| Keuangan |
|---|
| bagian dari Ekonomi |
Setelmen atau penyelesaian, adalah "tahap terakhir dari pengalihan kepemilikan yang meliputi pertukaran fisik atas sekuritas atau pembayaran".[1] Setelah setelmen, kewajiban dari semua pihak telah terpenuhi dan transaksi dianggap selesai.[2]
Dalam konteks sekuritas, setelmen meliputi penyerahan kepada penerima manfaat, biasanya atas (secara simultan) pembayaran sejumlah uang, untuk memenuhi kewajiban kontraktual, sebagaimana yang timbul dari transaksi sekuritas. Saat ini, setelmen biasanya dilakukan di lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Di Amerika Serikat, tanggal setelmen untuk saham publik biasanya 1 hari kerja setelah transaksi dilakukan, atau kerap disebut sebagai "T+1."[3] Untuk obligasi pemerintah di Amerika Serikat, setelmen biasanya terjadi 1 hari setelah transaksi dilakukan. Di Eropa, tanggal setelmen ditetapkan 2 hari kerja setelah transaksi dilakukan. Sebagai bagian dari pelaksanaan kewajiban penyerahan yang timbul dari transaksi, setelmen meliputi penyerahan sekuritas dan pembayaran yang terkait. Sejumlah risiko pun muncul selama periode setelmen, yang dikelola melalui proses kliring, yang terjadi setelah transaksi dan sebelum setelmen. Kliring meliputi modifikasi kewajiban kontraktual untuk memfasilitasi setelmen, kerap melalui netting dan novasi.
Setelmen sekuritas
Setelmen meliputi penyerahan sekuritas dari satu pihak ke pihak lainnya. Penyerahan biasanya dilakukan atas pembayaran (penyerahan terhadap pembayaran), tetapi sejumlah penyerahan juga dilakukan tanpa pembayaran yang terkait (terkadang disebut sebagai penyerahan gratis atau bebas biaya[4][5]). Contoh penyerahan tanpa pembayaran adalah penyerahan jaminan sekuritas atas pinjaman sekuritas, dan penyerahan sesuai margin call.
Karakteristik
Tradisional (fisik)
Sebelum teknologi dan metode pasar uang modern seperti penyimpanan dan sekuritas dilakukan dalam bentuk elektronik, setelmen sekuritas meliputi pergerakan fisik dari instrumen kertas, atau sertifikat dan formulir transfer. Pembayaran biasanya dilakukan dengan cek kertas setelah diterimanya sertifikat yang telah dinegosiasikan dan dokumen lain yang diperlukan oleh registrar atau agen transfer. Setelmen sekuritas secara fisik masih ada hingga saat ini, terutama untuk sekuritas privat (terbatas atau tidak terdaftar); namun, pembayaran saat ini biasanya dilakukan melalui transfer dana elektronik (di Amerika Serikat, transfer kawat bank dilakukan melalui sistem Fedwire milik Federal Reserve). Setelmen fisik/kertas memiliki risiko yang lebih besar, karena instrumen kertas, sertifikat, dan formulir transfer memiliki risiko yang tidak dimiliki oleh media elektronik, seperti kehilangan, pencurian, kesalahan administrasi, dan pemalsuan.
Pasar sekuritas Amerika Serikat mengalami hal yang kemudian dikenal sebagai "remukan kertas", karena penundaan setelmen mengancam operasional pasar sekuritas, sehingga mengarah pada pembentukan setelmen elektronik melalui lembaga penyimpanan dan penyelesaian, terutama Depository Trust Company (DTC), dan induknya, Depository Trust & Clearing Corporation. Di Britania Raya, kelemahan setelmen berbasis kertas terungkap oleh sebuah program privatisasi industri pada dekade 1980-an, dan Big Bang tahun 1986 yang mengarah pada peningkatan volume perdagangan, dan penundaan setelmen menjadi masif. Pada kejatuhan pasar tahun 1987, sejumlah investor berupaya memperkecil kerugian mereka dengan menjual sekuritas mereka, tetapi penundaan setelmen membuat mereka tetap rentan.
Elektronik
Sistem setelmen elektronik terutama muncul sebagai respon terhadap Clearance and Settlement Systems in the World's Securities Markets, sebuah laporan dari Group of Thirty tahun 1989. Laporan tersebut memberi sembilan rekomendasi yang bertujuan untuk membuat setelmen menjadi lebih efisien. Laporan tersebut kemudian disusul pada tahun 2003 dengan laporan lain, Clearing and Settlement: A Plan of Action, dengan 20 rekomendasi.
Dalam sebuah sistem setelmen elektronik, setelmen elektronik[3] terjadi di antara para pihak. Jika pihak lain juga ingin melakukan setelmen, pihak tersebut harus melakukannya melalui pihak yang bertindak sebagai kustodian. Kehendak dari para pihak dicatat melalui entri kredit di rekening sekuritas yang dikelola atas nama pihak tersebut oleh operator dari sistem. Hal tersebut memungkinkan setelmen yang cepat dan efisien dengan menghilangkan kebutuhan akan kertas, dan penyerahan sekuritas secara simultan terhadap pembayaran yang terkait (disebut penyerahan terhadap pembayaran) dalam mata uang yang disepakati.
Signifikansi hukum
Setelah transaksi dan sebelum setelmen, hak dari pembeli adalah kontraktual dan oleh karena itu, bersifat pribadi. Karena bersifat pribadi, pembeli menghadapi risiko jika penjual mengalami insolvensi. Setelah setelmen, pembeli memiliki sekuritas dan haknya bersifat kepemilikan. Setelmen adalah penyerahan sekuritas untuk menyelesaikan transaksi. Hal tersebut melibatkan peningkatan hak pribadi menjadi hak milik, sehingga melindungi pembeli dari risiko gagal bayar dari penjual.
Imobilisasi dan dematerialisasi
Imobilisasi dan dematerialisasi adalah dua tujuan utama dari setelmen elektronik.
Imobilisasi
Imobilisasi mencakup penggunaan sekuritas dalam bentuk kertas dan penggunaan satu lembaga penyimpanan dan penyelesaian atau lebih, yang terhubung secara elektronik ke sistem setelmen. Sekuritas (baik yang berupa instrumen kertas atau direpresentasikan dengan sertifikat kertas) diimobilisasi dalam arti bahwa sekuritas tersebut selalu dipegang oleh lembaga penyimpanan dan penyelesaian. Dalam transisi dari berbasis kertas ke elektronik, imobilisasi kerap berfungsi sebagai fase transisi sebelum dematerialisasi.[6]: 1–2
Depository Trust Company di New York adalah lembaga imobilisasi sekuritas terbesar di dunia. Euroclear Bank dan Clearstream Banking SA adalah dua contoh sistem imobilisasi internasional. Keduanya awalnya hanya menangani imobilisasi terhadap eurobond, tetapi kini keduanya juga menangani berbagai macam sekuritas internasional, termasuk utang pemerintah dan sekuritas ekuitas.
Dematerialisasi
Dematerialisasi meliputi penghentian penggunaan instrumen kertas dan sertifikat. Sekuritas yang didematerialisasi hanya eksis dalam bentuk rekaman elektronik. Dampak hukum dari dematerialisasi pun berbeda dalam kaitannya dengan sekuritas atas unjuk dan sekuritas terdaftar.
Sistem kepemilikan langsung
Dalam sistem kepemilikan langsung, pembeli memegang sekuritas secara langsung. Sistem setelmen tidak berada dalam rantai kepemilikan, tetapi hanya bertindak sebagai saluran komunikasi antara pembeli dan penerbit.
Periode setelmen
Istilah T+1, T+2, dst., adalah kependekan dari "tanggal perdagangan plus satu hari", "tanggal perdagangan plus dua hari", dst., mengindikasikan berapa lama setelah sebuah transaksi sekuritas terjadi, perdagangannya harus diselesaikan. Aturan atau kebiasaan di pasar keuangan untuk transaksi sekuritas pun mengatur 'periode setelmen', yang merupakan waktu untuk pengalihan sekuritas secara resmi ke rekening pembeli dan uang tunai ke rekening penjual.[7] Siklus tersebut kemudian disebut sebagai cara biasa atau kontrak cara biasa.[8] Periode setelmen paling umum saat ini untuk transaksi sekuritas adalah satu hari kerja setelah transaksi, yang biasa disingkat menjadi T+1. Pada setelmen, penjual harus memproduksi sertifikat sekuritas dan mengeksekusi pengalihan saham atas pembayaran dari pembeli. Sejumlah negara kini menghapus kewajiban produksi sertifikat saham secara fisik, sebuah proses yang dikenal sebagai dematerialisasi, dan telah mengadopsi sistem setelmen elektronik.
Sejarah
Selama dekade 1700-an, Amsterdam Stock Exchange memiliki hubungan erat dengan London Stock Exchange dan keduanya kerap saling mencantumkan saham yang melantai. Untuk menyelesaikan perdagangan, dibutuhkan waktu untuk memindahkan sertifikat saham atau uang tunai secara fisik dari Amsterdam ke London ataupun sebaliknya. Hal tersebut pun mengarah pada periode setelmen standar selama 14 hari, yang merupakan waktu bagi kurir untuk melakukan perjalanan dengan menunggang kuda atau dengan menumpang kapal. Sebagian besar bursa saham pun menggunakan model yang sama hingga ratusan tahun kemudian.[butuh rujukan]
Prosedur setelmen sangat bervariasi antar pasar saham, tetapi secara umum terdapat dua tipe setelmen utama, yakni sejumlah hari tertentu setelah transaksi yang dikenal sebagai kelambanan setelmen tetap atau secara periodik di tanggal tertentu yang dikenal sebagai tanggal setelmen tetap.[9] Di Prancis, Italia, dan, sampai batas tertentu, di Swiss dan Belgia, serta di sejumlah negara berkembang, setelmen transaksi dilakukan sebulan sekali pada tanggal tertentu. Mekanisme tersebut ditetapkan oleh Napoleon. Hari terakhir perdagangan, di mana semua perdagangan diselesaikan, disebut sebagai hari likuidasi. Likuidasi dilakukan pada hari kerja ketujuh sebelum bulan berakhir.[9]
Di Amerika Serikat, New York Stock Exchange menggunakan T+1 pada dekade 1920-an, dan American Stock Exchange menggunakan T+2 sebelum tahun 1953.[10] Periode setelmen tersebut kemudian meningkat secara bertahap menjadi T+5 pada akhir dekade 1960-an, karena pialang makin kewalahan dengan volume dokumen transaksi sekuritas yang makin banyak.[11]
T+3
Kejatuhan pasar saham Senin Hitam (1987)[10] kemudian memicu gerakan untuk mengurangi periode setelmen. Tanggal setelmen di sebagian besar bursa saham pun dipersingkat menjadi tiga hari (T+3).[10]
T+2
Pada tahun 2017, sebagian besar bursa saham mulai menerapkan T+2 (tanggal perdagangan plus dua hari). Contohnya, Britania Raya menerapkan T+2 pada bulan Oktober 2014 dan Amerika Serikat menerapkan T+2 pada bulan September 2017.[12][13]
T+1
Bursa Efek India berencana menerapkan T+1 mulai tahun 2022.[14] Sementara Amerika Serikat dan Kanada menargetkan transisi ke T+1 pada awal tahun 2024.[15] Kanada akhirnya resmi menerapkan T+1 mulai tanggal 27 Mei 2024, sementara Argentina, Jamaika, Meksiko, dan Amerika Serikat menyusul keesokan harinya. Chile, Kolombia, dan Peru berencana menerapkan T+1 mulai tahun 2025, dan ESMA merekomendasikan Uni Eropa untuk beralih ke T+1 mulai tanggal 11 Oktober 2027.[16][17]
Operasi
Di bawah aturan setelmen satu hari (T+1), setelmen terjadi di hari kerja berikutnya setelah tanggal transaksi, dengan hari Sabtu, hari Minggu, dan hari libur nasional tidak termasuk hari kerja. Contohnya, jika sebuah transaksi terjadi pada hari Jumat, maka pembayaran atau ceknya harus telah tiba di kantor pialang pada akhir hari Senin, kecuali jika hari Senin merupakan hari libur nasional.[18]
Alasan di balik kelambanan setelmen adalah untuk memberi waktu bagi penjual untuk menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi dan memberi waktu bagi pembeli untuk menyiapkan uang yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi.
Penerapan
Periode setelmen satu hari (T+1) diterapkan di hampir semua transaksi sekuritas, termasuk saham, obligasi, sekuritas daerah, reksa dana yang diperdagangkan melalui pialang, dan kemitraan terbatas yang diperdagangkan di bursa. Setelmen dua hari (T+2) telah menjadi konvensi dalam pasar valuta asing non-bursa jauh sebelum bursa beralih ke konvensi tersebut.
Utang pemerintah, opsi saham, dan opsi di kontrak berjangka diselesaikan di hari kerja berikutnya setelah transaksi atau T+1. Kontrak berjangka sendiri diselesaikan di hari yang sama dengan hari transaksi.
Referensi
- ↑ "Payments Glossary - FEDERAL RESERVE BANK of NEW YORK". www.newyorkfed.org. Diakses tanggal 2022-02-28.
- ↑ Bank for International Settlement (2003). A glossary of terms used in payments and settlement systems (PDF).
- 1 2 "New "T+1" Settlement Cycle – What Investors Need To Know: Investor Bulletin". Securities and Exchange Commission. Maret 22, 2017. Diakses tanggal Maret 27, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Euronext VPS".
- ↑ "Comparison of Delivery vs. Payment (DVP) and Delivery vs. Free (DVF or Free)" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-06-27.
- ↑ Donald, David C. (18 September 2007). The Rise and Effects of the Indirect Holding System (Laporan). Working Paper Series. Vol. 68. Institute for Law and Finance. Diakses tanggal 18 Juli 2018 – via Internet Archive (PDFy Mirrors).
{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "New "T+1" Settlement Cycle–What Investors Need To Know: Investor Bulletin". United States Security and Exchange Commission. Maret 27, 2024. Diakses tanggal Mei 28, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Regular-Way Trade (RW): What It Means, How It Works". Investopedia (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2025-07-24. Diakses tanggal 2026-07-08.
- 1 2 Jordan Vassilev Jordanov (September 1998). "The Size Anomaly in the London Stock Exchange. An Empirical Investigation" (PDF). hlm. 69–70.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 Securities and Exchange Commission (Oktober 13, 1993). "58 FR 52891 Securities Transactions Settlements" (PDF).
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Morris, Virginia B.; Goldstein, Stuart A. (2009). Guide to Clearance & Settlement: An Introduction to DTCC. New York: Lightbulb Press. hlm. 4. ISBN 9781933569987. Diakses tanggal 20 November 2022.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Philip Stafford (Desember 3, 2013). "UK share settlement to be cut to two days".
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "SEC Adopts T+2 Settlement Cycle for Securities Transactions". Securities and Exchange Commission. Maret 22, 2017. Diakses tanggal Agustus 2, 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Stock exchanges to start T+1 settlement cycle from Feb 25, 2022 in phases". Business Standard (India). November 9, 2021. Diakses tanggal November 9, 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Canadian Securities Administrators (Februari 3, 2022). "CSA Staff Notice 24-318 – Preparing for the Implementation of T+1 Settlement".
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Knox, Richard (September 2024). "Our path to T+1: building on the momentum in the UK and Europe" (PDF). Eurofi Views Magazine. Budapest: Eurofi. hlm. 254. Diakses tanggal November 24, 2024.
{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "ESMA proposes to move to T+1 by October 2027" (Rilis pers). ESMA. 2024-11-18. Diakses tanggal 2024-11-24.
- ↑ "Title 17: Commodity and Securities Exchanges. §240.15c6-1 Settlement cycle". Electronic Code of Federal Regulations (eCFR) (dalam bahasa Inggris). 29 Maret 2017. Diakses tanggal 11 April 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari situs web atau dokumenPemerintah Amerika Serikat.
Pranala luar
Definisi kamus setelmen di Wikikamus- Host Capture versus Terminal Capture – different options for retail credit card transaction settlement.
- Clearing and Settlement of Exchange-Traded Derivatives by John McPartland (Federal Reserve Bank of Chicago)
- EU to reduce settlement time for securities, HSBC (2013)