Jumat, 06 November 2026
07:44 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Skleroderma

Skleroderma

salah satu penyakit langka yang menyerang sistem pertahanan tubuh.[1] Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis yaitu skleroderma sistemik dan terlokalisasi.

Bagikan:
250px-MercMorphea.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skleroderma

Skleroderma adalah salah satu penyakit langka yang menyerang sistem pertahanan tubuh.[1] Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis yaitu skleroderma sistemik dan terlokalisasi.[1] Skleroderma sistemik dapat memengaruhi seluruh bagian tubuh seperti kulit, pembuluh darah, dan organ bagian dalam lainnya yang sering disebut sklerosis sistemik. Skleroderma terlokalisasi hanya memengaruhi kulit dan tidak memengaruhi harapan hidup seseorang.[1] Skleroderma sistemik menyebabkan perusakan jaringan atau fibrosis yang terbentuk di kulit maupun organ-organ bagian dalam lainnya.[1] Fibrosis akan mengubah kulit atau organ lainnya menjadi mengeras.[1] Sampai saat ini belum ada obat maupun perawatan yang telah terbukti menyembuhkan skleroderma.[1] Tanda penyakit ini bervariasi tergantung bagian mana yang diserang.[2] Gejala yang biasa timbul antara lain timbul bercak-bercak yang mengeras dan mengencang pada kulit, terjadi perubahan warna pada jari, terbentuk benjolan pada jari tangan, terbentuk benjolan pada daerah bertulang, suara berderak saat menggerakkan bagian persendian akibat peradangan jaringan, terbentuk jaringan parut di esofakus sehingga sulit menelan, gangguan penyerapan makanan sehingga menjadi turun berat badan, dan terbentuk jaringan parut pada paru sehingga penderita sulit bernapas.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "Scleroderma". Scleroderma Indonesia. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
  2. 1 2 "Scleroderma". Medica Store. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan