Sabtu, 26 September 2026
21:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Srigala Item

Srigala Item

film Hindia Belanda tahun 1941

Srigala Item
Poster film
Poster
SutradaraTan Tjoei Hock
ProduserThe Teng Chun
SkenarioTan Tjoei Hock
Pemeran
  • Hadidjah
  • Moh Mochtar
  • Tan Tjeng Bok
Penata musikMas Sardi
SinematograferThe Teng Gan
EditorThe TS
Perusahaan
produksi
Java Industrial Film
Tanggal rilis
  • 1941 (1941)(Hindia Belanda)
NegaraHindia Belanda
BahasaIndonesia

Srigala Item (juga dipasarkan dengan judul Belanda De Zwarte Wolf) adalah film Hindia Belanda tahun 1941 yang disutradarai Tan Tjoei Hock dan diproduseri The Teng Chun untuk Action Film. Dibintangi Hadidjah, Mohammad Mochtar, dan Tan Tjeng Bok, alur film ini (terinspirasi oleh Zorro) mengisahkan seorang pemuda yang menjadi penghakim bertopeng yang hendak balas dendam terhadap pamannya. Srigala Item sukses di pasaran yang menurut Misbach Yusa Biran disebabkan oleh alur eskapismenya. Salinan film hitam putih yang memakai musik keroncong ini disimpan di Sinematek Indonesia.

Alur

Melalui kekerasan, Djoekri (Tan Tjeng Bok) berhasil mengendalikan kekayaan dan perkebunan Soemberwaras milik saudaranya, Mardjoeki (Bissoe). Mardjoeki hilang dan meninggalkan putranya yang sudah dewasa, Mochtar (Mohammad Mochtar). Di perkebunan tersebut, si pemuda diperlakukan sebagai pelayan dan sering dipukuli Djoekri dan anak buahnya, Hasan. Putra Djoekri, Joesoef (Mohammad Sani), hidup bergelimang harta.

Tidak lama kemudian, segala aktivitas Djoekri menjadi target seorang pria bertopeng berjulukan "Srigala Item". Ia juga mengungkap usaha Joesoef untuk merayu Soehaemi (Hadidjah), orang yang dicintai Mochtar. Djoekri muak diganggu Srigala Item dan berkelahi dengannya. Meski Djoekri hampir menang, Srigala Item lebih unggul. Kelak diketahui bahwa Mardjoeki masih hidup dan Mochtar adalah si Srigala Item.[1]

Produksi

Film ini ditulis dan disutradarai Tan Tjoei Hock untuk Action Film, anak perusahaan Java Industrial Film (JIF) milik The Teng Chun.[2] Tan, yang pertama kali menjadi sutradara tahun 1940,[3] terinspirasi dari cerita seputar bandit fiksi Zorro karangan Johnston McCulley.[a] Seperti bandit Amerika, Srigala Item memakai cambuk dan berpakaian serba hitam.[2] Film hitam putih ini direkam oleh saudara The Teng Chun, Teng Gan. Hajopan Bajo Angin menjabat sebagai desainer artistiknya.[4]

Film ini dibintangi Hadidjah dan Mohammad Mochtar yang pertama kali akting bersama di Alang-Alang (1939) besutan JIF dan dipromosikan sebagai pasangan selebritas saingan Raden Mochtar dan Roekiah dari Tan's Film.[5] Film ini juga dibintangi Bissoe, Tan Tjeng Bok, dan Mohammad Sani.[2] Bissoe mengawali karier perfilmannya di Oh Iboe buatan JIF tahun 1938,[6] sedangkan Sani pertama muncul di JIF pada tahun 1940.[7] Tan Tjeng Bok, mantan bintang panggung Dardanella, mengawali karier perfilmannya di sini.[8]

Musik Srigala Item memakai gaya keroncong yang masih populer pada waktu itu. Musiknya digubah oleh Mas Sardi.[9] Hadidjah menjadi penyanyi dua lagu, "Ja. Ja. Ja. Ja." dan "Termenoeng-Menoeng";[10] Tan Tjeng Bok juga dikabarkan menyanyikan sebuah lagu.[9]

Rilis dan tanggapan

A man in a mask shielding a woman
Mohammad Mochtar dan Hadidjah dalam cuplikan promosi.

Srigala Item tayang perdana pada paruh pertama 1941, satu dari sembilan film yang dirilis JIF dan anak perusahaannya tahun itu.[11] Film ini kadang diiklankan dengan judul Belanda De Zwarte Wolf dan disebut-sebut sensasional, penuh aksi, dan misterius"[b][12] dan dipasarkan untuk semua umur.[12] Film ini dirilis di Batavia (sekarang Jakarta), ibu kota Hindia Belanda,[10] kemudian di Surabaya, Jawa Timur,[12] dan Singapura di Malaya Britania pada Juli 1941.[13]

Sebuah ulasan anonim Srigala Item di harian Soerabaijasch Handelsblad menyambut positif film ini dan memprediksikan kesuksesannya di pasaran.[14] Prediksi itu terwujud setelah Srigala Item merebut perhatian penonton yang kebanyakan pribumi kelas bawah.[8] Sejarawan film Indonesia Misbach Yusa Biran menyebut kesuksesan ini didongkrak oleh alur eskapismenya.[15] Ia menulis bahwa tema film berupa pemuda miskin tertindas yang berhasil mengendalikan nasibnya dengan menjadi penghakimbertopeng memungkinkan penonton menganggap diri sendiri sebagai Serigala Hitam dan balas dendam terhadap semua orang yang menindas mereka.[9]

Action Film dan JIF terus membuat film sampai awal pendudukan Jepang di Hindia Belanda pada tahun 1942. Pendudukan ini mengakibatkan ditutupnya semua studio film kecuali satu. Pemeran Srigala Item dan Tan tetap bekerja di JIF sampai perusahaan ini ditutup.[16] Menurut Katalog Film Indonesia yang disusun JB Kristanto, salinan Srigala Item disimpan di Sinematek Indonesia, Jakarta.[2] Rol filmnya rusak akibat asam sehingga ada beberapa bagian yang dipotong.[17]

Catatan penjelas

  1. ↑ Beberapa sumber tidak sepakat tentang versi mana yang menjadi inspirasi. Kristanto (Filmindonesia.or.id, Srigala Item) menyebut The Mark of Zorro (1940). (Said, McGlynn & Boileau 1991, hlm. 28) menyebut versi panggung dari pertunjukannya.
  2. ↑ Teks asli: "... sensationeele, actievolle en mysterieuze"

Referensi

Bacaan lanjutan

Sutradara
Penulis
  • Sehidup Semati (1949)
  • Saputangan (1949)
  • Bengawan Solo (1949)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan