Senin, 26 Oktober 2026
18:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Arteriosklerosis

Arteriosklerosis

pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak di dinding arteri

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Artikel ini bukan mengenai Aterosklerosis.
250px-Arteriosklerose.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arteriosklerosis

Arteriosklerosis perlu dibedakan dengan istilah Atherosklerosis. Arteriosklerosis merupakan proses patologis yang melibatkan jaringan pembuluh darah (arteri) yang mengalami sklerosis (pengerasan). Sedangkan Atherosklerosis merupakan proses terjadinya pembuntuan akibat terjadinya pembuntuan atherom yang letaknya berada di lumen pembuluh darah. Atheroklerosis berasal dari dua nama athero dan sklerosis. Athero berasal dari bahasa yunani yaitu athere yang berarti bubur atau lunak.[1] Arteriosklerosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan hilangnya elastisitas dari arteri atau terjadi pengerasan arteri karena penebalan dinding pembuluh nadi yang akan menyebabkan penyakit jantung degeneratif, stroke, dan penyakit arteri lainnya.[1][2] Kondisi ini merupakan proses yang samar di mana serat-serat otot dan lapisan endotelial dari dinding arteri yang kecil serta arteriole mejadi menebal.[3] Terdapat faktor-faktor risiko penngkatan arteriosklerosis diantaranya adalah hiperkolesterolema, merokok, kegemukan, hipertensi, dan gaya hidup yang monoton.[1] Faktor-faktor tersebut meruakan faktor yang dianggap saling berkaitan dalam meningkatkan proses arterioklerosis.[1] Namun, terdapat empat faktor risiko biologis yang tidak dapat diubah, yaitu usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga.[1] Wanita memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit ini.[1] Sebelum terjadi penyempitan arteri atau penyumbatan mendadak, arteriosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala.[4] Gejala bergantung pada lokasi terbentuknya, dapat berupa gejala jantung, otak, tungkai, atau tempat lain.[4] Jika arteriosklerosis menyebabkan penyempitan arteri yang berat, maka bagian tubuh yang disuplai darahnya tidak mendapatkan darah dalam jumlah memadai untuk mengangkut oksigen ke jaringan.[4] Gejala awal penyempitan arteri dapat berupa nyeri atau kram yang terjadi pada saat aliran darah tidak mencukupi kebutuhan akan oksigen.[4] Penatalaksanaan tradisional dari arteriosklerosis tergantung pada modifikasi faktor risiko, pemberian obat, dan tindakan keperawatan yang berhubungan dengan penyakit yang diakibatkan.[3] Beberapa teknik radiologi telah menunjukkan pentingnya hubungan terapeutik dengan prosedur pembedahan seperti angioplasti laser dan aterektomi rotasional.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 Arif Muttaqin (2009). Pengantar Asuhan Keperawatan Dgn Gangguan Sistem Kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika. ISBN 978-979-3027-6-6.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: panjang
  2. ↑ Jansen Silalahi (2006). Makanan Fungsional. Yogyakarta: Kanisius. ISBN 979-21-1192-1.
  3. 1 2 3 Diane C. Baughman dan JoAnn C. Hackley (2000). Keperawatan Medikal- Bedah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. ISBN 979-448-509-8.
  4. 1 2 3 4 Devi Indriasari, S.Gz. (2009). 100% Sembuh Tanpa Dokter. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Grhatama. ISBN 978-602-95259-2-2.
Arteri, arteriol
dan kapiler
Inflamasi
Penyakit arteri perifer
Arteriosklerosis
Stenosis
Lainnya
Aneurisma / diseksi /
pseudoaneurisma
Malformasi vaskular
Nevus Vaskular
Vena
Inflamasi
Trombosis vena /
Tromboflebitis
Varises
Lainnya
Arteri atau vena
Tekanan darah
Hipertensi
Hipotensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan