Jumat, 06 November 2026
00:13 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Pinjal

Pinjal

serangga yang membentuk ordo Siphonaptera

Bagikan:
Pinjal
Rentang waktu: Jura Tengah – Sekarang
250px-Flea_Scanning_Electron_Micrograph_False_Color.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf elektron payar
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Klad: Aparaglossata
Superordo: Panorpida
(tanpa takson): Antliophora
Ordo: Siphonaptera
Latreille, 1825
Subordo
Sinonim

Aphaniptera

Artikel takson sembarang

Pinjal adalah serangga yang termasuk ordo Siphonaptera.[1] Pinjal merupakan serangga parasit yang umumnya ditemukan pada hewan, tetapi terkadang juga pada manusia.[2][3] Pinjal mengisap darah dari inang yang ditumpanginya.[2]

Beberapa spesies pinjal yang telah ditemukan antara lain pinjal kucing (Ctenocephalides felis), pinjal anjing (Ctenocephalides canis), pinjal manusia (Pulex irritans), dan pinjal melekat erat (Echidnophaga gallinacea).[3][4] Sejauh ini telah ditemukan lebih dari 2.000 spesies pinjal di seluruh dunia.[4]

Ciri-ciri fisik

250px-Flea.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pinjal kucing di bawah mikroskop x35

Pinjal tidak memiliki sayap, tetapi memiliki kaki belakang yang kuat sehingga mampu melompat dan berlari melewati rambut atau bulu pada permukaan tubuh inangnya.[4] Pinjal dewasa dapat tumbuh hingga panjang 1 sampai 3 milimeter dengan tubuh berbentuk pipih vertikal dan berwarna cokelat kemerahan atau cokelat kehitaman.[3][4]

Penyakit yang ditularkan

Pinjal hidup dari mengisap darah dari inang yang ditumpanginya.[3] Saat pinjal menggigit kulit inangnya, air ludah pinjal akan ikut masuk ke dalam jaringan kulit dan menyebabkan radang serta alergi.[3] Terkadang pinjal juga membawa agen penyakit bersamanya, seperti bibit cacing pita dan bakteri Yersinia pestis yang menyebabkan penyakit pes.[3][5] Selain itu, kotoran pinjal juga mampu menyebabkan penyakit Rickettsia jika masuk ke dalam luka gigitannya.[5]

Referensi

  1. ↑ Prof. drh. Charles Rangga Tabbu, M. Sc., Ph.D. . 2002 . Penyakit Ayam dan Penanggulangannya - Volume 2 . Penerbit Kanisius . ISBN 978-979-21-0462-2
  2. 1 2 Weller, Barbara F. . I. Hartono, Andry, II. Yudha, Egi Komara . 2005 . Kamus Saku Perawat, Edisi 22 . Penerbit Buku Kedokteran EGC . ISBN 979-448-660-4
  3. 1 2 3 4 5 6 Soeharsono . 2007 . Penyakit Zoonotik pada Anjing dan Kucing . Penerbit Kanisius . ISBN 978-979-21-1721-9
  4. 1 2 3 4 "Fleas: What Tahy Are, What To Do" (PDF). University of Florida IFAS Extension. 2009. Diakses tanggal 2014-05-17.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  5. 1 2 Djaenudin Natadisastra, dr., Sp. ParK.; Prof. Dr. Ridad Agoes, MPH . 2005 . Parasitologi Kedokteran: Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang . Penerbit Buku Kedokteran EGC . ISBN 978-979-448-790-7
Hidup
Monocondylia
D
i
c
o
n
d
y
l
i
a
Apterygota *
P
t
e
r
y
g
o
t
a
Palaeoptera
Ephemeropteroidea
Odonatoptera
N
e
o
p
t
e
r
a
Polyneoptera
Dictyoptera
E
u
m
e
t
a
b
o
l
a
Paraneoptera *
E
n
d
o
p
t
e
r
y
g
o
t
a
basal
Neuropteroidea
Coleopterida
Neuropterida
Panorpida
(Mecopterida)
Antliophora
Amphiesmenoptera
  • Empat ordo dengan spesies terbanyak dicetak tebal
  • Kelompok parafiletik dicetak miring
  • Berdasarkan Sasaki et al. (2013)
120px-Insect_collage.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Punah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan