Minggu, 04 Oktober 2026
12:24 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Sindrom Raynaud

Sindrom Raynaud

Bagikan:
Sindrom Raynaud
Nama lainRaynaud, Penyakit Raynaud, Fenomena Raynaud, Sindrom Raynaud[1]
250px-Raynaud_syndrome_on_female_airman%27s_hand.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah tangan yang berwarna pucat akibat penyakit Raynaud
Pelafalan
SpesialisasiRematologi
GejalaBagian yang terkena menjadi pucat, lalu biru, lalu merah[2]
Komplikasiulkus kulit, gangren[2]
Awitan umum15–30 tahun, biasanya perempuan[3][4]
DurasiBeberapa jam tiap serangan[2]
Faktor risikoSuhu dingin, stres emosional[2]
Metode diagnostikBerdasarkan gejala[3]
Diagnosis bandingKausalgia, eritromelalgia[5]
PengobatanMenghindari dingin, penyekat kanal kalsium, iloprost[3]
Frekuensi4%[3]

Sindrom Raynaud, juga dikenal sebagai fenomena Raynaud, adalah kondisi medis dimana terjadi spasme pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan berkurangnya aliran darah.[1] Biasanya melibatkan jari tangan, pada jari kaki lebih jarang terjadi.[1] Kondisi ini juga dapat terjadi pada hidung, telinga, atau bibir tetapi kejadiannya sangat jarang.[1] Kondisi ini mengakibatkan bagian yang terkena menjadi berwarna putih dan kemudian biru.[2] Mati rasa atau nyeri sering kali terjadi.[2] Saat aliran darah kembali, area itu menjadi merah dan terbakar.[2] Kondisi ini biasanya berlangsung beberapa menit, tetapi dapat berlangsung hingga beberapa jam.[2]

Kondisi ini sering kali dipicu oleh suhu dingin atau stres emosional.[2] Dua jenis utamanya adalah Raynaud primer, yang penyebabnya tidak diketahui, dan Raynaud sekunder, yang terjadi sebagai akibat dari kondisi lain.[3] Raynaud sekunder dapat terjadi karena gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma atau lupus, cedera pada tangan, getaran yang berkepanjangan, merokok, masalah tiroid, dan obat-obatan tertentu, seperti pil KB.[6] Diagnosis biasanya didasarkan pada gejalanya.[3]

Perawatan utama adalah menghindari hal-hal yang bersuhu dingin.[3] Langkah lainnya termasuk penghentian penggunaan nikotin atau stimulan.[3] Obat-obatan digunakan untuk menangani kasus yang tidak mengalami perbaikan, seperti golongan obat penyekat kanal kalsium dan iloprost.[3] Sangat sedikit bukti yang mendukung penggunaan pengobatan alternatif.[3] Kondisi parah umumnya jarang terjadi. Komplikasi terparah yang dapat terjadi adalah ulkus kulit atau gangren.[2]

Sekitar 4% orang di dunia mengalami kondisi ini.[3] Munculnya Raynaud primer biasanya dalam rentang usia 15 hingga 30 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita.[3][4] Raynaud sekunder biasanya menyerang orang lanjut usia.[4] Kedua bentuk ini lebih umum di daerah beriklim dingin.[4] Nama kondisi ini diambil dari nama dokter Prancis Maurice Raynaud, yang pertama kali mendeskripsikan kondisi ini pada tahun 1862.[3]

Membedakan penyakit Raynaud (Raynaud primer) dengan fenomena (Raynaud sekunder) adalah hal yang penting. Mencari tanda-tanda radang sendi atau vaskulitis, serta sejumlah tes laboratorium, dapat membedakan keduanya. Jika diduga sebagai sklerosis sistemik sekunder, salah satu alat yang dapat membantu prediksi sklerosis sistemik adalah termografi.[7]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "What Is Raynaud's?". NHLBI. 21 Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Oktober 2016. Diakses tanggal 1 Oktober 2016.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "What Are the Signs and Symptoms of Raynaud's?". NHLBI. 21 Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Oktober 2016. Diakses tanggal 1 Oktober 2016.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Wigley, FM; Flavahan, NA (11 Agustus 2016). "Raynaud's Phenomenon". The New England Journal of Medicine. 375 (6): 556–65. doi:10.1056/nejmra1507638. PMID 27509103.
  4. 1 2 3 4 "Who Is at Risk for Raynaud's?". NHLBI. 21 Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Oktober 2016. Diakses tanggal 1 Oktober 2016.
  5. ↑ Barker, Roger A. (2005). The A-Z of Neurological Practice: A Guide to Clinical Neurology (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 728. ISBN 9780521629607. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 April 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "What Causes Raynaud's?". NHLBI. 21 Maret 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Oktober 2016. Diakses tanggal 1 Oktober 2016.
  7. ↑ Anderson ME, Moore TL, Lunt M, Herrick AL (Maret 2007). "The 'distal-dorsal difference': a thermographic parameter by which to differentiate between primary and secondary Raynaud's phenomenon". Rheumatology. 46 (3): 533–8. doi:10.1093/rheumatology/kel330. PMID 17018538.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Raynaud's phenomenon.
Arteri, arteriol
dan kapiler
Inflamasi
Penyakit arteri perifer
Arteriosklerosis
Stenosis
Lainnya
Aneurisma / diseksi /
pseudoaneurisma
Malformasi vaskular
Nevus Vaskular
Vena
Inflamasi
Trombosis vena /
Tromboflebitis
Varises
Lainnya
Arteri atau vena
Tekanan darah
Hipertensi
Hipotensi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan