Senin, 21 September 2026
02:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Rewang

Rewang

Copyright
Sebagian atau keseluruhan dari artikel ini dicurigai telah melanggar hak cipta dari tulisan pihak di luar Wikipedia, dan selanjutnya akan dimasukkan dalam daftar Wikipedia:Artikel bermasalah hak cipta:

Disarankan untuk tidak melakukan perubahan apapun sampai masalah pelanggaran hak cipta di artikel ini diteliti pengguna lain dan diputuskan melalui konsensus

  • Jika Anda ingin menulis ulang artikel ini sebagai tulisan yang sama sekali baru, untuk sementara tuliskan di sini.
Berikan komentar mengenai hal tersebut di halaman diskusi artikel ini.
Perhatikan bahwa hanya mengubah sedikit atau beberapa bagian dari tulisan asli tidak cukup untuk menghilangkan pelanggaran hak cipta dari tulisan ini. Lebih baik membangun kembali artikel ini dari awal sedikit demi sedikit daripada membajak tulisan orang lain demi sebuah artikel besar.
  • Jika Anda sebenarnya memang adalah pemilik sumber tulisan asli yang dimaksudkan (dan termasuk pula pemilik bukti tulisan yang menjadi dasar kecurigaan pelanggaran hak cipta), dan ingin membebaskan hak cipta tulisan tersebut sesuai GNU Free Documentation License:
berikan keterangan di halaman diskusi artikel ini, kemudian bisa menampilkan pesan izin tersebut di halaman aslinya, atau berikan izin tertulis ke Wikipedia melalui email yang alamatnya tersangkut langsung dengan sumber tersebut ke alamat [email protected] atau surat tertulis ke Wikimedia Foundation. Berikan izin secara eksplisit bahwa tulisan tersebut telah dibebaskan ke dalam lisensi CC BY-SA 3.0 dan lisensi GFDL.
  • Jika tulisan bukti memang berada di wilayah lisensi yang bisa untuk dipublikasikan di Wikipedia,:
Jelaskan hal tersebut di halaman diskusi artikel ini, dengan bukti referensi yang tepat dan benar.

Kecuali kecurigaan hak cipta ini bisa dibuktikan salah dalam waktu paling lambat dua minggu, artikel ini akan dihapus

  • Memuat artikel yang melanggar hak cipta adalah pelanggaran hukum dan tidak sesuai dengan Kebijakan Wikipedia.
  • Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai hak cipta, silakan lihat Hak cipta.
  • Pengguna yang secara berulang memuat artikel yang melanggar hak cipta akan diblokir dari hak penyuntingan.
  • Untuk sementara, pemuatan asli masih bisa dilihat melalui di halaman versi terdahulu.
  • Anda dipersilakan memuat kontibusi orisinil.

Sabandi Rewang Parto
250px-Potret_Rewang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi pribadi
Lahir1928
Meninggal29 Oktober 2011
(umur 82 atau 83)
Partai politik  PKI
Suami/istriSri Kayati
ProfesiPolitikus

Sabandi Rewang Parto, biasa dikenal dengan Rewang (1928 – 29 Oktober 2011), adalah seorang politikus Indonesia. Ia sempat menjabat sebagai anggota Politbiro Comite Central Partai Komunis Indonesia (CC PKI). Dia juga pernah dipercaya memimpin PKI untuk daerah Jawa Tengah. Setelah PKI dinyatakan terlarang dia bersama beberapa tokoh PKI berusaha menghindari penangkapan.

Rewang ditangkap tentara dalam pertempuran tahun 1968 di Blitar Selatan dalam operasi penyisiran sisa-sisa kekuatan PKI yang diberi sandi Operasi Trisula. Ia kemudian diasingkan ke Pulau Buru. Sekembalinya dari sana, Rewang pulang ke kampung halamannya di Solo. Karena sulitnya akses kerja bagi eks tapol pada masa Orde Baru, dia lalu menghidupi diri dan keluarganya menjadi penabuh gamelan sebuah grup ketoprak yang selalu berpentas setiap malam di Taman Balekambang. Setelah grup tersebut tidak aktif lagi, Rewang memutuskan untuk tinggal di rumah bersama Fajar, putra semata wayangnya. Di masa tuanya, ia lebih banyak waktu untuk mengasuh dua anak Fajar yang juga merupakan cucu-cucunya.[1]

Riwayat Hidup

Kehidupan awal

Rewang lahir di Dawung Wetan (kini bagian dari Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta) pada 1928. Ayahnya bernama Martosuwiknjo dan meninggal pada tahun 1948. Adapun sang ibu kelak menghembuskan napas terakhirnya di Dawung Wetan. Rewang menjalani pendidikan dasar di Surakarta, kemudian lanjut ke MULO di kota yang sama tetapi tidak tamat.[2]

Karier politik

Pada 1946, Rewang menjadi anggota SC (Seksi Comite) PKI Surakarta. Setahun kemudian, ia menjadi pengurus BTI cabang Sukoharjo hingga tahun 1948. Ia lalu menjadi anggota SSC (Sub Seksi Comite) PKI Sukoharjo pada 1950 hingga 1951, sebelum kembali menjadi anggota SC PKI Surakarta pada tahun 1952 selama setahun.[3] Rewang sempat menjadi anggota DPRD Kota Surakarta dan wakil ketua Panitia Anti Swapraja setempat. Selain itu, ia juga aktif memimpin kaum tani dalam melakukan aksi-aksi menuntut penghapusan hak konversi tanah dan penghapusan tanah-tanah milik Kesunanan (Sunan-grond).[4]

Pada 1953, ia menjadi anggota Dewan Harian Provcom (kelak bernama Comite Daerah Besar atau CDB) PKI Jawa Tengah selama lima tahun. Pada 1959, Rewang diangkat menjadi anggota CC PKI dan pada 1962 menjadi calon anggota Politbiro CC PKI. Baru pada Mei 1965 ia resmi menjadi anggota Politbiro CC PKI.[3] Saat menjadi anggota Provcom PKI Jawa Tengah, Rewang pernah diundang untuk berbicara dalam pertemuan partai yang diadakan di Salatiga pada tanggal 30 Agustus 1955. Dalam rapat tersebut, Abdulmadjid Djojoadiningrat sebagai calon legislatif PKI (dari kalangan non-partai) juga turut berbicara. Pertemuan yang diadakan di Gedung GRIS (Gedung Rakjat Indonesia) itu membahas tentang pemilihan umum yang mendatang dan rencana pembentukan kabinet nasional dengan seorang perdana menteri non-komunis.[5]

Pergerakan bawah tanah di Blitar Selatan

Setelah kegagalan Gerakan 30 September, Rewang bersama beberapa petinggi PKI lainnya berhasil melarikan diri ke Blitar Selatan dan mengadakan perlawanan dari sana. Posisinya sebagai anggota Politbiro dan pleno CC PKI tetap dipertahankan pada masa pelarian. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda (Agitprop) di tubuh kepemimpinan PKI yang baru. Rewang akhirnya ditangkap oleh Tim Combat Intelligence (CI) Satgas Trisula di Sumberjati pada tanggal 20 Juli 1968.[3]

Akhir kehidupan

Ia meninggal dunia pada 29 Oktober 2011 di RS PKU Muhammadiyah, Solo setelah menjalani operasi kelenjar tiroid.[1] Ia merupakan suami dari Sri Kayati.[6]

Referensi

  1. 1 2 "Rewang, Mantan Politbiro CC PKI, Tutup Usia". DetikNews. 29 Oktober 2011. Diakses tanggal 4 November 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Semdam VIII Brawijaya 1969, hlm. 291.
  3. 1 2 3 Semdam VIII Brawijaya 1969, hlm. 292.
  4. "Tjalon2 P.K.I. dan orang-orang tak berpartai". Harian Rakjat. 27 September 1955.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Salatiga: Bijeenkomst PKI". De Locomotief. 5 September 1955. Diakses tanggal 4 November 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Janti, Nur (4 Oktober 2017). "Tujuh Tahanan Politik Perempuan di Kamp Plantungan". Historia.id. Diakses tanggal 4 November 2024.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

  • Semdam VIII Brawijaya (1969). Operasi Trisula: Kodam VIII Brawidjaja. Jakarta: Jajasan Taman Tjandrawilwatikta.{{cite book}}: |ref=harv tidak valid
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan