| He Bingjiao | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Informasi pribadi | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Negara | Tiongkok | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lahir | 21 Maret 1997 (umur 29) Lianyungang, Jiangsu, Tiongkok[1] | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tinggi | 169 m (554 ft 6 in) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pegangan | Kiri | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tunggal putri | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Rekor karier | 331 menang, 124 kalah | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Peringkat tertinggi | 5 (15 November 2022) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Peringkat saat ini | 8 (16 Juli 2024) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Rekam medali
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Profil di BWF | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
He Bingjiao (Hanzi:何冰娇; Pinyin:Hé Bīngjiāo; pengucapan Mandarin: [xɤ̌ píŋ.tɕjɑ́ʊ]; lahir 21 Maret 1997) adalah pemain bulu tangkis putri berkewarganegaraan Tiongkok. Ia meraih medali perak pada sektor tunggal putri di Olimpiade 2024. Ia merupakan bagian dari tim Tiongkok yang memenangkan Piala Uber 2020 dan 2024, dan Piala Sudirman 2021 dan 2023. He Bingjiao merupakan bagian dari tim Tiongkok yang berkompetisi pada Piala Uber 2020 dan 2024, serta Kejuaraan Beregu Asia 2016. Ia juga meraih medali emas pada Olimpiade Remaja Musim Panas 2014.
Karier
Karier awal
He Bingjiao mulai mendapatkan pelatihan bulu tangkis secara intensif di Sekolah Olahraga Junior Suzhou ketika berusia 7 tahun. Lima tahun kemudian, ia dikirim ke Nanjing untuk melanjutkan pendidikan sekaligus menjalani program latihan yang lebih berat. Saat masih menjadi pemain junior, ia telah berkompetisi di tingkat senior dan melakukan debut internasional senior pada Vietnam Open 2013. Pada 2014, ia tampil pada Olimpiade Remaja Musim Panas dan meraih medali emas pada nomor tunggal putri serta medali perunggu pada nomor ganda campuran.[2][3]
2013–2015
He Bingjiao mulai tampil dalam turnamen internasional pada 2013 ketika berusia 16 tahun. Ia mencapai semifinal Kejuaraan Junior Asia, tetapi dikalahkan pemain Thailand Busanan Ongbamrungphan dalam dua gim langsung. Ia juga mencapai semifinal Kejuaraan Dunia Junior, tetapi kalah dari pemain Jepang Aya Ohori. Pada Vietnam Open, ia meraih gelar juara setelah mengalahkan pemain Indonesia Hera Desi dalam dua gim langsung dalam pertandingan yang berlangsung dalam 21 menit.[4]
Pada Kejuaraan Dunia Junior 2014, He Bingjiao membalas kekalahannya dari Aya Ohori pada edisi tahun sebelumnya dengan mengalahkannya dalam dua gim langsung. Namun, ia harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan pemain Jepang lainnya, Akane Yamaguchi, dalam pertandingan final tiga gim yang berlangsung ketat dengan skor 21–14, 18–21, 13–21.[5] Prestasi terbesar He Bingjiao pada tahun tersebut diraihnya di Olimpiade Remaja. Ia kembali berhadapan dengan Akane Yamaguchi dan berhasil mengalahkannya dalam pertandingan yang berlangsung ketat, sekaligus membalas kekalahannya pada final Kejuaraan Dunia Junior.[6] Ia juga tampil baik pada Bitburger Open dengan mengalahkan sejumlah pemain terkemuka, termasuk Michelle Li dan Beiwen Zhang. Namun, ia menjadi runner-up setelah dikalahkan Sun Yu pada pertandingan final.[7]
Pada 2015, He Bingjiao meraih gelar pertamanya pada tahun tersebut di China Masters setelah mengalahkan Hui Xirui.[8] Ia kemudian mencapai final New Zealand Open, tetapi kalah dari pemain Jepang Saena Kawakami.[9] Pada Kejuaraan Dunia Junior, ia secara mengejutkan tersingkir di perempat final setelah dikalahkan pemain Jepang Natsuki Nidaira.[10] Pada akhir tahun, He Bingjiao menjuarai Indonesian Masters setelah mengalahkan Chen Yufei dalam dua gim langsung pada pertandingan final.[11] Salah satu kemenangan pentingnya dalam turnamen tersebut adalah kemenangan atas P. V. Sindhu, yang saat itu telah dua kali meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia.
2016
He Bingjiao menjalani salah satu turnamen terbaik dalam kariernya pada Swiss Open. Ia mengalahkan sejumlah pemain papan atas dunia, yaitu Ratchanok Intanon, P. V. Sindhu, dan Sun Yu, untuk mencapai final. Di final, ia mengalahkan Wang Yihan dengan skor 21–16, 21–10. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pembalasan atas kekalahannya dari Wang Yihan pada gelaran All England[12] Ia kemudian meraih gelar Superseries pertamanya pada Japan Open setelah mengalahkan Sun Yu di final.[13] Pada French Open Superseries, ia kembali menjadi juara setelah mengalahkan Beiwen Zhang dengan skor 21–9, 21–9.[14] Ia juga berhasil mempertahankan gelarnya di Bitburger Open dengan mengalahkan Nitchaon Jindapol pada pertandingan final.[15] Rangkaian hasil tersebut membuat He Bingjiao lolos ke Superseries Finals pada akhir musim.[16] Pada turnamen tersebut, ia mencatat kemenangan atas Ratchanok Intanon setelah Intanon mengundurkan diri ketika tertinggal 19–21, 10–11. Namun, ia mengalami kekalahan dari Tai Tzu-ying dan Sung Ji-hyun.
2017
Pada Kejuaraan Asia 2017, He Bingjiao mencapai semifinal setelah mengalahkan peraih medali perak Olimpiade, P. V. Sindhu, dalam pertandingan perempat final yang berlangsung ketat. Ia kemudian kalah dari Akane Yamaguchi di semifinal dalam dua gim langsung dan meraih medali perunggu.[17] Ia juga menjadi bagian dari tim Tiongkok pada Piala Sudirman yang meraih medali perak setelah kalah dari Korea Selatan pada final.[18] Pada Kejuaraan Dunia di Glasgow, Skotlandia, ia tersingkir pada babak ketiga setelah kalah dari pemain tuan rumah Kirsty Gilmour dalam pertandingan tiga gim dengan skor 14–21, 21–15, 16–21.[19] He Bingjiao gagal mempertahankan gelarnya di Japan Open setelah kalah dari Carolina Marín pada final.[20] Ia kembali lolos ke Dubai World Superseries Finals,[21] tetapi mengalami kekalahan dalam seluruh pertandingan fase grup dari P. V. Sindhu, Akane Yamaguchi, dan Sayaka Sato sehingga tidak lolos ke semifinal.
2018
He Bingjiao untuk pertama kalinya mencapai final Malaysia Open. Namun, ia gagal memberikan perlawanan maksimal kepada Tai Tzu-ying meskipun sempat memiliki tiga game point pada gim pertama.[22] Pada Kejuaraan Dunia, He Bingjiao mengalahkan Tai Tzu-ying di perempat final dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21–18, 7–21, 21–13. Kemenangan tersebut mengakhiri catatan Tai Tzu-ying yang sebelumnya tidak terkalahkan selama hampir tujuh bulan, dengan 31 kemenangan berturut-turut.[23] He Bingjiao kemudian meraih medali perunggu setelah kalah dari Carolina Marín pada semifinal dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21–13, 16–21, 13–21.[24] Pada Asian Games, ia tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Nozomi Okuhara. Sepanjang tahun tersebut, ia juga menunjukkan konsistensi dengan mencapai semifinal di sejumlah turnamen lainnya. Meskipun lolos, He Bingjiao memilih tidak mengikuti edisi perdana World Tour Finals yang diselenggarakan di Tiongkok karena masalah cedera yang dialaminya dalam pertandingan melawan Sung Ji-hyun pada Hong Kong Open.[25]
2019
Pada India Open, He Bingjiao mengalahkan juara bertahan Beiwen Zhang pada perempat final dan kemudian mengalahkan P. V. Sindhu untuk keempat kalinya secara berturut-turut pada semifinal. Namun, ia kalah dari Ratchanok Intanon pada final dalam dua gim langsung. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan pertamanya dari Intanon.[26] Ia meraih medali perak pada Kejuaraan Asia setelah kembali kalah dari Akane Yamaguchi.[27] Setelah mengalami kekalahan pada babak-babak awal di Indonesia, Jepang, dan Thailand, He Bingjiao mencapai perempat final Kejuaraan Dunia, tetapi tersingkir setelah kalah dari Nozomi Okuhara. Pada Korea Open, ia kembali meraih gelar juara setelah tiga tahun sejak kemenangan sebelumnya pada 2016. Pada final, ia mengalahkan Ratchanok Intanon meskipun sempat tertinggal dan menghadapi empat match point.[28] Pada World Tour Finals, He Bingjiao mengalami kekalahan dari Akane Yamaguchi, Chen Yufei, dan P. V. Sindhu. Dalam pertandingan melawan Sindhu, ia sempat unggul jauh 18–9 pada gim pertama, tetapi gagal mempertahankan keunggulan tersebut dan akhirnya kalah 19–21, 19–21[29]
2020–2021
Pada Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo, He Bingjiao menjadi unggulan kedelapan pada nomor tunggal putri. Ia mencapai semifinal, tetapi kalah dari Chen Yufei. Dalam perebutan medali perunggu, ia kembali mengalami kekalahan dari P. V. Sindhu sehingga menempati posisi keempat.[30] Pada 2021, He Bingjiao menjadi bagian dari tim Tiongkok yang menjuarai Piala Sudirman.[31] Ia juga mencapai semifinal Kejuaraan Dunia 2021. Namun, ia kalah dari Tai Tzu-ying dalam pertandingan tiga gim dengan skor 17–21, 21–13, 14–21 dan kembali meraih medali perunggu. Medali tersebut merupakan medali keduanya pada Kejuaraan Dunia.[32]
2022
He Bingjiao mengawali musim 2022 dengan menjuarai German Open[33] dan Korea Masters,[34] dengan mengalahkan sesama pemain Tiongkok Chen Yufei pada kedua pertandingan final. Pada Oktober, ia meraih dua gelar berturut-turut dalam turnamen level Super 750, yakni Denmark Open[35] dan French Open.[36] Berkat performanya sepanjang musim, ia lolos ke World Tour Finals. Dalam fase grup, ia mengalahkan Tai Tzu-ying, Ratchanok Intanon, dan Busanan Ongbamrungphan sehingga untuk pertama kalinya mencapai semifinal turnamen tersebut.[37] Namun, pada semifinal ia dikalahkan Tai Tzu-ying dalam dua gim langsung.[38] Meskipun demikian, performanya sepanjang musim membuatnya mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat kelima dunia pada akhir tahun.
2024
Pada Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris, He Bingjiao meraih medali perak pada nomor tunggal putri. Setelah Olimpiade tersebut, ia mengumumkan pengunduran dirinya dari bulu tangkis internasional pada 13 Agustus 2024.[39][40] He Bingjiao juga mendapat perhatian karena sikap sportivitasnya selama Olimpiade. Dalam pertandingan semifinal melawan Carolina Marín, Marín mengalami cedera ketika memimpin 10–5 pada gim kedua. He Bingjiao kemudian memberikan dukungan kepada Marín dan melakukan beberapa pukulan latihan bersamanya sebelum Marín memutuskan mengundurkan diri dari pertandingan. Pada upacara penyerahan medali, He Bingjiao membawa sebuah pin berbentuk bendera Spanyol sebagai bentuk penghormatan kepada lawannya pada semifinal tersebut.[41]
Referensi
- ↑ "全运焦点人物:何冰娇 未来羽坛女单一姐?". sports.qq.com (dalam bahasa Chinese). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-13. Diakses tanggal 23 Maret 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ "Players: He Bingjiao". Badminton World Federation. Diakses tanggal 11 Februari 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "16-year-old Upsets World No 1 to Take Badminton Gold at Youth Olympics". Women of China. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Februari 2018. Diakses tanggal 11 Februari 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hearn, Don (8 Desember 2013). "Vietnam Open 2013 – Juniors 2, Korea 3". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Chee, Ying Fan (19 April 2014). "World Juniors 2014 Finals – Chen, Huang, and Akane repeat!". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (22 Agustus 2014). "Youth Olympic Games 2014 – Day 6: He Bing Jiao Battles Ppast Yamaguchi". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Smith, Eddie (2 November 2014). "Bitburger Open 2014 Finals – Zheng and Chen Steal The Show". Badzine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2021. Diakses tanggal 6 Oktober 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (20 April 2015). "Wang Zhengming, He Bing Jiao Emerge Champions – Bonny China Masters 2015 Review". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (4 Mei 2015). "Saena Kawakami Springs a Surprise – Skycity New Zealand Open 2015 Review". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Alleyne, Gayle (13 November 2015). "'Thai-tanic' Upset; Bingjiao Beaten – Day 4: Yonex BWF World Junior Championships 2015". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Indonesia Kantongi Tiga Gelar di Indonesian Masters". Republika. 8 Desember 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Alleyne, Gayle (21 Maret 2016). "Bingjiao Comes of Age – Finals: Swiss Open 2016". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (25 September 2016). "China's Gen Next Delivers: Yonex Open Japan 2016 – Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Alleyne, Gayle (30 Oktober 2016). "He and Shi Reign! – Yonex French Open 2016: Singles Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (7 November 2016). "China Capture Four Titles – Bitburger Open Review". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Women's Singles Qualifiers: Dubai World Superseries Finals". Badminton World Federation. 6 Desember 2016. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (30 April 2017). "Lu/Huang On a Roll – Badminton Asia Championships 2017: Day 5". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev; Alleyne, Gayle (28 Mei 2017). "'Seoul' Satisfying! – Final: Total BWF Sudirman Cup 2017". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hearn, Don (25 Agustus 2017). "Worlds 2017 R16 – Gilmour past He at home". Badzine. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Liew, Vincent (24 September 2017). "Carolina Marin Wins Japan Open". Badminton Planet. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (8 Desember 2017). "Last Shot for China's Young Guns". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cooper, Ann (1 Juli 2018). "Tai Tzu-ying Defends Malaysia Open Title". Badminton Planet. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Alleyne, Gayle (3 Agustus 2018). "'Top'-Pled! – Day 5: Total BWF World Championships 2018". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (4 Agustus 2018). "History in the Making – Semi-Finals: Total BWF World Championships 2018". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Palmer, Dan (16 November 2018). "World number one wins battle with Olympic and world champion at BWF Hong Kong Open". Inside the Games. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Axelsen, Intanon Triumph – India Open: Singles Finals". Badminton World Federation. 31 Maret 2019. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (29 April 2019). "Glory for Japan at Badminton Asia Championships". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Sukumar, Dev (29 September 2020). "Bing Jiao Pulls Off Escape Act – Korea Open: Finals". Badminton World Federation. Diakses tanggal 3 Juni 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "BWF World Tour Finals: PV Sindhu beats He Bing Jiao for consolation win". Air News. 13 Desember 2019. Diakses tanggal 31 Mei 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Badminton - HE Bing Jiao". Tokyo 2020 Olympics. Tokyo Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Agustus 2021. Diakses tanggal 6 Oktober 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "苏杯国羽问鼎新添七位世界冠军 总人数已达157人" (dalam bahasa Tionghoa). Sina. 5 Oktober 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2021. Diakses tanggal 6 Oktober 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tai, Akane in Summit Clash". Badminton World Federation. 18 Desember 2021. Diakses tanggal 19 Desember 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "German Open: Maiden title for Malaysians". BWF. 14 Maret 2022. Diakses tanggal 24 Desember 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Korea Masters: Kim/Kim rediscover glory days". BWF. 17 April 2022. Diakses tanggal 24 Desember 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Denmark Open: I was close to tears". BWF. 24 Oktober 2022. Diakses tanggal 24 Desember 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "French Open: At long last, party in Paris". BWF. 31 Oktober 2022. Diakses tanggal 24 Desember 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Semifinalists decided for super Saturday". BWF. 9 Desember 2022. Diakses tanggal 24 Desember 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Tai Tzu-ying reaches women's singles final at BWF World Tour Finals". Focus Taiwan. 10 Desember 2022. Diakses tanggal 24 Desember 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "He Bing Jiao Bids Goodbye". Badminton World Federation. 13 Agustus 2024. Diakses tanggal 13 Agustus 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Chinese shuttler He Bing Jiao retires after Paris Olympics silver medal campaign". The Indian Express. 13 Agustus 2024. Diakses tanggal 13 Agustus 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "China's He praised for holding Spanish flag on Olympic podium in injured opponent's honour".
Pranala luar
- He Bingjiao di BWFbadminton.com
- He Bingjiao di BWF.tournamentsoftware.com
- (Inggris)He Bingjiao di Olympics.com

- (Inggris)He Bingjiao di Olympedia.org

- He Bingjiao di InterSportStats
- He Bingjiao di Instagram
