Minggu, 20 September 2026
15:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sanca

Sanca

familia ular reptil

Pythonidae
250px-Python_molurus_molurus_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sanca India (Python molurus)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Superfamili: Pythonoidea
Famili: Pythonidae
Fitzinger, 1826
Sinonim
  • Pythonoidia - Fitzinger, 1826
  • Pythonoidei – Eichwald, 1831
  • Holodonta – Müller, 1832
  • Pythonina – Bonaparte, 1840
  • Pythophes – Fitzinger, 1843
  • Pythoniens – A.M.C. Duméril & Bibron, 1844
  • Holodontes – A.M.C. Duméril & Bibron, 1844
  • Pythonides – A.M.C. Duméril & Bibron, 1844
  • Pythones – Cope, 1861
  • Pythonidae – Cope, 1864
  • Peropodes – Meyer, 1874
  • Chondropythonina – Boulenger, 1879
  • Pythoninae – Boulenger, 1890
  • Pythonini – Underwood & Stimson, 1990
  • Moreliini – Underwood & Stimson, 1990[1]
Artikel takson sembarang

Sanca, Sawa atau Piton adalah sebutan umum untuk semua jenis ular pembelit yang diklasifikasikan sebagai familia Pythonidae. Sanca tersebar luas di daerah beriklim panas dan tropis Afrika, Asia, dan Australia. Salah satu spesies sanca, yaitu sanca kembang (Malayopython reticulatus) merupakan ular terpanjang di dunia.

Penyebaran dan habitat

Sanca tersebar luas di Afrika Sub-Sahara, Nepal, India, Sri Lanka, Myanmar, Tiongkok selatan, Asia Tenggara, serta dari Filipina ke selatan hingga Indonesia, Papua Nugini, dan Australia.[1]

Di Amerika Serikat, terdapat populasi terintroduksi dari sanca bodo (Python bivittatus) yang menjadi spesies invasif semenjak akhir tahun 1990-an.[2]

Perilaku

250px-Retic3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sanca kembang (Malayopython reticulatus)

Sebagian besar spesies sanca adalah predator penyergap, yang mana biasanya tidak bergerak dalam posisi menyamarkan diri (kamuflase), dan kemudian menyerang mangsa yang lewat secara tiba-tiba. Serangan sanca pada manusia, meskipun diketahui pernah terjadi, sangat jarang. Namun dapat terjadi jika sanca tersebut merasa terancam.[3][4]

Makanan

Sanca menggunakan giginya yang tajam, melengkung ke belakang, empat baris di rahang atas, dua di bawah, untuk menangkap mangsa yang kemudian dibunuh dengan lilitan (constriction); setelah seekor binatang ditangkap untuk ditahannya, sanca dengan cepat membalutkan sejumlah lilitan di sekelilingnya. Kematian terjadi terutama karena berhentinya detak jantung. Namun tujuan yang sebenarnya dari lilitan tersebut adalah untuk menekan saluran darah yang menuju ke otak, agar darah yang menuju ke otak terhenti dan mangsa menjadi lemas.[5][6]

Spesimen yang lebih besar biasanya memakan hewan seukuran kucing rumah, tetapi diketahui menyukai mangsa yang lebih besar; beberapa spesies sanca besar Asia diketahui mampu menjatuhkan rusa dewasa, dan sanca batu Afrika, diketahui mampu memakan kijang atau antelop. Pada tahun 2017, diketahui sebuah kasus manusia dimangsa oleh sanca di Sulawesi, Indonesia.[7] Semua mangsa ditelan secara utuh, dan mungkin butuh beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu untuk dicerna sepenuhnya dan sanca tersebut langsung mati secara tiba-tiba.

Reproduksi

Sanca adalah ular ovipar, atau dengan kata lain, berkembangbiak dengan bertelur. Hal ini membedakannya dari familia Boidae (ular boa), yang sebagian besar berkembangbiak dengan "seperti melahirkan" (ovovivipar), karena yang sebenarnya terjadi telur dibiarkan di dalam perut sampai menetas, dan setelah menetas barulah anak ular keluar dari bagian kloaka, hal ini yang menyebabkan ular boa berkembang biak seperti melahirkan (ovovivipar). Setelah bertelur, ular betina biasanya mengeraminya sampai menetas. Hal tersebut dicapai dengan menyebabkan otot-otot "menggigil", yang meningkatkan suhu tubuh hingga tingkat tertentu, dan demikian juga pada telur. Menjaga telur pada suhu yang konstan sangat penting untuk perkembangan embrio yang sehat. Selama masa inkubasi, ular betina tidak makan dan hanya meninggalkan telur-telurnya untuk berjemur demi meningkatkan suhu tubuhnya.

Sebagai peliharaan

Sebagian besar spesies sanca merupakan hewan peliharaan eksotik. Akan tetapi, perlu kewaspadaan dalam memelihara spesies berukuran besar, karena ular tersebut bisa menjadi berbahaya. kasus-kasus langka di mana spesimen besar membunuh pemiliknya pernah didokumentasikan.[8][9]

Penggunaan nama

Nama ular ini dipakai ke dalam nama Kereta api Sancaka dan Kereta api Sancaka Utara.

Klasifikasi

Referensi

  1. 1 2 McDiarmid, Roy W.; Campbell, Jonathan A.; Touré, T'Shaka A. (1999). Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference. Vol. 1. Herpetologists' League. ISBN 978-1-893777-01-9.
  2. "Huge, Freed Pet Pythons Invade Florida Everglades". National Geographic News. Diakses tanggal 16 September 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Wang, Amy B. (29 Maret 2017). "An Indonesian man disappeared. Villagers found his body inside a 23-foot-long python". Washington Post. Diakses tanggal 17 Juni 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Selk, Avi (16 Juni 2018). "A woman went to check her corn — and was swallowed by a python". Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 Juni 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Hardy, David L (1994). "A re-evaluation of suffocation as the cause of death during constriction by snakes". Herpetological Review. 25 (22): 45–47.
  6. Boback SM, McCann KJ, Wood KA, McNeal PM, Blankenship EL, Zwemer CF (Juli 2015). "Snake constriction rapidly induces circulatory arrest in rats". The Journal of Experimental Biology. 218 (Pt 14): 2279–88. doi:10.1242/jeb.121384. PMID 26202779.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. France-Presse Agence (29 Maret 2017). "Giant python swallows Indonesian farmer whole". The Guardian via www.theguardian.com.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "The Keeping of Large Pythons". Anapsid. Diakses tanggal 16 September 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. "Large Constrictor Snake Attacks" (PDF). The Humane Society of The United States. Juli 2012. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-09-22. Diakses tanggal 2020-05-22.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Sanca.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pythonidae.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan