Jumat, 06 November 2026
16:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Pemeran

Pemeran

orang yang berperan dalam produksi drama atau komik dan bekerja dalam film, televisi, teater, atau radio

Bagikan:
330px-William_Hogarth_-_David_Garrick_as_Richard_III_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
David Garrick di atas panggung pementasan drama Richard III

Pemeran atau pelakon adalah seseorang yang memerankan suatu tokoh dalam fiksi,[1] baik dalam media tradisional seperti teater, maupun di media modern seperti film, radio, dan televisi. Istilah "aktor" berasal dari bahasa Yunani ὑποκριτής (hupokritḗs), yang secara harfiah artinya adalah "penjawab".[2] Seni peran yang dilakukan oleh pemeran dalam memerankan karakter, baik berdasarkan tokoh nyata maupun fiksi, sering diistilahkan sebagai "peran suatu pemeran". Istilah ini juga terkait dengan penggunaan gulungan dalam teater klasik. Proses disajikannya suatu tokoh oleh pemeran bisa terjadi bahkan ketika mereka "memerankan diri mereka sendiri" dalam bentuk seni pertunjukan percobaan.

Di zaman Yunani kuno, abad pertengahan, dan selama periode William Shakespeare di Inggris, secara umum, hanya pria yang diperbolehkan untuk berperan sebagai pemeran, sehingga peran perempuan sering kali diperankan oleh pria atau anak lelaki.[3] Meskipun di Romawi Kuno ada perempuan yang berperan di panggung, hanya sedikit dari mereka yang mendapatkan peran berbicara. Namun, tradisi commedia dell'arte di Italia telah memungkinkan perempuan yang ahli untuk tampil sejak awal. Lucrezia Di Siena, yang namanya tercatat dalam perjanjian pemeran sejak 10 Oktober 1564, dan diakui sebagai pemeran perempuan Italia pertama yang terkenal. Vincenza Armani dan Barbara Flaminia termasuk di antara sripanggung dan pemeran perempuan pertama yang dokumentasi mengenai kehidupan mereka cukup terkenal di Italia, dan juga di Eropa secara keseluruhan.[4] Setelah Restorasi Inggris pada tahun 1660, perempuan mulai tampil di atas panggung di Inggris. Dalam dunia modern, terutama dalam pertunjukan pantomim dan beberapa opera, perempuan terkadang memainkan peran anak lelaki atau pria muda.[5]

250px-P_Ramlee_Dunia_Film_15_May_1954_p20.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelawak komedi Malaysia P. Ramlee.

Pendidikan seorang pemeran

Pemeran di Indonesia

Di Jakarta pernah ada sekolah yang menawarkan jurusan pendidikan seni peran melalui penjurusan Seni Teater, yaitu Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) dengan dosen-dosen seperti Asrul Sani dan D. Djajakoesoema. Sekolah ini menghasilkan bintang-bintang besar pada masa lalu seperti Soekarno M. Noer, Teguh Karya, Wahyu Sihombing, dan lain-lainnya.

Setelah ATNI bubar, muncullah Akademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI) di Yogyakarta yang didirikan oleh Sri Murtono. Kemudian muncul Akademi Teater di Bandung. Selanjutnya terdapat pula jurusan teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta. Lulusan jurusan teater IKJ yang terkemuka antara lain adalah Deddy Mizwar, Didi Petet, Sena A. Utoyo, Edi Riwanto, Joseph Ginting, Mathias Muchus, Eeng Saptahadi, Krisno Bosa, Arthur Tobing, Jeremias Nyangoen, Linda Djatnika, Epy Kusnandar, Derry Drajat, Yadi Timo, Bagus Arsana, Ucok R. Siregar, O'im Ibrahim, Riyanto, Ana Pinem, Jerio Jeffry, Ence Bagus Hartono, dan sebagainya.

Referensi

  1. ↑ "The dramatic world can be extended to include the 'author', the 'audience' and even the 'theatre'; but these remain 'possible' surrogates, not the 'actual' referents as such" (Elam 1980, 110).
  2. ↑ "Definition of actor". Diarsipkan dari asli tanggal Januari 16, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)Hypokrites (related to our word for hypocrite) also means, less often, "to answer" the tragic chorus. See Weimann (1978, 2); see also Csapo and Slater, who offer translations of classical source material using the term hypocrisis (acting) (1994, 257, 265–267).
  3. ↑ Neziroski, Lirim (2003). "narrative, lyric, drama". Theories of Media :: Keywords Glossary :: multimedia. University of Chicago. Diakses tanggal 14 Maret 2009. For example, until the late 1600s, audiences were opposed to seeing women on stage, because of the belief stage performance reduced them to the status of showgirls and prostitutes. Even Shakespeare's plays were performed by boys dressed in drag.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Giacomo Oreglia (2002). Commedia dell'arte. Ordfront. ISBN91-7324-602-6
  5. ↑ JULIET DUSINBERRE. "Boys Becoming Women in Shakespeare's Plays" (PDF). S-sj.org. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 23 Juli 2008. Diakses tanggal 22 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber

  • Csapo, Eric, and William J. Slater. 1994. The Context of Ancient Drama. Ann Arbor: The U of Michigan P. ISBN0-472-08275-2.
  • Elam, Keir. 1980. The Semiotics of Theatre and Drama. New Accents Ser. London and New York: Methuen. ISBN0-416-72060-9.
  • Weimann, Robert. 1978. Shakespeare and the Popular Tradition in the Theater: Studies in the Social Dimension of Dramatic Form and Function. Ed. Robert Schwartz. Baltimore and London: The Johns Hopkins University Press. ISBN0-8018-3506-2.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri actor, actress, atau player di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan