Minggu, 27 September 2026
20:46 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Bissu (pemeran)

Bissu (pemeran)

pemeran laki-laki asal Indonesia

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Bissu" pemeran – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Bissu Usman
250px-Bissu_P%26K_Apr_1953_rear_cover.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bissu pada tahun 1953
Lahir(1901-06-04)4 Juni 1901
Meninggal14 Desember 1974(1974-12-14) (umur 73)
PekerjaanAktor
Masa aktif1938 - 1974

Bissu Usman (4 Juni 1901 – 14 Desember 1974) adalah pemeran asal Indonesia. Ia dikenal luas oleh masyarakat pada era sejak tahun 1930-an hingga tahun 1970-an.

Keluarga

Ayahnya bernama Wonokromo. Sebetulnya ayahnya berasal dari Jawa, sebagai marsose ditempatkan di Aceh, maka itu Bissu lahir di situ. Selain sebagai marsose, ayahnya juga adalah peniup trompet pada zaman Hindia Belanda. Tapi kemudian dibesarkan di daerah Bogor, karena begitu ayahnya pensiun, memilih daerah tersebut untuk menetap. Bissu menikah dua kali dan memiliki 7 anak.[butuh rujukan]

Pendidikan

Bissu pernah duduk di HIS cuma sampai kelas 5 saja.[butuh rujukan]

Karier

Awal karier

Tahun 1918 bekerja di Algemeene Secretarie Bogor sebagai Sechrif Beamte. Tiga tahun kemudian berhenti karena tertarik pada kesenian Sunda, maka dijelajahinyalah pengalaman sebagai anggota dari rombongan Ubrug, Betok, Laes, Reog, Doger, Sandiwara Sunda. Kemudian meningkat mempelajari permainan di panggung Stamboel-Opera. Tahun 1925 mulai main di panggung sandiwara Cina Beng Goat Lauw pimpinan Ny. Ang Goat Nio alias Miss Noni. Dikelilinginya seluruh Jawa. Pindah ke Opera Stamboel Palestina pimpinan Sumampow, lalu ke Sinar Sari pimpinan Musa yang mangkal di Prinsen Park (sekarang Lokasari), tidak jauh dari studio film JIF.[butuh rujukan]

Dunia film

Dari situlah kemudian The Teng Chun menariknya menjadi pemain film produksinya. Pada filmnya yang pertama dan kedua, “Oh Iboe” dan “Tjiandjoer” (1938), Bissu sebagai pemeran utama, sejak munculnya Moch. Mochtar dalam “Alang-Alang” (1939), Bissu selalu muncul dalam peran penjahat. Dimasa pendudukan Jepang ia kembali ke sandiwara, lalu bergabung dengan rombongan hiburan Keimin Bunka Shidosho untuk menghibur tentara, romusha, dan lain-lain. Dan masa revolusi dilaluinya sebagai tukang loak.[butuh rujukan]

Setelah kemerdekaaan

Sejak tahun 1950 kembali main film, tetapi sudah tidak mendapat peranan yang cukup berarti. Ia main di studio film Persari dan Panah Mas. Dalam masa film berwarna belakangan ini pun tetap mendapat kesempatan, mesti tidak terlalu penting. Antara lain dalam "Tiada Maaf Bagimu"sebagai peminta-minta. Filmnya yang terakhir Nafsu Gila”(1974) dan Ratu Amplop”(1974).[butuh rujukan]

Penghargaan

Mendapat penghargaan dari Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1972.[butuh rujukan]

Kehidupan pribadi

Nama sebenarnya adalah Usman. Dia dipanggil Bissu kerana dia baru bisa berbicara ketika usianya menginjak 10 tahun. Menjelang akhir hayatnya seringkali ia mengungkapkan prestasinya bahwa dialah satu-satunya pemain yang tidak pernah punya rumah sendiri. Dari dulu hanya menumpang di rumah mertua.[butuh rujukan]

Filmografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan