Selasa, 13 Oktober 2026
03:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Sorga Palsoe

Film Hindia Belanda tahun 1941

Bagikan:
Sorga Palsoe
SutradaraTan Tjoei Hock
CeritaFred Young
Pemeran
  • Lo Tjin Nio
  • Tong Hui
  • Lim Pun Tjiaw
  • Rohana
Penata musikMas Sardi
Perusahaan
produksi
Java Industrial Film
Tanggal rilis
  • 1941 (1941)(Hindia Belanda)
NegaraHindia Belanda
BahasaIndonesia

Sorga Palsoe ([sɔrˈgapalˈsu]) adalah film Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tahun 1941 yang disutradarai Tan Tjoei Hock untuk Java Industrial Film. Tragedi yang dibintangi Lo Tjin Nio, Tong Hui, Lim Pun Tjiaw, dan Rohana gagal di pasaran. Film ini diduga hilang dari peredaran.

Alur

Hian Nio tidak senang karena ibunya, Roti, memperlakukannya dengan buruk dan lebih menyukai saudara-saudaranya. Suatu hari, kekasih Hian Nio, Kian Bie, dipecat dari tempat kerjanya. Mantan majikan Kian Bie, Bian Hong, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikahi Hian Nio. Ia tidak senang dan meninggalkan Bian Hong dan putri mereka setahun kemudian. Akhirnya, Hian Nio kembali bertemu putrinya dan meninggal dunia tidak lama kemudian.[1]

Produksi

Sorga Palsoe disutratarai Tan Tjoei Hock untuk Java Industrial Film milik The Teng Chun. Ini adalah film keempatnya setelah Dasima, Matjan Berbisik, dan Melati van Agam (semuanya 1940).[2] Ceritanya, yang melawan arus film berorientasi pribumi saat itu, ditulis oleh Fred Young.[1] Ini adalah keterlibatan pertama Young dalam industri perfilman.[3]

Film ini dibintangi Lo Tjin Nio, Tong Hui, Lim Pun Tjiaw, dan Rohana.[1] Syuting film hitam putih ini dimulai tanggal 27 Desember 1940 dan rampung pada Januari 1941.[1] Musiknya ditangani Mas Sardi.[4]

Rilis dan tanggapan

Sorga Palsoe ditayangkan di Surabaya, Jawa Timur, pada akhir Februari 1941[5] dan di Medan, Sumatera Utara, pada April.[6] Film yang ditargetkan pada penonton kelas bawah tak berpendidikan ini[7] gagal di pasaran.[1] Ulasan anonim di harian Soerabaijasch Handelsblad menyebut film ini berakhir trafis dan menekankan peran etnis Cina dalam produksinya.[8]

Film ini bisa jadi tergolong film hilang. Antropolog visual Amerika Serikat Karl G. Heider menulis bahwa semua film Indonesia yang dibuat sebelum 1950 tidak diketahui lagi keberadaan salinannya.[9] Akan tetapi, Katalog Film Indonesia yang disusun JB Kristanto menyebutkan beberapa film masih disimpan di Sinematek Indonesia dan Biran menulis bahwa sejumlah film propaganda Jepang masih ada di Dinas Informasi Pemerintah Belanda.[10]

Referensi

Kutipan

Pranala luar

Sutradara
Penulis
  • Sehidup Semati (1949)
  • Saputangan (1949)
  • Bengawan Solo (1949)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan