Senin, 21 September 2026
16:26 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Skleroderma

Skleroderma

salah satu penyakit langka yang menyerang sistem pertahanan tubuh.[1] Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis yaitu skleroderma sistemik dan terlokalisasi.

250px-MercMorphea.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Skleroderma

Skleroderma adalah salah satu penyakit langka yang menyerang sistem pertahanan tubuh.[1] Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis yaitu skleroderma sistemik dan terlokalisasi.[1] Skleroderma sistemik dapat memengaruhi seluruh bagian tubuh seperti kulit, pembuluh darah, dan organ bagian dalam lainnya yang sering disebut sklerosis sistemik. Skleroderma terlokalisasi hanya memengaruhi kulit dan tidak memengaruhi harapan hidup seseorang.[1] Skleroderma sistemik menyebabkan perusakan jaringan atau fibrosis yang terbentuk di kulit maupun organ-organ bagian dalam lainnya.[1] Fibrosis akan mengubah kulit atau organ lainnya menjadi mengeras.[1] Sampai saat ini belum ada obat maupun perawatan yang telah terbukti menyembuhkan skleroderma.[1] Tanda penyakit ini bervariasi tergantung bagian mana yang diserang.[2] Gejala yang biasa timbul antara lain timbul bercak-bercak yang mengeras dan mengencang pada kulit, terjadi perubahan warna pada jari, terbentuk benjolan pada jari tangan, terbentuk benjolan pada daerah bertulang, suara berderak saat menggerakkan bagian persendian akibat peradangan jaringan, terbentuk jaringan parut di esofakus sehingga sulit menelan, gangguan penyerapan makanan sehingga menjadi turun berat badan, dan terbentuk jaringan parut pada paru sehingga penderita sulit bernapas.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "Scleroderma". Scleroderma Indonesia. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
  2. 1 2 "Scleroderma". Medica Store. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan