Minggu, 20 September 2026
22:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Private label

Private label

Merek yang dijual oleh perusahaan ritel namun diproduksi perusahaan lainTemplat:SHORTDESC:Merek yang dijual oleh perusahaan ritel namun diproduksi perusahaan lain
250px-Bayer_Aspirin_and_store-brand_generic_on_Canadian_drugstore_shelf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Produk aspirin di Kanada, di mana ada versi yang dibuat perusahaan ternama (Bayer, kiri) dan versi private label (kanan).
250px-Teri_Jengki_Ikan_Asin.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Produk ikan asin yang dijual dalam private label milik Carrefour di Indonesia, "Paling Murah".

Private label (dalam bahasa Indonesia artinya merek pribadi)[1] merupakan istilah yang digunakan dalam dunia ritel untuk menyebut sebuah merek yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh bisnis ritel modern (seperti minimarket, supermarket, hipermarket, toserba, dll). Sebuah toko ritel biasanya dapat menawarkan aneka jenis produk dalam private label miliknya yang ditawarkan bersamaan dengan merek-merek yang sudah ada sebelumnya.[2][3] Konsep lain yang berkaitan adalah store brand, house brand[2] dan own label.[4]

Pada umumnya produk private label diproduksi dengan dialih dayakan ke pihak lain (maklon),[5][6][7] meskipun ada juga perusahaan ritel yang memiliki pabrik sendiri untuk memproduksi produk private label-nya.[8] Adapun produsen maklon tersebut dapat tidak diungkapkan[9][10] atau bisa dibuka ke pembeli,[11] baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Ada juga produk private label yang diproduksi perusahaan produsen produk yang selama ini sudah terkenal.[12]

Produk private label dihadirkan karena dapat memberikan keuntungan baik pada pembeli, produsen maupun pihak ritel. Para peritel dapat meraih keuntungan yang lebih besar dibanding menjual produk-produk ternama, karena dapat mengatur bagaimana strategi produksi, suplai produknya hingga penentuan harga yang bisa lebih murah dibanding membeli produk merek ternama dari distributor. Belum lagi produk-produk tersebut bebas dari praktik seperti trading term dan listing fee.[13] Bagi konsumen, harga produk private label biasanya lebih murah karena tidak adanya iklan yang masif, belum ditambah bisa mendapatkan promosi;[14] hal ini memungkinkan konsumen membeli lebih banyak yang juga bisa meningkatkan pendapatan peritel.[15][16][17] Para perusahaan ritel juga bisa memberdayakan produsen usaha kecil dan menengah dengan produk private label-nya.[18] Namun kelemahannya seperti kualitas produk yang sering kali dipandang sebelah mata oleh pembeli.[19]

Tradisi menghadirkan produk private label diperkirakan sudah ada sejak abad ke-19 di Amerika Serikat.[20] Mulanya, produk tersebut diposisikan berkualitas tinggi tetapi dengan harga murah; lalu pada awal abad ke-20, banyak private label yang dibuat dengan kualitas rendah dan berharga rendah juga; dan periode selanjutnya, kembali menunjukkan kualitas yang membaik dan bahkan bisa bersaing dengan merek yang sudah dikenal (national brand).[21] Di AS sendiri periode ini terjadi mulai 1990-an,[22] yang juga diiringi tren menghadirkan produk private label berkualitas premium dan berharga tinggi.[23][24][25] Di Amerika Serikat, merek private label yang terkenal seperti Simple Truth (Kroger), Great Value (Wal-Mart)[26] dan Kirkland Signature (Costco).[27]

Di Indonesia ritel pertama yang mengembangkan teknik ini adalah Hero Supermarket, dengan nama private label Hero Save (kini Hero saja)[28] sejak tahun 1989. Sama seperti beberapa perusahaan di AS, Hero saat itu memiliki perusahaan produsen beberapa produk private label-nya yaitu PT Suba Indah,[29][30] dan sempat mengembangkannya dengan intensif menjadi merek turunan seperti Nature Choice dan Reliance.[31] Belakangan strategi ini diikuti perusahaan-perusahaan ritel lainnya di Indonesia, seperti berikut:

Adapun jumlah dan ragam produk private label yang disediakan tiap peritel berbeda-beda. Carrefour dulu misalnya memiliki 2.000-3.000 jenis produk di bawah semua private label-nya, Indomaret sekitar 500 dan Alfamart memiliki 100.[14]

Rujukan

  1. Optimalisasi Digital Marketing: Modul Pembelajaran Kewirausahaan
  2. 1 2 Hargrave, Marshall. "How Private Brands Matter". Investopedia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. (Fitzell 1982, hlm. 9): Any time a product is packaged under a label owned by a retailer, it can be called private label.
  4. 1 2 3 4 5 Belanja Murah? Private Label Aja
  5. Morrison, Stella. "How Private Labeling Works". business.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. MBA Skool Team. "Private Label Meaning & Definition". MBA Skool. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Mahmoud, Rasha (31 Mei 2020). "Private Label: Definition, Example, Pros & Cons". Retail Dogma. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "What is Private Labeling?". Ecommerce CEO. Orbit Local LLC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Hirsh, Sophie (4 Januari 2022). "How Trader Joe's, Whole Foods, and Kroger Make Their Store-Brand Products". Green Matters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Dixon, Vince (9 Agustus 2017). "What Brands Are Actually Behind Trader Joe's Snacks?". Eater. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Tuder, Stefanie (28 Oktober 2016). "How La Boulangerie Bounced Back and Into Trader Joe's and Costco". Eater. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Laurin (23 April 2015). "Generic vs Name Brand Foods - Is there really a difference?". The Dinner Daily. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 November 2021. Another interesting piece of information: generics are often made by that national brand, in the same plant, from the same farm, the same dairy etc, but just packaged in a less flashy way.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. Pemasok minta pembatasan..
  14. 1 2 Hypermarket dan Minimarket Makin Kepincut Private Label
  15. Private Label Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan Dan Kelemahan
  16. Private Label, Contoh Lain dari The Power of Packaging
  17. Konsultasi Pemasaran: Private Label
  18. Produk Private Label, Juru Selamat Perusahaan Ritel
  19. 1 2 3 PRIVATE LABEL : KAJIAN PERSEPSI KONSUMEN AKAN KUALITAS DAN VALUE FOR MONEY
  20. (Fitzell 1982, hlm. 28–40, Chapter 2: History of Private Labels).
  21. (Fitzell 1982, hlm. 40–41, Chapter 2: History of Private Labels).
  22. Quelch, John; Harding, David (Januari–Februari 1996). "Brands Versus Private Labels: Fighting to Win". Harvard Business Review. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Mei 2016.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. Dunne, David; Narasimhan, Chakravarthi (Mei–Juni 1999). "The New Appeal of Private Labels". Harvard Business Review. Diarsipkan dari asli tanggal 21 April 2021.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. Shoup, Mary Ellen (19 Juni 2020). "Deloitte report: What does the future hold for the food retail sector?". FoodNavigator-USA. William Reed Ltd. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  25. "The rise of premium private label and its impact on discount retailers". nielseniq.com. Nielsen Corporation. 2 Agustus 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Biscotti, Louis (2 Mei 2019). "Private Label Brands Roar At Retail". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. Louis, Serah (23 Desember 2021). "These are the big brands hidden behind Costco's Kirkland label". MoneyWise. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. PENGARUH STORE IMAGE DAN PERCEIVED PRICE TERHADAP PRIVATE LABEL BRAND PRESTIGE PADA SUPERMARKET HERO DI JAKARTA
  29. Eksekutif, Masalah 199-204
  30. 36 kasus pemasaran asli Indonesia: bermain dengan persepsi
  31. PT HERO SUPERMARKET Tbk
  32. Private Label Grand Prize
  33. Desain Kemasan Privat Label Alfamart
  34. BAB 1
  35. Private Label
  36. All products
  37. PENJUALAN FESYEN: Department Store Matahari Genjot Kinerja 10 Merek Private Label
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Private labels.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan