Selasa, 03 November 2026
06:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Tan Tjoei Hock

Wartawan dan pembuat film Tionghoa-Indonesia

Bagikan:
Jurnalis dan pembuat film berlatar belakang Tionghoa-IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Jurnalis dan pembuat film berlatar belakang Tionghoa-Indonesia
Tan Tjoei Hock
Lahir(1908-04-15)15 April 1908
Meninggal1984
Nama lainTanu Trh.
PekerjaanJurnalis
Dikenal karenaPenyutradaraan film

Tan Tjoei Hock (15 April 1908 – 1984) dulu adalah seorang jurnalis dan pembuat film berlatar belakang Tionghoa-Indonesia. Lahir di Batavia, ia kemudian bertemu dengan The Teng Chun pada akhir dekade 1930-an. Tan adalah salah satu sutradara paling produktif di Hindia Belanda antara tahun 1940 hingga 1941, dengan menyutradarai sembilan film – terutama film aksi.

Biografi

Tan lahir di Batavia (kini Jakarta), Hindia Belanda, pada tanggal 15 April 1908. Ia lalu berhenti sekolah saat masih tahun pertama di SLTA.[1] Pada akhir dekade 1930-an, Tan telah menjadi seorang pebisnis,[1] dan menghabiskan waktunya di malam hari dengan menjadi asisten sukarela di sebuah kelompok drama yang kerap tampil di Prinsen Park (kini Lokasari). Saat sedang menjadi asisten, Tan bertemu dengan The Teng Chun, yang kemudian mengajaknya untuk bekerja di Java Industrial Film (JIF) milik The.[2]

Fim pertama Tan di JIF adalah Dasima, yang menceritakan seorang wanita yang dimanfaatkan oleh pria yang menikahinya, karena pria tersebut sebenarnya tidak mencintainya. Cerita di film tersebut pun berbeda dengan di sumbernya,[3] yakni novel Tjerita Njai Dasima karya G. Francis tahun 1896.[4] Film tersebut kemudian diikuti oleh Matjan Berbisik, sebuah drama yang menceritakan dua anak laki-laki bersaudara yang bersaing ketat untuk mendapatkan cinta dari seorang wanita;[5] Sorga Palsoe, sebuah drama yang menceritakan perselisihan di dalam sebuah keluarga Tionghoa;[6] dan Melati van Agam, adaptasi kedua dari drama berjudul sama karya Parada Harahap.[7]

Pada tahun 1941, Tan menyutradarai sejumlah film lain, dimulai dengan Si Gomar. Film yang menceritakan dua orang bersaudara yang telah lama terpisah dan hampir menikahi satu sama lain tersebut merupakan film fitur pertama dari Tan Tjeng Bok, mantan bintang teater di Dardanella.[8] Tan kemudian melanjutkan dengan sejumlah film pada tahun 1941, seperti Srigala Item, sebuah adaptasi dari The Mark of Zorro;[9] Matula, sebuah film tentang cinta dan sihir;[10] Singa Laoet, yang menceritakan sekelompok perompak;[11] dan Tengkorak Hidoep,[12] yang disebut sebagai film horor pertama yang diproduksi di Indonesia.[a][13] Walaupun hanya aktif selama dua tahun, Tan adalah salah satu sutradara paling aktif di Hindia Belanda pada periode tersebut.[14]

Pada masa pendudukan Jepang, yang menyebabkan hampir semua perusahaan produksi film di Indonesia ditutup, Tan fokus di bidang jurnalisme.[2] Namun, Tan kemudian bercerita kepada sejarawan film Indonesian Misbach Yusa Biran bahwa ia berhasil menyelesaikan Air Mata Iboe selama pendudukan Jepang.[15] Selama masa pendudukan Jepang, Tan terutama menulis tentang olahraga, dan kemudian menulis kilas balik tentang kehidupan di Hindia Belanda.[1] Ia juga menulis sejumlah film untuk Young pada tahun 1949, walaupun tidak lagi aktif sebagai sutradara.[16] Selama dekade 1950-an, Tan menjadi kepala editor dari majalah Djaja,[1] dan menulis dengan pseudonim Tanu Trh. Ia pun tetap aktif hingga meninggal pada tahun 1984.[5]

Filmografi

Tan terlibat di proses produksi dari 12 film dalam jangka waktu sepuluh tahun, dengan menjadi sutradara di 9 film di antaranya.[16] Sejumlah film Tan berada di bawah naungan anak usaha JIF, yakni Action Film,[17] dan menargetkan penonton kelas bawah.[18] Sebagian besar film Tan cukup sukses,[2] walaupun sebagian lain, seperti Sorga Palsoe, tidak terlalu sukses.[6]

Catatan

  1. ↑ JB Kristanto, dalam katalog film Indonesia buatannya, menyebut Lisa (1971) sebagai film horor pertama yang diproduksi di Indonesia; sementara Tengkorak Hidoep diklasifikasikan sebagai film petualangan di katalognya.[13]

Referensi

Catatan kaki

Bibliografi

  • Biran, Misbach Yusa (2009). Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa [History of Film 1900–1950: Making Films in Java] (dalam bahasa Indonesian). Komunitas Bamboo working with the Jakarta Art Council. ISBN 978-979-3731-58-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Dasima". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juli 2012. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Irwansyah, Ade (30 Oktober 2011). "Tahukah Anda: Apa Film Horor Indonesia Pertama?" [Did You Know: The First Indonesian Horror Film?]. Tabloid Bintang (dalam bahasa Indonesian). Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 26 September 2012. Diakses tanggal 26 September 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Matjan Berbisik". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juli 2012. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Matula". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Juli 2012. Diakses tanggal 26 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Melati Van Agam". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juli 2012. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Si Gomar". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juli 2012. Diakses tanggal 27 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Singa Laoet". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juli 2012. Diakses tanggal 27 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Sorga Palsoe". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Juli 2012. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Srigala Item". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juli 2012. Diakses tanggal 25 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Tan Tjoei Hock". Encyclopedia of Jakarta (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Jakarta City Government. Diarsipkan dari asli tanggal 26 September 2012. Diakses tanggal 26 September 2012.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Tan Tjoei Hock" [Tan Tjoei Hock]. filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 26 September 2012. Diakses tanggal 26 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Tan Tjoei Hock | Filmografi" [Tan Tjoei Hock | Filmography]. filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 23 September 2012. Diakses tanggal 23 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Tengkorak Hidoep". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Konfidan Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Juli 2012. Diakses tanggal 27 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Sutradara
Penulis
  • Sehidup Semati (1949)
  • Saputangan (1949)
  • Bengawan Solo (1949)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan