Senin, 28 September 2026
12:49 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Si Gomar

Si Gomar

film Hindia Belanda tahun 1941

Si Gomar
250px-Poster_si_gomar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Iklan
SutradaraTan Tjoei Hock
ProduserThe Teng Chun
Pemeran
Penata musikMas Sardi
Perusahaan
produksi
Java Industrial Film
Tanggal rilis
  • September 1941 (1941-09)(Hindia Belanda)
NegaraHindia Belanda
BahasaIndonesia

Si Gomar adalah film tahun 1941 dari Hindia Belanda yang ditulis dan disutradarai Tan Tjoei Hock dan diproduseri The Teng Chun. Film yang dibintangi Hadidjah, Mohamad Mochtar, dan Tan Tjeng Bok ini mengisahkan perjalanan kakak adik yang terpisahkan oleh perampok dan tidak jadi menikah setelah keduanya dikenali oleh sepupu mereka.

Alur

Setelah kejar-kejaran dengan perampok, Badjoeri dan putranya, Soebardja, terpisahkan oleh sungai. Istri dan putri Badjoeri, Ramina dan Mariani, ditangkap oleh kawanan perampok. Meski mereka berhasil kabur berkat bantuan Wirama, Ramina akhirnya meninggal dunia. Badjoeri juga meninggal sesaat setelah meninggalkan Soebardja dengan Mansur.

Sekian tahun berlalu, Soebardja dan Mariani pun bersiap menikah. Karena mereka dibesarkan secara terpisah oleh orang-orang yang berbeda pula, mereka tidak sadar bahwa mereka adalah kakak adik. Pernikahan mereka batal setelah sepupu mereka, Ismail, mengenali hubungan kedua calon mempelai ini.[1]

Produksi

Si Gomar ditulis dan disutradarai Tan Tjoei Hock untuk Action Film, anak perusahaan Java Industrial Film (JIF). Film ini diproduseri The Teng Chun, pemilik perusahaan ini,[2] yang mempekerjakan Tan pada tahun 1940 setelah melihatnya di Prinsen Park (sekarang Lokasari).[3] Pengarahan seninya ditangani oleh Hajopan Bajo Angin. Musik film ditangani oleh Mas Sardi, sedangkan suaranya oleh saudara The Teng Chun, TS The.[2]

Hadidjah, Mohamad Mochtar, dan Tan Tjeng Bok adalah bintang utama Si Gomar. Film ini juga dibintangi Bissu, Aysah, M. Sani, dan Said Thalib. Hadidjah dan Tan Tjeng Bok mengambil peran ganda; Hadidjah memerankan Ramina dan Mariani, sementara Tan Tjeng Bok memerankan Badjoeri dan Soebardja.[1] Syuting film hitam putih ini selesai bulan Agustus 1941.[4]

Rilis dan tanggapan

Si Gomar dirilis bulan September 1941. Ulasan anonim di Pertjatoeran Doenia dan Film memuji film ini, khususnya akting Tan Tjeng Bok dalam memerankan dua tokoh dan efek visualnya seperti gunung meletus dan kebakaran hutan.[5]

Tidak lama setelah Si Gomar rampung, Action Film mulai memproduksi film lain, Singa Laoet.[4] Singa Laoet melibatkan pemeran dan kru yang sama.[6] Action Film bekerja sama dengan JIF menjadi studio paling produktif di Hindia Belanda sampai pendudukan Jepang dimulai bulan Maret 1942, sehingga semua studio dibubarkan kecuali satu.[7]

Si Gomar ditayangkan pada Desember 1943.[8] Film ini bisa jadi tergolong film hilang. Antropolog visual Amerika Serikat Karl G. Heider menulis bahwa semua film Indonesia yang dibuat sebelum 1950 tidak diketahui lagi keberadaan salinannya.[9] Film-film yang dibuat di Hindia Belanda direkam di film nitrat yang mudah terbakar. Setelah kebakaran menghanguskan sebagian besar gudang Produksi Film Negara tahun 1952, film-film nitrat lama ikut lenyap.[10] Akan tetapi, Katalog Film Indonesia yang disusun JB Kristanto menyebutkan beberapa film masih disimpan di Sinematek Indonesia dan Misbach Yusa Biran menulis bahwa sejumlah film propaganda Jepang masih ada di Dinas Informasi Pemerintah Belanda.[11]

Referensi

Sumber

  • "Action Production: Si Gomar". Pertjatoeran Doenia dan Film (dalam bahasa Indonesia). Batavia: 47. September 1941.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Berita Djawa no. 19 sebagai Pendahoeloean Film Si Gomar di Kranggan". Soeara Asia (dalam bahasa Indonesia). Yogyakarta. 27 Desember 1943. hlm. 2. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-11. Diakses tanggal 2014-01-19.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Biran, Misbach Yusa (2009). Sejarah Film 1900–1950: Bikin Film di Jawa (dalam bahasa Indonesia). Komunitas Bamboo bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta. ISBN 978-979-3731-58-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Biran, Misbach Yusa (2012). "Film pada Masa Kolonial". Indonesia dalam Arus Sejarah: Masa Pergerakan Kebangsaan (dalam bahasa Indonesia). Vol. V. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 268–93. ISBN 978-979-9226-97-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Heider, Karl G. (1991). Indonesian Cinema: National Culture on Screen. Honolulu: University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-1367-3.
  • "Kredit Si Gomar". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-01-11. Diakses tanggal 11 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Si Gomar". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-07-27. Diakses tanggal 27 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) (juga tersedia dalam bahasa Inggris)
  • "Singa Laoet". filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Konfiden Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-07-27. Diakses tanggal 27 Juli 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • "Tan Tjoei Hock". Encyclopedia of Jakarta (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-26. Diakses tanggal 26 September 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • "Warta Studio". Pertjatoeran Doenia dan Film (dalam bahasa Indonesia). Batavia: 28. Agustus 1941.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Sutradara
Penulis
  • Sehidup Semati (1949)
  • Saputangan (1949)
  • Bengawan Solo (1949)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan