Senin, 28 September 2026
20:57 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Ratchanok Intanon

Ratchanok Intanon

pemain bulu tangkis

Ratchanok Intanon
250px-Yonex_IFB_2013_-_Quarterfinal_-_Wang_Shixian_vs_Ratchanok_Intanon_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi pribadi
Nama PanggilanMay
Nama lahirRatchanok Intanon
Negara Thailand
Lahir5 February 1995
Tinggi1,68 m (5 ft 6 in)
Berat55 kg (121 pon) (121 pon)
Tunggal putri
Rekor karier449 menang, 202 kalah
Peringkat tertinggi1 (21 April 2016)
Peringkat saat ini7 (9 Mei 2023[1])
Ratchanok Intanon
Rekam medali
Mewakili  Thailand
Kejuaraan Dunia
Medali emas – tempat pertama Guangzhou 2013 Tunggal putri
Medali perunggu – tempat ketiga Basel 2019 Tunggal putri
Piala Sudirman
Medali perunggu – tempat ketiga Kuala Lumpur 2013 Beregu campuran
Medali perunggu – tempat ketiga Gold Coast 2017 Beregu campuran
Medali perunggu – tempat ketiga Nanning 2019 Beregu campuran
Piala Uber
Medali perak – tempat kedua Bangkok 2018Beregu putri
Medali perunggu – tempat ketiga Wuhan 2012Beregu putri
Medali perunggu – tempat ketiga Aarhus 2020 Beregu putri
Medali perunggu – tempat ketiga Bangkok 2022 Beregu putri
Asian Games
Medali perak – tempat kedua Guangzhou 2010 Beregu putri
Medali perunggu – tempat ketiga Jakarta–Palembang 2018 Beregu putri
Kejuaraan Asia
Medali emas – tempat pertama Wuhan 2015 Tunggal putri
Kejuaraan Beregu Asia
Medali perunggu – tempat ketigaHyderabad 2016 Beregu putri
SEA Games
Medali emas – tempat pertama Jakarta–Palembang 2011 Beregu putri
Medali emas – tempat pertama Kallang 2015 Beregu putri
Medali emas – tempat pertama Manila 2019 Beregu putri
Medali perak – tempat kedua Vientiane 2009 Tunggal putri
Medali perunggu – tempat ketiga Vientiane 2009 Beregu putri
Medali perunggu – tempat ketiga Jakarta–Palembang 2011 Tunggal putri
Kejuaraan Dunia Junior
Medali emas – tempat pertama Alor Setar 2009 Tunggal putri
Medali emas – tempat pertama Guadalajara 2010 Tunggal putri
Medali emas – tempat pertama Taipei 2011 Tunggal putri
Medali perunggu – tempat ketiga Alor Setar 2009Beregu campuran
Kejuaraan Asia Junior
Medali perunggu – tempat ketiga Kuala Lumpur 2009 Beregu campuran
Medali perunggu – tempat ketiga Kuala Lumpur 2010 Ganda putri
Medali perunggu – tempat ketiga Kuala Lumpur 2010 Beregu campuran

Ratchanok Intanon (bahasa Thai:รัชนก อินทนนท์; lahir 5 Februari 1995) adalah seorang pemain bulu tangkis tunggal putri asal Thailand. Ia memegang gelar juara dunia tahun 2013 sektor tunggal putri, sekaligus mencatatkan sejarah dengan menjadi pemain termuda yang menjadi juara dunia. Pada Kejuaraan Asia 2015, Ratchanok meraih medali emas pada nomor tunggal putri. Ratchanok beberapa kali berpartisipasi dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara dan berhasil meraih medali emas pada nomor tunggal putri pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2025.[2][3][4]

Karier

2008–2010

Pada 2008, Ratchanok Intanon mulai mengikuti kompetisi bulu tangkis internasional pada usia 13 tahun. Turnamen internasional pertamanya adalah Laos International Series, yang diikutinya pada nomor tunggal dan ganda. Pada nomor tunggal, ia mencapai babak final sebelum dikalahkan oleh Lê Ngọc Nguyên Nhung dari Vietnam.[5] Pada 2009, ketika berusia 14 tahun, Ratchanok meraih gelar internasional pertamanya setelah memenangkan Vietnam International Challenge.[6] Pada tahun yang sama, ia menjadi juara Kejuaraan Dunia Junior 2009 di Malaysia setelah mengalahkan rekan senegaranya, Porntip Buranaprasertsuk. Kemenangan tersebut menjadikannya pemain termuda yang meraih gelar juara pada kejuaraan tersebut pada usia 14 tahun.[7] Ratchanok juga mencapai final Malaysia International Challenge 2009, tetapi kalah dari Sapsiree Taerattanachai.[8] Pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2009, ia kembali mencapai final nomor tunggal putri dan berakhir sebagai runner-up setelah dikalahkan oleh rekan senegaranya, Salakjit Ponsana.[9]

Pada 2010, Ratchanok mempertahankan gelarnya di Kejuaraan Dunia Junior yang diselenggarakan di Meksiko. Dalam pertandingan final, ia mengalahkan Misaki Matsutomo dari Jepang.[10] Pada tahun yang sama, ia memenangkan Smiling Fish International setelah mengalahkan rekan setimnya, Rawinda Prajongjai.[11] Ratchanok kemudian meraih dua gelar Grand Prix secara beruntun. Gelar pertama diperolehnya di Vietnam Open Grand Prix setelah mengalahkan Zhou Hui dari Tiongkok,[12] kemudian di Indonesia Grand Prix Gold setelah mengalahkan Cheng Shao-chieh dari Taiwan.[13] Pada Asian Games 2010 di Guangzhou, Ratchanok menjadi bagian dari tim putri Thailand yang meraih medali perak. Pada pertandingan final, Thailand dikalahkan oleh Tiongkok. Dalam salah satu pertandingan nomor tunggal pada babak tersebut, Ratchanok menghadapi Wang Xin, yang saat itu menempati peringkat pertama dunia, dan mengalami kekalahan.[14]

2011–2012

Pada 2011, Ratchanok Intanon tampil di Kejuaraan Dunia BWF dan terhenti pada babak ketiga setelah dikalahkan oleh Wang Yihan, yang kemudian menjadi juara turnamen tersebut. Ia juga mencapai final Chinese Taipei Open, tetapi kalah dari Sung Ji-hyun.[15] Pada Kejuaraan Dunia Junior tahun yang sama, Ratchanok mencatatkan prestasi dengan meraih gelar juara tunggal putri untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Pada pertandingan final, ia mengalahkan Elyzabeth Purwaningtyas dari Indonesia.[16] Hasil tersebut menjadikannya pemain dengan pencapaian terbanyak dalam nomor perorangan sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia Junior pada saat itu.Ia kemudian memenangkan India Open Grand Prix Gold setelah memperoleh kemenangan tanpa bertanding (walkover) atas Porntip Buranaprasertsuk pada final.[17] Ratchanok juga menjadi bagian dari tim putri Thailand yang memenangkan nomor beregu pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2011 setelah mengalahkan Indonesia di final. Pada nomor tunggal putri, ia meraih medali perunggu setelah kalah dari Fu Mingtian dari Singapura pada babak semifinal.[18]

Pada 2012, ketika berusia 16 tahun, Ratchanok menerima penghargaan Best Female Athlete Award di Thailand setelah sebelumnya meraih gelar juara dunia junior selama tiga tahun berturut-turut.[19] Ia mencapai final Thailand Open, tetapi dikalahkan oleh Saina Nehwal.[20] Pada Olimpiade 2012 di London, Ratchanok mencapai perempat final. Dalam perjalanannya, ia mengalahkan Juliane Schenk dari Jerman yang menjadi unggulan lebih tinggi pada babak 16 besar. Di perempat final, ia menghadapi unggulan kedua, Wang Xin. Ratchanok sempat unggul 21–17 pada gim pertama dan 16–9 pada gim kedua, tetapi akhirnya kalah dalam pertandingan tersebut.[21]

Pada China Open 2012, Ratchanok untuk pertama kalinya mencapai final turnamen kategori Superseries. Ia menghadapi Li Xuerui pada final dan kalah dalam dua gim dengan skor 12–21, 9–21.[22] Ratchanok kemudian lolos ke BWF Superseries Finals 2012. Pada fase grup, ia memenangkan seluruh pertandingan dalam dua gim langsung atas Juliane Schenk, Tine Baun, dan Saina Nehwal. Langkahnya terhenti pada semifinal setelah dikalahkan oleh Wang Shixian.[23] Ia mengakhiri tahun 2012 dengan menempati peringkat kesembilan dunia.[24]

2013

Pada 2013, Ratchanok Intanon mencapai final All England Open, tetapi kalah dari Tine Rasmussen dengan skor 14–21, 21–16, 10–21.[25] Pencapaian tersebut menjadikannya pemain termuda yang pernah mencapai final nomor tunggal putri All England Open.[26] Ia kemudian kembali mencapai final Swiss Open Grand Prix Gold, tetapi dikalahkan oleh Wang Shixian.[27] Ratchanok meraih gelar Superseries pertamanya pada India Open setelah mengalahkan Juliane Schenk dengan skor 22–20, 21–14.[28] Pada usia 18 tahun, 2 bulan, dan 22 hari, ia menjadi pemain termuda yang memenangkan turnamen Superseries pada saat itu. Rekor tersebut bertahan selama enam bulan sebelum dipecahkan oleh Akane Yamaguchi, yang memenangkan Japan Super Series 2013 pada usia 16 tahun. Pada Thailand Open 2013, Ratchanok kembali mencapai final dan berhasil meraih gelar setelah mengalahkan Busanan Ongbamrungphan[29] Kemenangan tersebut menjadikannya pemain Thailand pertama yang memenangkan nomor tunggal putri Thailand Open sejak turnamen tersebut pertama kali diselenggarakan pada 1984.

250px-Yonex_IFB_2013_-_Quarterfinal_-_Wang_Shixian_vs_Ratchanok_Intanon_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ratchanok Intanon pada French Open 2013

Ratchanok kemudian mengundurkan diri dari Indonesia Open dan Singapore Open untuk memulihkan cedera kaki sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Dunia BWF. Pada Kejuaraan Dunia yang berlangsung pada Agustus 2013, ia menjadi unggulan keempat. Untuk pertama kalinya, Ratchanok mencapai perempat final setelah mengalahkan Carolina Marín dalam pertandingan yang berlangsung ketat.[30] Pada semifinal, ia mengalahkan P. V. Sindhu dalam dua gim.[31] Pada pertandingan final, Ratchanok menghadapi Li Xuerui, pemain peringkat satu dunia sekaligus peraih medali emas Olimpiade. Ratchanok memenangkan pertandingan dengan skor 22–20, 18–21, 21–14 dan meraih gelar juara dunia.[32] Kemenangan tersebut menjadikannya pemain Thailand pertama yang menjadi juara dunia bulu tangkis. Pada usia 18 tahun, ia juga tercatat sebagai juara dunia termuda dalam nomor tunggal pada saat itu. Ia bahkan masih memenuhi batas usia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Junior pada tahun yang sama. Setelah Kejuaraan Dunia, Ratchanok mengalami cedera punggung dan tidak berhasil lolos ke BWF Superseries Finals. Ia mengakhiri musim 2013 di peringkat ketiga dunia. Atas pencapaiannya sepanjang tahun tersebut, ia menerima penghargaan "2013 Best Females Athletes Award" dari Sports Authority of Thailand.[33]

2014

Pada 2014, Ratchanok Intanon untuk pertama kalinya mencapai final Korea Open. Di pertandingan final, ia menghadapi Wang Yihan dan kembali mengalami kekalahan.[34] Pada tahun yang sama, Ratchanok menerima penghargaan "Best Asian Sporting Icon" dari Fox Sports Asia berdasarkan hasil pemungutan suara penggemar melalui situs webnya.[35] Ratchanok kemudian mencapai final Indonesia Open, tetapi kalah dari Li Xuerui.[36] Pada Kejuaraan Dunia BWF 2014, ia tidak berhasil mempertahankan gelar juara dunia setelah tersingkir pada babak ketiga akibat kekalahan dari Minatsu Mitani.[37] Dalam Asian Games 2014, Ratchanok mencapai perempat final nomor tunggal putri, tetapi kalah dari Bae Yeon-ju.[38] Ratchanok lolos ke Superseries Finals 2014 yang diselenggarakan di Dubai. Namun, ia tidak berhasil melewati fase grup setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan melawan Tai Tzu-ying dan Akane Yamaguchi. Ia mengakhiri musim 2014 dengan menempati peringkat keenam dunia.[24]

2015

Pada 2015, Ratchanok Intanon kembali mencapai final India Open untuk kedua kalinya, tetapi kalah dari Saina Nehwal.[39] Sebulan kemudian, ia menjadi pemain tunggal Thailand pertama yang memenangkan Kejuaraan Bulu Tangkis Asia. Pada pertandingan final yang berlangsung di Tiongkok, Ratchanok mengalahkan Li Xuerui dengan skor 20–22, 23–21, 21–12.[40] Kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertamanya atas Li sejak final Kejuaraan Dunia 2013. Pada Juni 2015, Ratchanok meraih gelar Superseries Premier pertamanya setelah memenangkan Indonesia Open. Ia mengalahkan Yui Hashimoto dari Jepang dalam dua gim langsung pada pertandingan final.[41] Namun, pada Kejuaraan Dunia BWF 2015, langkahnya terhenti di babak 16 besar. Ratchanok harus mengundurkan diri dari pertandingan ketika kedudukan 8–5 pada gim penentuan melawan Lindaweni Fanetri karena mengalami kram.[42]

Pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015 di Singapura, Ratchanok menjadi bagian dari tim putri Thailand yang meraih medali emas.[43] Setelah memenangkan Indonesia Open, ia tidak mencapai final turnamen lainnya pada tahun tersebut, tetapi memperoleh poin yang cukup untuk lolos ke Dubai World Superseries Finals. Pada fase grup turnamen tersebut, Ratchanok kalah dari Wang Yihan, tetapi memenangkan dua pertandingan lainnya melawan Wang Shixian dan Sung Ji-hyun. Hasil tersebut membawanya ke semifinal, di mana ia kembali menghadapi Wang Yihan dan mengalami kekalahan. Pertandingan tersebut membuat rekor pertemuan keduanya menjadi 0–12.[44] Ratchanok mengakhiri musim 2015 dengan menempati peringkat ketujuh dunia.[24]

2016

Pada 2016, Ratchanok Intanon mengawali musim dengan memenangkan Thailand Masters setelah mengalahkan Sun Yu pada pertandingan final.[45] Gelar tersebut merupakan gelar Grand Prix Gold keduanya yang diraih di Thailand. Ia kemudian memenangkan India Open untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Li Xuerui di final.[46] Pada Malaysia Open yang berlangsung pada pekan berikutnya, Ratchanok untuk pertama kalinya mengalahkan Wang Yihan setelah memenangkan pertandingan semifinal. Pada final, ia mengalahkan Tai Tzu-ying dan meraih gelar Malaysia Open untuk pertama kalinya.[47] Kemenangan tersebut menjadi gelar Superseries keduanya secara berturut-turut. Ratchanok kemudian mencatatkan tiga gelar Superseries secara beruntun dalam tiga pekan setelah memenangkan Singapore Super Series dengan mengalahkan Sun Yu pada final.[48] Rangkaian kemenangan tersebut membuat Ratchanok naik ke peringkat pertama dunia. Ia menjadi pemain Thailand pertama yang mencapai posisi tersebut dalam peringkat tunggal bulu tangkis dunia. Rekor kemenangannya kemudian terhenti pada Kejuaraan Asia setelah dikalahkan oleh Sayaka Sato.[49]

Ratchanok lolos ke Olimpiade Musim Panas 2016 di Rio de Janeiro dan ditunjuk sebagai pembawa bendera Thailand dalam upacara pembukaan.[50] Pada nomor tunggal putri, ia terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Akane Yamaguchi dalam dua gim dengan skor 19–21, 16–21.[51] Setelah Olimpiade, Ratchanok mengalami cedera lutut yang membuatnya harus mengundurkan diri dari sejumlah turnamen berikutnya. Pada Superseries Finals 2016, ia kalah dalam dua gim langsung dari Sung Ji-hyun dan Tai Tzu-ying. Dalam pertandingan lainnya melawan He Bingjiao, Ratchanok tidak dapat menyelesaikan pertandingan karena cedera. Ia mengakhiri musim 2016 dengan menempati peringkat kelima dunia.[24]

2017

Ratchanok Intanon menjalani turnamen pertamanya pada 2017 di All England Open pada Maret. Ia mencapai perempat final dan menghadapi Carolina Marín, yang saat itu menempati peringkat kedua dunia. Ratchanok memenangkan pertandingan tersebut setelah sempat tertinggal 11–18 pada gim penentuan dan kemudian meraih sepuluh poin berturut-turut untuk menutup pertandingan.[52] Pada semifinal, ia mengalahkan Akane Yamaguchi. Namun, pada final Ratchanok dikalahkan oleh Tai Tzu-ying dengan skor 16–21, 20–22.[53]

Pada paruh berikutnya musim 2017, Ratchanok memenangkan Thailand Open setelah mengalahkan rekan senegaranya, Busanan Ongbamrungphan, pada final.[54] Ia kemudian meraih gelar New Zealand Open dengan mengalahkan Saena Kawakami dari Jepang.[55] Pada Kejuaraan Dunia BWF 2017, Ratchanok mencapai perempat final sebelum dikalahkan oleh Chen Yufei. Pada Denmark Open, Ratchanok mengalahkan Sung Ji-hyun dan Tai Tzu-ying dalam perjalanannya menuju final. Ia kemudian menghadapi Akane Yamaguchi pada pertandingan final dan meraih kemenangan dalam tiga gim. Pada gim penentuan, Ratchanok sempat tertinggal 16–19 sebelum membalikkan keadaan dan menang 21–19.[56] Setelah pertandingan, ia menyatakan bahwa gelar tersebut dipersembahkan untuk Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, yang meninggal pada tahun sebelumnya.[57]

Ratchanok kemudian lolos ke Superseries Finals sebagai turnamen penutup musim. Pada fase grup, ia meraih kemenangan atas Sung Ji-hyun dan Tai Tzu-ying, tetapi kalah dari Chen Yufei pada pertandingan grup ketiga. Ia mencapai semifinal, tetapi dikalahkan oleh Akane Yamaguchi dalam tiga gim. Dalam gim penentuan, Ratchanok sempat memimpin sebelum akhirnya kehilangan keunggulan tersebut.[58]

2018

Pada awal 2018, Ratchanok Intanon memenangkan Malaysia Masters, turnamen kategori Super 500, setelah mengalahkan Tai Tzu-ying pada pertandingan final. Ia memenangkan gim penentuan dengan skor 24–22.[59] Pada Kejuaraan Dunia BWF 2018, Ratchanok terhenti pada babak ketiga setelah dikalahkan oleh Saina Nehwal.[60] Pada Asian Games 2018, ia mencapai perempat final sebelum kembali kalah dari Nehwal.[61] Ratchanok kemudian mencapai final Hong Kong Open, tetapi dikalahkan oleh Nozomi Okuhara.[62] Ratchanok lolos ke BWF World Tour Finals 2018. Pada turnamen tersebut, ia mengakhiri catatan kekalahannya dari Chen Yufei. Ia kemudian kalah dari Nozomi Okuhara, tetapi berhasil mengalahkan Michelle Li dari Kanada sehingga lolos ke semifinal. Pada semifinal, Ratchanok dikalahkan oleh P. V. Sindhu, yang kemudian menjadi juara turnamen tersebut.[63] Ratchanok mengakhiri musim 2018 dengan menempati peringkat kedelapan dunia.[24]

2019 - 2020

250px-Ratchanok_Intanon_%28THAILAND%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ratchanok Intanon pada German Open 2019

Pada 2019, Ratchanok Intanon mempertahankan gelarnya di Malaysia Masters, turnamen kategori Super 500. Ia memenangkan seluruh pertandingan dalam dua gim langsung, termasuk final melawan Carolina Marín.[64] Pada German Open Super 300, Ratchanok mencapai final, tetapi kalah dari Akane Yamaguchi dalam tiga gim. Gim penentuan berakhir dengan skor 23–25.[65] Ratchanok kemudian memenangkan India Open untuk ketiga kalinya setelah mengalahkan He Bingjiao. Kemenangan tersebut merupakan kemenangan pertamanya atas pemain Tiongkok tersebut.[66] Pada Thailand Open, ia mencapai final, tetapi kalah dari Chen Yufei dalam dua gim.[67] Pada Kejuaraan Dunia BWF 2019 di Basel, Ratchanok meraih medali perunggu setelah kalah dari Nozomi Okuhara pada semifinal.[68] Pada Korea Open 2019, Ratchanok menghadapi He Bingjiao dan berada satu poin dari kemenangan. Ia kemudian menyelamatkan empat match point dan memenangkan gim berikutnya.[69] Pada tahun yang sama, Ratchanok juga menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi pada April. Panel pemeriksaan etika BWF menyatakan bahwa ia melakukan pelanggaran terhadap aturan antidoping, tetapi menemukan bahwa hasil analisis positif tersebut berkaitan dengan konsumsi daging yang terkontaminasi clenbuterol. Berdasarkan temuan tersebut, panel menyatakan bahwa Ratchanok tidak memiliki kesalahan atau kelalaian dalam pelanggaran tersebut sehingga tidak menjatuhkan masa larangan bertanding.[70] Ratchanok kembali mencapai final Hong Kong Open, tetapi kalah dari Chen Yufei.[8] Ia kemudian berpartisipasi dalam BWF World Tour Finals. Pada fase grup, Ratchanok mengalahkan Busanan Ongbamrungphan, tetapi kalah dari Tai Tzu-ying dan Nozomi Okuhara pada pertandingan berikutnya sehingga tidak dapat melaju ke babak selanjutnya.[71] Gelar pertama Ratchanok pada 2020 diraih di Indonesia Masters. Ia memenangkan pertandingan final melawan Carolina Marín dalam tiga gim.[72]

2021–sekarang

Pada musim 2021, Ratchanok Intanon mencapai final Indonesia Open, tetapi kalah dari An Se-young pada pertandingan final.[73] Ia juga berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo, yang pelaksanaannya ditunda hingga 2021. Ratchanok berhasil melewati fase grup, tetapi terhenti pada babak 16 besar setelah kalah dari Tai Tzu-ying dalam tiga gim dengan skor 21–14, 18–21, 18–21.[74]

Pada tahun berikutnya, Indonesia kembali menjadi salah satu lokasi dengan hasil yang baik bagi Ratchanok. Ia mencapai final Indonesia Masters dan menghadapi Chen Yufei dalam pertandingan tiga gim. Setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat, Ratchanok akhirnya kalah dari Chen.[75] Ia kemudian membalas kekalahan tersebut pada Malaysia Open dengan mengalahkan Chen dalam pertandingan tiga gim pada babak menuju gelar juara.[76]

Pada Juli 2023, Ratchanok mencapai final Canada Open. Final tersebut menjadi penampilan final pertamanya setelah sekitar satu setengah tahun, tetapi ia kalah dari Akane Yamaguchi.[77] Pada September 2023, Ratchanok dijadwalkan tampil pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Namun, ia mengundurkan diri dari kompetisi tersebut dan turnamen-turnamen lainnya sepanjang sisa 2023 akibat cedera pergelangan kaki yang dialaminya pada Hong Kong Open.[78]

Setelah sekitar tiga bulan tidak bertanding, Ratchanok kembali ke sirkuit internasional pada Malaysia Open pada Januari 2024.[79] Pada Maret tahun yang sama, ia memenangkan Spain Masters.[80] Ratchanok kemudian tampil untuk keempat kalinya di Olimpiade pada Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris. Ia kembali tidak memperoleh medali setelah kalah dari Gregoria Mariska Tunjung pada perempat final.[81] Pada Oktober 2024, Ratchanok mencapai final Arctic Open, tetapi tidak berhasil meraih gelar juara.[82]

Pada 2025, Ratchanok mengawali musim dengan memenangkan Indonesia Masters setelah mengalahkan Sim Yu-jin dari Korea Selatan pada pertandingan final.[83] Ia kemudian meraih gelar keduanya pada tahun tersebut di Japan Masters setelah mengalahkan Gregoria Mariska Tunjung dalam dua gim langsung pada final.[84]

Pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2025, Ratchanok menjadi bagian dari tim putri Thailand yang meraih medali emas untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.[85] Ia juga meraih medali emas individu pertamanya di nomor tunggal putri pada ajang tersebut setelah mengalahkan rekan senegaranya, Supanida Katethong, pada pertandingan final.[86]

Penghargaan dan penghormatan

Ratchanok telah memenangkan berbagai penghargaan dan penghormatan sebagai bentuk pengakuan atas prestasi-prestasinya. Pada tahun 2010, ia menerima Trofi Pemuda Penuh Inspirasi Olahraga dari Komite Olimpiade Internasional (IOC Sport-Inspiring Young People Trophy). Sebelumnya, pada tahun 2009, ia juga dianugerahi gelar Pemain Paling Berbakat BWF Tahun 2009 melalui Trofi Eddie Choong dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).[87]

Rekor yang saat Ini dipegang

  • Juara tunggal termuda pada Kejuaraan Dunia BWF (2013, pada usia 18 tahun, 6 bulan, dan 6 hari).[88]
  • Juara termuda Kejuaraan Dunia Junior BWF (2009, pada usia 14 tahun).[89]
  • Pemain pertama yang meraih tiga gelar juara dalam satu disiplin tunggal pada Kejuaraan Dunia Junior BWF (2009, 2010, 2011).[16]
  • Finalis tunggal termuda sepanjang sejarah All England Open Badminton Championships (2013, pada usia 18 tahun).[90]
  • Pemain tunggal pertama yang berhasil memenangkan tiga gelar Superseries dalam tiga minggu berturut-turut.[48]
  • Pemain bulu tangkis Thailand pertama yang menduduki peringkat 1 dunia.[91]

Tanda kehormatan kerajaan

  • 2012 – Anggota (Kelas Kelima) dari The Most Admirable Order of the Direkgunabhorn.[92]
  • 2013 – Komandan (Kelas Ketiga) dari The Most Admirable Order of the Direkgunabhorn.[93]
  • 2016 – Dame Commander (Kelas Kedua) dari The Most Admirable Order of the Direkgunabhorn.[94]

Kehidupan Pribadi

Ratchanok adalah putri dari pasangan Winatchai Intanon asal Yasothon dan Khamphan Suwansala asal Roi Et. Ia lahir di Provinsi Yasothon di wilayah timur laut Thailand, namun pindah saat berusia tiga bulan bersama orang tuanya yang bekerja di pabrik permen Banthongyord di Distrik Bang Khae, Bangkok. Saat masih kecil, ia sering menemani orang tuanya bekerja. Pemilik pabrik, Kamala Thongkorn, khawatir ia terkena air mendidih dan gula panas, sehingga mengizinkannya bermain di lapangan bulu tangkis milik pabrik tersebut. Ia mulai bermain bulu tangkis pada usia enam tahun dan memenangkan kejuaraan pertamanya saat berumur tujuh tahun.[95][96][97][98] Ratchanok berlatih di Sekolah Bulu Tangkis Banthongyord. Pelatihnya adalah Patapol Ngernsrisuk, mantan atlet Olimpiade sekaligus putra dari Kamala Thongkorn.[99]

Ratchanok menggunakan uang hadiah dan biaya sponsor yang diperolehnya untuk membantu orang tua serta saudaranya, termasuk membantu sang ayah membuka sebuah warung makan. Ia mengungkapkan bahwa keinginannya menjadi pemain nasional dan membela negara didorong oleh tekad untuk membantu orang tuanya meningkatkan taraf hidup serta keluar dari kemiskinan.[100]

Pada tahun 2024, ia berencana pensiun setelah Olimpiade Musim Panas 2024 untuk bekerja purna waktu di Kepolisian Pusat sebagai seorang detektif.[101]

Prestasi

Kejuaraan Dunia BWF

Tunggal putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
2013 Tianhe Sports Center, Guangzhou, China Tiongkok Li Xuerui 22–20, 18–21, 21–14 Gold Emas
2019 St. Jakobshalle, Basel, Swiss Jepang Nozomi Okuhara 21–17, 18–21, 15–21 Bronze Perunggu

Kejuaraan Asia

Tunggal putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
2015 Wuhan Sports Center Gymnasium, Wuhan, China Tiongkok Li Xuerui 20–22, 23–21, 21–12 Gold Emas

Pesta Olahraga Asia Tenggara

Tunggal putri

Tahun Tempat Lawan Skor Hasil
2009 Gym Hall 1, National Sports Complex, Vientiane, Laos Thailand Salakjit Ponsana 14–21, 21–18, 10–21 Silver Perak
2011 Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia Singapura Fu Mingtian 17–21, 21–19, 20–22 Bronze Perunggu

Tur Dunia BWF (8 gelar, 9 runners-up)

Tunggal putri

Tahun Kejuaraan Level Lawan Skor Hasil
2018 Malaysia Masters Super 500 Tionghoa Taipei Tai Tzu-ying 21–16, 14–21, 24–22 1 Pemenang
2018 Hong Kong Terbuka Super 500 Jepang Nozomi Okuhara 19–21, 22–24 2 Runner-up
2019 Malaysia Masters Super 500 Spanyol Carolina Marín 21–9, 22–20 1 Pemenang
2019 Jerman Terbuka Super 300 Jepang Akane Yamaguchi 21–16, 14–21, 23–25 2 Runner-up
2019 India Terbuka Super 500 Tiongkok He Bingjiao 21–15, 21–14 1 Pemenang
2019 Thailand Terbuka Super 500 Tiongkok Chen Yufei 20–22, 18–21 2 Runner-up
2019 Korea Terbuka Super 500 Tiongkok He Bingjiao 21–18, 22–24, 17–21 2 Runner-up
2019 Hong Kong Terbuka Super 500 Tiongkok Chen Yufei 18–21, 21–13, 13–21 2 Runner-up
2020 Indonesia Masters Super 500 Spanyol Carolina Marín 21–19, 11–21, 21–18 1 Pemenang
2021 Indonesia Terbuka Super 1000 Korea Selatan An Se-young 17–21, 20–22 2 Runner-up
2022 Indonesia Masters Super 500 Tiongkok Chen Yufei 16–21, 21–18, 15–21 2 Runner-up
2022 Malaysia Terbuka Super 750 Tiongkok Chen Yufei 21–15, 13–21, 21–16 1 Pemenang
2023 Kanada Terbuka Super 300 JepangAkane Yamaguchi 19-21,

16-21

2Runner Up
2024 Spanyol Masters 300 ThailandSupanida Kathetong 21-12,

21-9

1Pemenang
2024 Artik Terbuka 300 TiongkokHan Yue 10-21,

13-21

2Runner Up
2025 Indonesia Masters 500 Korea SelatanSim Yu Jin 21-18,

21-17

1Pemenang
2025 Jepang Masters 500 IndonesiaGregoria Mariska Tunjung 21-16,

22-20

1Pemenang

Superseries BWF (6 gelar, 6 runners-up)

Tunggal putri

Tahun Kejuaraan Lawan Skor Hasil
2012 Tiongkok Terbuka Tiongkok Li Xuerui 12–21, 9–21 2 Runner-up
2013 All England Denmark Tine Baun 15–21, 21–16, 10–21 2 Runner-up
2013 India Terbuka Jerman Juliane Schenk 22–20, 21–14 1 Pemenang
2014 Korea Terbuka Tiongkok Wang Yihan 13–21, 19–21 2 Runner-up
2014 Indonesia Terbuka Tiongkok Li Xuerui 13–21, 13–21 2 Runner-up
2015 India Terbuka India Saina Nehwal 16–21, 14–21 2 Runner-up
2015 Indonesia Terbuka Jepang Yui Hashimoto 21–11, 21–10 1 Pemenang
2016 India Open Tiongkok Li Xuerui 21–17, 21–18 1 Pemenang
2016 Malaysia Terbuka Tionghoa Taipei Tai Tzu-ying 21–14, 21–15 1 Pemenang
2016 Singapore Terbuka Tiongkok Sun Yu 18–21, 21–11, 21–14 1 Winner
2017 All England Tionghoa Taipei Tai Tzu-ying 16–21, 20–22 2 Runner-up
2017 Denmark Terbuka Jepang Akane Yamaguchi 14–21, 21–15, 21–19 1 Winner

Referensi

  1. ↑ Rangkings, www.bwfbadminton.com, Diakses tanggal 28 Desember 2022
  2. ↑ Okezone (2025-12-15). "Kisah Haru Pebulu Tangkis Supercantik Ratchanok Intanon, Akhirnya Rebut Emas di SEA Games Terakhirnya : Okezone Sports". https://sports.okezone.com/. Diakses tanggal 2026-09-23.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
  3. ↑ "Ratchanok to defend world title as Asia's Sporting Icon". The Nation. 1 Juli 2014. Diakses tanggal 15 Januari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Connor, Mitch (14 Juli 2024). "Celebrating Thailand's sporting heroes: Five iconic Thai athletes". Thaiger. Diakses tanggal 15 Januari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Gia Mẫn, ed. (1 Mei 2008). "Chiến thắng ở giải cầu lông Lào Future Series 2008, Nguyên Nhung lần đầu lên ngôi tại giải quốc tế" (dalam bahasa Vietnam). The Thao. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Desember 2020. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ QT, ed. (26 April 2009). "Giải cầu lông Ciputra Việt Nam Challenge năm 2009: Tiến Minh bảo vệ thành công ngôi vô địch" (dalam bahasa Vietnam). The Thao. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "BWF World Junior Championships 2009 – Ratchanok makes history". Olympics. 2 November 2009. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Proton Malaysia International Challenge 2009". www.tournamentsoftware.com. 22 November 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Juni 2020. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Salakjit Ponsana of Thailand celebrates after defeating compatriot..." Getty Images (dalam bahasa American English). 2009-12-17. Diakses tanggal 2026-09-23.
  10. ↑ "รัชนก อินทนนท์ คว้าแชมป์แบดฯเยาวชนโลก3สมัยซ้อน". Sanook (dalam bahasa Thai). 7 November 2010. Diakses tanggal 21 Oktober 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Smiling Fish International Series 2010". Badminton World Federation. 9 Mei 2010. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Kok, Adrian (10 Oktober 2010). "Vietnam Open 2010 – Victory for Thailand's rising star". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Indonesia GPG 2010 Finals – Ratchanok strikes again". Badzine. 17 Oktober 2010. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Sachetat, Raphaël (15 November 2010). "Asian Games 2010 Women's Team Final – 9th time lucky for China". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Chee, Ying Fan (11 September 2011). "Chinese Taipei Open 2011 Finals – Golden Harvest for Korea". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. 1 2 Vandevorst, Elm (6 November 2011). "World Juniors 2011 Finals – Three is the magic number". Badzine. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Juli 2013. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Sachetat, Raphaël (25 Desember 2011). "India GPG 2011 – Taufik in luck now". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ Tan, Les (20 November 2011). "SEA Games Badminton: Fu Mingtian captures Singapore's first ever women's singles gold". Red Sports. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Maret 2024. Diakses tanggal 13 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Tor Chittinand, ed. (7 Maret 2012). "Chutchawal, Ratchanok win male, female accolades". Bangkok Post. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. ↑ "Saina Nehwal rallies to triumph". The Hindu. 10 Juni 2012. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "Ratchanok lost in gutsy fight". The Nation. 2 Agustus 2012. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ Sukumar, Dev (18 November 2012). "China Open: Day 6 – Xu Chen/Ma JIn celebrate 'four straight' in Superseries". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ Ying, Yang (15 Desember 2012). "SS Finals 2012 SF – Wang makes it to Sunday". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. 1 2 3 4 5 "BadmintonRanks - Professional Badminton Data Statistics". badmintonranks.com. Diakses tanggal 2026-09-23.
  25. ↑ Alleyne, Gayle; Sukumar, Dev (10 Maret 2013). "All England 2013: DAY 6 – 'Queen Tine' Reigns in All England farewell". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "Women's Singles Contenders". Yonex All England. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juni 2019. Diakses tanggal 12 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. ↑ Vandevorst, Elm (18 Maret 2013). "Swiss Open 2013 Finals – Wang's world, party time, excellent!". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Sukumar, Dev (28 April 2013). "India Open 2013: day 6 – Intanon celebrates maiden Superseries victory". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ Jew, Gerald (9 Juni 2013). "Thailand Open 2013 Finals – Intanon takes home title". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "Carolina roza las semifinales pero pierde ante la nueva campeona del mundo, la tailandesa Intanon (1–2)". HuelvaYA (dalam bahasa Spanyol). 9 Agustus 2013. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ "P V Sindhu has settled with bronze medal in BWF World Championships 2013". Jagran Josh. 13 Agustus 2013. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ Sukumar, Dev; Alleyne, Gayle (11 Agustus 2013). "Wang Lao Ji BWF World Championships 2013 – Day 7: Lin Dan's 'high five'; Intanon triumphs". Badminton World Federaiton. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ Kittipong Thongsombat, ed. (27 Desember 2013). "Ratchanok and Chatchai take home top honours". Bangkok Post. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ "Ratchanok falls to the guns of Wang in Korea". The Nation. 12 Januari 2014. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ "Industry: Thai badminton star Ratchanok wins Fox Sports Asia award". Sport-Asia. 25 Januari 2014. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ Wardany, Irawaty (23 Juni 2014). "No title for the hosts, Danes make history". The Jakarta Post. Diakses tanggal 15 Januari 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. ↑ Alleyne, Gayle; Eaton, Richard (28 Agustus 2014). "Li-Ning BWF World Championships 2014 – Day 4: Resolute Mitani topples Intanon". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. ↑ Kitinan Sanguansak, ed. (4 Oktober 2014). "Pathetic referees, mysterious winds give bad name to Korea". Nation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. ↑ "India Open Super Series 2015: Saina Nehwal wins maiden title". India.com. 30 Maret 2015. Diakses tanggal 2 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. ↑ Jay Prakash, ed. (26 April 2015). "Ratchanok Intanon outlasts Li Xuerui to win Badminton Asia Championships". Sportskeeda. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. ↑ "Ratchanok crowned Indonesia Open 2015 champion". Bangkok Post. 7 Juni 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. ↑ "Injury wrecks Ratchanok title tilt". Bangkok Post. 14 Agustus 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. ↑ Chen, May (12 Juni 2015). "SEA Games: Thai shuttlers retain women's team gold; men settle for silver". The Straits Times. Diakses tanggal 1 Juni 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. ↑ "Wang Yihan proves too strong for Ratchanok". The Nation. 12 Desember 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  45. ↑ Sukumar, Dev (15 Februari 2016). "Intanon triumphs at home – Princess Sirivannavari Thailand Masters 2016 review". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. ↑ Sukumar, Dev (3 April 2016). "Momota, Intanon singles champions – day 6: Yonex-Sunrise India Open 2016". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  47. ↑ Fredrickson, Terry (10 April 2016). "In-form Ratchanok wins again". Bangkok Post. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  48. 1 2 Alleyne, Gayle (17 April 2016). "'Thrash'-anok's the One! – Singles Finals: OUE Singapore Open 2016". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  49. ↑ Sukumar, Dev (29 April 2016). "Intanon's winning run ends – day 3: Dong Feng Citroen Badminton Asia Championships". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  50. ↑ Kittipong Kittayarak, ed. (10 Juli 2016). "Ratchanok to carry both Thai flag and hopes". Bangkok Post. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  51. ↑ "Ratchanok crashes out, Porntip through". Bangkok Post. 16 Agustus 2016. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  52. ↑ "Ratchanok pulls off comeback to beat Marin at All England". The Jakarta Post. 11 Maret 2017. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  53. ↑ Alleyne, Gayle (12 Maret 2017). "Top seed triumph – singles final: Yonex All England Open 2017". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  54. ↑ "Ratchanok defeats Busanan to win SCG Thailand Open". Bangkok Post. 4 Juni 2017. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. ↑ "Ratchanok wins New Zealand Open for second title". Bangkok Post. 6 Agustus 2017. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. ↑ "Yufei comes of age at the World C'ships". The Straits Times. 26 Agustus 2017. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  57. ↑ Sukumar, Dev (23 Oktober 2017). "Intanon regains winning touch – singles finals: Danisa Denmark Open 2017". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. ↑ "Ratchanok loses Dubai thriller". Bangkok Post. 16 Desember 2017. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  59. ↑ Lerpong Amsa-ngiam, ed. (21 Januari 2018). "Ratchanok stuns Tai for Malaysia Masters crown". The Nation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  60. ↑ Ninan, Susan (2 Agustus 2018). "Saina extends dominance over Ratchanok to enter Worlds quarters". ESPN. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  61. ↑ "Asian Games: Saina Nehwal beats Ratchanok Inthanon, reaches singles semifinals". Bangalore Mirror. 26 Agustus 2018. Diakses tanggal 2 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  62. ↑ "Okuhara wins maiden Hong Kong Open title". The Hindu. 18 November 2018. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  63. ↑ Alleyne, Gayle (15 Desember 2018). "Nozomi V Sindhu for gold! – day 4: HSBC BWF World Tour Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 31 Mei 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  64. ↑ Sukumar, Dev (20 Januari 2019). "Sparkling Intanon outwits Marin – Malaysia Masters: Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  65. ↑ "Watch: Akane Yamaguchi dives her way to German Open title". Badminton Nation. 4 Maret 2019. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. ↑ "Axelsen, Intanon triumph – India Open: Singles Finals". Badminton World Federation. 31 Maret 2019. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  67. ↑ Lakshmayya, Geethanjali (4 Agustus 2019). "Chen dashes Thailand's hopes – Thailand Open: Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  68. ↑ "Ratchanok's dreams dashed". Bangkok Post. 25 Agustus 2019. Diakses tanggal 19 April 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  69. ↑ Sukumar, Dev (29 September 2020). "Bing Jiao pulls off escape act – Korea Open: Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  70. ↑ Lee, David (10 Oktober 2019). "Badminton: World No. 5 Ratchanok Intanon fails doping test but won't face a ban from world federation". The Straits Times. Diakses tanggal 23 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  71. ↑ Sukumar, Dev (17 November 2019). "Chen Yu Fei stonewalls Intanon – Hong Kong Open: Final". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  72. ↑ Sukumar, Dev (19 Januari 2020). "Ginting, Intanon break title drought – Indonesia Masters: Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  73. ↑ Palar, Sanjeev (28 November 2021). "Indonesia Open 2021 - Viktor Axelsen wins his second Super 1000 event of the season (Korea's An upset Intanon to clinch maiden Super 1000 title)". Olympics. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. ↑ "Ratchanok in tears as Thailands Olympic badminton hopes end". Tha Nation. 30 Juli 2021. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  75. ↑ ZK, Goh (12 Juni 2022). "Badminton Indonesia Masters 2022: Olympic champions Axelsen and Chen clinch singles titles - Results". Olympics. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  76. ↑ Pratt, James (3 Juli 2022). "Viktor Axelsen beats Momota Kento and Ratchanok Intanon edges past Chen Yufei to win Malaysia Open 2022 singles titles - Full final results". Olympics. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  77. ↑ "Recap: 2023 Yonex Canada Open". Badminton Canada. 18 Juli 2023. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  78. ↑ "หนักกว่าที่คิด "เมย์ รัชนก" เผยสาเหตุถอนตัว "เอเชียนเกมส์ 2022" รวมทุกรายการในปี 2023" (dalam bahasa Thai). Thai Rath. 19 September 2023. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  79. ↑ "Ratchanok Intanon comeback di turnamen Malaysia Open 2024". Liga Olahraga. 7 Januari 2024. Diakses tanggal 13 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  80. ↑ "Ratchanok reigns in Spain, ends drought". Bangkok Post. 2 April 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Oktober 2024. Diakses tanggal 13 Oktober 2024.{{cite web}}: Periksa nilai |archive-url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  81. ↑ Kano, Shintaro (3 Agustus 2024). "Paris 2024 Badminton: Diverging fates of Olympic champions - Carolina Marín advances, Chen Yufei eliminated". International Olympic Committee. Diakses tanggal 13 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  82. ↑ "ไม่รอช้า "เมย์ รัชนก" เปิดใจทันที หลังแพ้นัดชิง ชวดแชมป์แบดมินตัน รายการที่ 2 ปีนี้" (dalam bahasa Thai). Thai Rath. 13 Oktober 2024. Diakses tanggal 13 Oktober 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  83. ↑ "Thai badminton stars win men's and women's singles at Indonesia Masters 2025". The Nation. 26 Januari 2025. Diakses tanggal 26 Januari 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  84. ↑ "Thailand claims two badminton titles at Kumamoto Masters Japan 2025". The Nation. 16 November 2025. Diakses tanggal 16 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  85. ↑ Schwager-Patel, Nischal (10 Desember 2025). "SEA Games 2025: Ratchanok Intanon inspires Thailand to dream badminton team gold". International Olympic Committee. Diakses tanggal 14 Desember 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  86. ↑ "Ratchanok signs off from SEA Games with gold in women's singles badminton". The Nation. 14 Desember 2025. Diakses tanggal 14 Desember 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  87. ↑ "BWF Player of The Year awards 2009 - Chong Wei, Yihan win honours". Badminton World Federation. 9 Mei 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Desember 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  88. ↑ Alleyne, Gayle (13 Agustus 2013). "Wang Lao Ji BWF World Championships 2013: Memories of Guangzhou". Badminton World Federation. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Agustus 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  89. ↑ "Yonex-Sunrise BWF World Junior Championships 2009 - Ratchanok makes history!". Badminton World Federation. 2 November 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  90. ↑ "Yonex All England 2013 highlights". All England Badminton. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-15.
  91. ↑ "New heights beckon for Ratchanok". Bangkok Post.
  92. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์อันเป็นที่สรรเสริญยิ่งดิเรกคุณาภรณ์ ประจำปี ๒๕๕๕, ราชกิจจานุเบกษา
  93. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์อันเป็นที่สรรเสริญยิ่งดิเรกคุณาภรณ์ ประจำปี ๒๕๕๖, ราชกิจจานุเบกษา
  94. ↑ ประกาศสำนักนายกรัฐมนตรี เรื่อง พระราชทานเครื่องราชอิสริยาภรณ์อันเป็นที่สรรเสริญยิ่งดิเรกคุณาภรณ์ เป็นกรณีพิเศษ [นางสาวรัชนก อินทนนท์], ราชกิจจานุเบกษา
  95. ↑ Wall Street Journal, Sweet Factory Becomes Assembly Line for Badminton Gold, 16 August 2013
  96. ↑ Record, The Isaan (2017-09-24). "รัชนก อินทนนท์: ลูกขนไก่อีสานพลัดถิ่น". เดอะอีสานเรคคอร์ด (dalam bahasa Thai). Diarsipkan dari asli tanggal 20 Oktober 2020. Diakses tanggal 2020-08-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. ↑ "Electrolux helps World Champion's Mother's Day wish come true". Thai-Swedish Chamber of Commerce (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-08-20.
  98. ↑ "Ratchanok 'May' Intanon". Bangkok 101 (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2 Desember 2020. Diakses tanggal 2020-08-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  99. ↑ "Coach can claim credit for Ratchanok rise". Bangkok Post.
  100. ↑ "Destiny's child shuttles towards her finest hour". Bangkok Post. 10 Agustus 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  101. ↑ "Thai badminton ace becomes a cop: "It's something I've always wanted" says Ratchanok". Thailand News, Travel & Forum - ASEAN NOW (dalam bahasa American English). 2023-04-05. Diakses tanggal 2024-08-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan