa di jalur Bangil–Pandaan, di atas gerbong penolong NR 9 yang saat ini disimpan di Depo Lokomotif Bangil. Jasadnya dibuang di atas Kali Porong (terusan dari Kali Brantas).[4] Jalur ini tak lama kemudian ditutup pada tahun 1969 karena dianggap tidak cocok dengan rencana tata ruang Mojokerto serta sebagian besar dari jaringan jalur trem MSM yang tepat berada di sebelah bahu Jalan Nasional.

Jalur terhubung

Lintas aktif

Lintas nonaktif

Layanan trem

Saat ini, tidak ada layanan trem yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiun

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Mojokerto–Japanan–Porong
Diresmikan pada tanggal 1 November 1898
oleh Modjokerto Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4800 Mojokerto OJS
(Mojokerto Kota)
MKTMiji, Kranggan, Mojokertokm 1+500Tidak beroperasi
4600Mojokerto
Transit di selatan emplasemen
MRJalan Bhayangkara 20, Miji, Kranggan, Mojokertokm 57+358 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 36+126 lintas Porong-Japanan-Mojosari-Mojokerto
+22 mBeroperasi120px-StasiunMojokerto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
4801 Bengkel Gatul
(Werkplaats Gatul)
BKGkm 34+630Tidak beroperasi
4802 Kenanten KNTKenanten, Puri, Mojokertokm 33+260Tidak beroperasi
4803 Jabon JABkm 32+380Tidak beroperasi
4804 Bangsal(Mojokerto) BGSBangsal, Bangsal, Mojokertokm 29+360
km 0+000 lintas Bangsal-Pugeran
Tidak beroperasi
4805 Pabrik Bangsal PBBBangsal, Bangsal, Mojokertokm 29+120Tidak beroperasi
4806 Sawahan SWHSawahan, Mojosari, Mojokertokm 27+470Tidak beroperasi
4807 Ngranggon NGGkm 25+145Tidak beroperasi
4808 Pekukuan PKKPekukuhan, Mojosari, Mojokertokm 23+786Tidak beroperasi
4809 Menanggal MNGkm 22+170Tidak beroperasi
4811 Mojosari MJSJalan Raya Mojosari, Mojosari, Mojosari, Mojokertokm 20+604Tidak beroperasi
4812 Ketok KEOkm 18+950Tidak beroperasi
4813 Pungging PIGPungging, Pungging, Mojokertokm 17+475Tidak beroperasi
4814 Kembangan KMBkm 15+750Tidak beroperasi
4815 Bangsri BAIkm 13+194Tidak beroperasi
4816 Ngoro (MSM) NRkm 10+790Tidak beroperasi
4817 Wonosari (Mojokerto) WSRkm 8+950Tidak beroperasi
4818 Glatik GLTkm 7+570Tidak beroperasi
4819 Wates (Mojokerto) WTSkm 6+140Tidak beroperasi
4821 Nglawang NGWkm 4+835Tidak beroperasi
4822 Japanan JPNKejapanan, Gempol, Pasuruankm 1+680 lintas Porong–Japanan–Pandaan–BangilTidak beroperasi120px-Ex_Area_Stasiun_Japanan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
4823 Gempol MSM GEMGempol, Gempol, Pasuruankm 0+670Tidak beroperasi
4656PorongPRMindi, Porong, Sidoarjokm 34+651 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan
km 0+000 lintas Porong-Japanan-Mojosari-Mojokerto
+6 mBeroperasi120px-Stasiun_Porong%2C_Tampak_Depan_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [5][6]
  • Pengidentifikasi stasiun: [7]
  • Tanggal pembukaan jalur: [8]: 106–124 

Galeri

  • Bekas abutmen jembatan KA di Kali Kembang.
    Bekas abutmen jembatan KA di Kali Kembang.
  • Peta lama era Hindia Belanda. Garis merah tebal menunjukkan jalur trem milik KSM (di wilayah Kediri dan Jombang) dan MS (di wilayah Malang), sementara jalur berwarna hijau merupakan jalur trem MSM (di wilayah Mojokerto-Pandaan). Sedangkan hitam merupakan jalur kereta api milik SS (kecuali garis hitam atas; Bojonegoro–Babat–Lamongan–Surabaya dan Sumari–Gresik adalah milik NIS).
    Peta lama era Hindia Belanda. Garis merah tebal menunjukkan jalur trem milik KSM (di wilayah Kediri dan Jombang) dan MS (di wilayah Malang), sementara jalur berwarna hijau merupakan jalur trem MSM (di wilayah Mojokerto-Pandaan). Sedangkan hitam merupakan jalur kereta api milik SS (kecuali garis hitam atas; Bojonegoro–Babat–Lamongan–Surabaya dan Sumari–Gresik adalah milik NIS).
  • Bekas jembatan busur dekat dengan Halte Nglawang.
    Bekas jembatan busur dekat dengan Halte Nglawang.
  • Sisa jalur kereta api Mojokerto–Japanan selepas jembatan di sekitar Watukosek, Mojokerto.
    Sisa jalur kereta api Mojokerto–Japanan selepas jembatan di sekitar Watukosek, Mojokerto.
  • Salah satu sisa rel dari jalur kereta api Mojokerto–Japanan dekat jalur lengkung Stasiun Japanan.
    Salah satu sisa rel dari jalur kereta api Mojokerto–Japanan dekat jalur lengkung Stasiun Japanan.
  • Foto udara kondisi perempatan Japanan pada masa Agresi Militer Belanda, tampak sebuah gerbong barang terpakir di rel lengkung Japanan.
    Foto udara kondisi perempatan Japanan pada masa Agresi Militer Belanda, tampak sebuah gerbong barang terpakir di rel lengkung Japanan.
  • Foto udara kondisi perempatan Japanan, tampak emplasemen Stasiun Japanan yang berada di sisi jalan raya Surabaya-Malang.
    Foto udara kondisi perempatan Japanan, tampak emplasemen Stasiun Japanan yang berada di sisi jalan raya Surabaya-Malang.
  • Foto udara daerah Gempol, tampak jalur kereta dari arah Stasiun Japanan menuju Halte Gempol menikung ke kanan.
    Foto udara daerah Gempol, tampak jalur kereta dari arah Stasiun Japanan menuju Halte Gempol menikung ke kanan.

Referensi

  1. ↑ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
  2. 1 2 3 Reitsma, Steven Anne (1928). Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen (dalam bahasa Belanda). Weltevreden: G. KOLFF & Co.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Nasution, A.H. (1977). Sekitar perang kemerdekaan Indonesia. Vol. 10. Jakarta: Dinas Sejarah TNI AD.
  4. ↑ "Lokomotif dan Gerbong Kereta Api Paling Horor di Indonesia". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2018-05-02.
  5. ↑ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |link= diabaikan
  6. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  7. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  8. ↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.


Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan