Senin, 21 September 2026
03:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Asteroid

Asteroid

benda langit kecil yang bukan komet

433 Eros photographed by NEAR Shoemaker
Galileo image of 243 Ida (the dot to the right is its moon Dactyl)
Dawn image of the dwarf planet Ceres.
OSIRIS-REx image of 101955 Bennu, a rubble-pile asteroid
Gambar asteroid yang telah dikunjungi, mengilustrasikan perbedaannya: (baris atas) 433 Eros dan 243 Ida dengan bulannya Dactyl, (baris bawah) 1 Ceres dan 101955 Bennu. Ukuran tidak sesuai skala.

Asteroid, disebut juga planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak. Istilah ini secara historis ditujukan untuk semua objek astronomis yang mengelilingi matahari dan setelah diobservasi tidak memiliki karakteristik komet aktif.

Ada jutaan asteroid, yang menurut pemikiran banyak orang adalah sisa-sisa kehancuran planetisimal, material di dalam solar nebula matahari muda yang tidak pernah tumbuh besar untuk menjadi planet.[1] Mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Jupiter atau berbagi orbit dengan Jupiter (Asteroid Troya Jupiter). Tetapi, terdapat keluarga orbit lainnya dengan populasi signifikan, termasuk asteroid dekat-Bumi. Asteroid individual diklasifikasikan berdasarkan karakteristik spektrum emisi mereka, dengan mayoritas terbagi menjadi tiga kelompok utama: tipe-C, tipe-M, dan tipe-S. Kelompok ini diberi nama dan umumnya diidentifikasi dari komposisi karbon, logam, dan silikat.

Hanya satu asteroid, 4 Vesta, yang memiliki permukaan relatif reflektif, secara normal dapat dilihat dengan mata telanjang dan ini hanya pada langit yang sangat gelap dan posisinya memungkinkan. Asteroid-asteroid kecil yang melintas dekat dengan bumi jarang dapat dilihat dengan mata telanjang dalam waktu yang singkat.[2] Hingga April 2016, Pusat Planet Minor memiliki data lebih dari 1,3 juta objek di dalam dan luar Tata Surya, 750.000 di antaranya telah memiliki informasi yang cukup untuk penamaan bernomor.[3]

Penemuan

250px-243_ida.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
243 Ida dan bulannya, Dactyl. Dactyl adalah satelit asteroid pertama yang ditemukan.

Asteroid yang pertama kali ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi dan pada awalnya dipertimbangkan sebagai planet baru.[note 1] Penemuan ini diikuti dengan penemuan benda-benda lainnya yang serupa, yang dengan peralatan saat itu, terlihat sebagai titik-titik cahaya, seperti bintang, menunjukkan cakram planet dalam bentuk kecil atau tidak ada sama sekali, meskipun secara mudah dapat dibedakan dari bintang karena gerakan mereka yang terlihat. Hal ini mendorong astronom Sir William Herschel untuk mengusulkan istilah "asteroid",[4] berasal dari bahasa Yunani, ἀστεροειδής asteroeidēs berarti 'seperti bintang, berbentuk bintang', dari bahasa Yunani Kuno, ἀστήρ astēr yang artinya 'bintang, planet'.

Metode-metode historis

Metode-metode penemuan asteroid telah berkembang secara dramatis dalam dua abad terakhir.

Pada beberapa tahun terakhir abad ke-18, Baron Franz Xaver von Zach mengorganisasi suatu kelompok terdiri atas 24 orang astronom mencari planet yang hilang pada jarak sekitar 2,8 au dari matahari berdasarkan hukum Titius-Bode karena hukum itu juga digunakan oleh Sir William Herschel untuk menemukan planet Uranus tahun 1781. Tugas ini membutuhkan grafik langit yang ditulis tangan berisi semua bintang pada sabuk zodiak hingga batas penglihatan yang disepakati. Malam berikutnya, langit akan dipetakan lagi seperti grafik sebelumnya dan diharapkan setiap objek yang bergerak akan terlihat. Gerakan planet hilang yang dicari sekitar 30 detik busur per jam secara mudah terlihat oleh pengamat.

250px-PIA17937-MarsCuriosityRover-FirstAsteroidImage-20140420.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar asteroid (Ceres dan Vesta) pertama dari Mars – dilihat dari Curiosity (20 April 2014).

Objek pertama, Ceres, tidak ditemukan oleh anggota kelompok itu, tetapi lebih karena ketidaksengajaan tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi, direktur observatorium Palermo di Sisilia. Ia menemukan objek baru mirip bintang di Taurus dan mengikuti perpindahan objek ini selama beberapa malam. Kemudian pada tahun yang sama, Carl Friedrich Gauss menggunakan hasil observasi tersebut untuk menghitung orbit objek yang belum dikenal itu, yang diketahui berada di antara planet Mars dan Jupiter. Piazzi mengambil namanya dari Seres, dewi pertanian Romawi.

Tiga asteroid lain, yaitu (2 Pallas, 3 Juno, dan 4 Vesta) ditemukan beberapa tahun kemudian. Vesta ditemukan tahun 1807. Setelah delapan tahun mencari tanpa hasil, sebagian besar astronom berpendapat bahwa tidak ada lagi objek baru dan tidak melanjutkan pencarian.

Namun, Karl Ludwig Hencke bertahan dan mulai mencari asteroid lagi tahun 1830. Lima belas tahun kemudian, ia menemukan 5 Astraea, asteroid baru pertama dalam kurun waktu 38 tahun. Ia juga menemukan 6 Hebe kurang dari dua tahun kemudian. Setelah itu, astronom-astronom lain bergabung dalam pencarian dan sedikitnya satu asteroid baru ditemukan setiap tahun (kecuali dalam masa perang tahun 1945). Pemburu-pemburu asteroid ternama pada awal era ini adalah J. R. Hind, Annibale de Gasparis, Robert Luther, H. M. S. Goldschmidt, Jean Chacornac, James Ferguson, Norman Robert Pogson, E. W. Tempel, J. C. Watson, C. H. F. Peters, A. Borrelly, J. Palisa, Henry bersaudara, dan Auguste Charlois.

Tahun 1891, Max Wolf merintis penggunaan astrofotografi untuk mendeteksi asteroid, yang terlihat sebagai garis-garis pendek pada pelat fotografis pajanan lama. Metode ini secara dramatis meningkatkan tingkat deteksi dibandingkan dengan metode-metode visual sebelumnya. Wolf sendiri menemukan 248 asteroid, dimulai dengan 323 Brucia, sedangkan hingga saat itu asteroid yang telah ditemukan baru berjumlah 300 lebih sedikit. Setelah diketahui bahwa masih banyak lagi, kebanyakan astronom tidak memedulikannya, menyebutnya "kutu langit",[5] sebuh frasa yang secara beragam dikaitkan dengan Eduard Suess[6] dan Edmund Weiss.[7] Bahkan hingga seabad kemudian, hanya beberapa ribu asteroid telah diidentifikasi, dinomori, dan diberi nama.

Penamaan

Sebuah asteroid yang baru ditemukan diberikan suatu penandaan sementara (contohnya 2002 AT4) terdiri atas tahun penemuan dan kode alfanumerik yang menunjukkan setengah bulanan dari penemuan dan urutan penemuan dalam setengah bulanan tersebut. Setelah orbit asteroid terkonfirmasi, asteroid tersebut diberikan angka dan kemudian dapat juga diberikan nama (contohnya 433 Eros). Konvensi penamaan formal menggunakan tanda kurung di sekitar angka (contohnya (433) Eros), tetapi tanpa tanda kurung sudah umum digunakan. Secara informal, hal yang umum juga menyebutkan nama tanpa angka, atau angka tidak lagi disebutkan setelah penyebutan pertama apabila nama asteroid disebutkan berulang-ulang.

Simbol

Asteroid yang pertama ditemukan ditandai dengan simbol ikon menyerupai yang digunakan untuk menandai planet secara tradisional. Hingga tahun 1855 ada dua lusin simbol asteroid yang sering muncul dalam beragam varian.[8]

AsteroidSimbolTahun
1 Ceres Simbol planetary Ceres lama Varian simbol CeresSabit Seres, jika diputar menyerupai huruf C1801
2 Pallas Simbol Pallas lamaTombak Athena (Pallas)1801
3 Juno Simbol Juno lamaTongkat berujung bintang milik Yuno, Sang Ratu Surga1804
4 Vesta Simbol astrologi modern dari Vesta Simbol planetary lama VestaAltar dan api suci Vesta1807
5 Astraea20px-Astraea_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailSebuah timbangan atau jangkar terbalik, simbol keadilan1845
6 Hebe20px-Hebe_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailCangkir Hebe1847
7 Iris20px-Iris_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailPelangi dan sebuah bintang1847
8 Flora20px-Flora_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail20px-Flora_symbol_%28simple%2C_fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailSetangkai bunga1847
9 Metis20px-Metis_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailMata kebijaksanaan dan sebuah bintang1848
10 Hygiea20px-Rod_of_Asclepius_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-Hygiea_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailUlar Hygieia dan sebuah bintang atau Tongkat Asclepius1849
11 Parthenope20px-Parthenope_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-Lyra_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailSebuah harpa atau seekor ikan dan sebuah bintang; simbol Siren1850
12 Victoria20px-Victoria_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBunga laurel kejayaan dan sebuah bintang1850
13 EgeriaAstronomical symbol of 13 EgeriaSebuah perisai, simbol perlindungan Egeria, dan sebuah bintang1850
14 Irene20px-Irene_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailSeekor merpati membawa sebuah ranting zaitun (simbol dari irene
'perdamaian') dengan sebuah bintang di atas kepalanya,[9] atau
sebuah ranting zaitun, bendera perdamaian, dan sebuah bintang
1851
15 Eunomia20px-Eunomia_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailHati, simbol keteraturan (eunomia), dan bintang1851
16 Psyche20px-Psyche_symbol_%28elaborate%2C_fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailSayap kupu-kupu, simbol the roh
(psyche), dan bintang
1852
17 Thetis20px-Thetis_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailSeekor lumba-lumba, simbol Thetis, dan bintang1852
18 Melpomene20px-Melpomene_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBelati Melpomene dan bintang1852
19 Fortuna20px-Fortuna_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailRoda keberuntungan dan bintang1852
26 Proserpina20px-Proserpina_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailDelima Proserpine1853
28 Bellona20px-Bellona_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailCambuk dan tombak Bellona[10]1854
29 Amphitrite20px-Amphitrite_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailKerang Amfitrit dan bintang1854
35 Leukothea20px-Leukothea_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailCahaya mercu suar, simbol Leucothea[11]1855
37 Fides20px-Fides_symbol_%28fixed_width%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailSalib keyakinan (fides)[12]1855

Asteroid dalam sistem tatasurya

250px-InnerSolarSystem-en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sabuk asteroid (titik-titik putih).
250px-%28253%29_mathilde_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
253 Mathilde, asteroid tipe C berukuran sekitar 50 kilometer (30 mil) melintang, dengan setengah dari ukuran itu adalah kawah-kawah. Foto diambil tahun 1997 oleh wahana NEAR Shoemaker.
4_Vesta_1_Ceres_Moon_at_20_km_per_px.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Dari kiri ke kanan: 4 Vesta, 1 Ceres, Bulan.

Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350[13] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto), yaitu 129342 Ependes.[14]

Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta.[15] Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter 900–1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis).

Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg,[16][17] atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%) dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%) dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalnya. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid Ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.

Misi Luar Angkasa

Sudah ada beberapa misi luar angkasa yang dikhususkan untuk asteroid. Antara lain: Hayabusa 1, Hayabusa 2, OSIRIS-REx, LUCY, Near Shoemaker, Dawn, dan yang akan segera diluncurkan DART. Selain Hayabusa1 dan Hayabusa2, misi-misi ini adalah buatan NASA.

Catatan

  1. Ceres adalah asteroid terbesar dan sekarang diklasifikasikan sebagai planet katai. Saat ini semua asteroid lain diklasifikasikan sebagai Benda Kecil Tata Surya bersama-sama dengan komet, centaur (planet minor), dan objek-objek trans-Neptunus yang lebih kecil.

Referensi

  1. "What Are Asteroids And Comets?". Near Earth Object Program FAQ. NASA. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 09-09-2010. Diakses tanggal 13-09-2010.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |archivedate=
  2. Britt, Robert Roy (04-02-2005). "Closest Flyby of Large Asteroid to be Naked-Eye Visible". Space.com (dalam bahasa bahasa Inggris). Diakses tanggal 25-04-2016.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. "Provisional Designations". Minor Planet Center (dalam bahasa bahasa Inggris). 24-04-2016. Diakses tanggal 25-04-2016.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. Dalam sebuah presentasi lisan ("HAD Meeting with DPS, Denver, October 2013 - Abstracts of Papers". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-01. Diakses tanggal 14-10-2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=), Clifford Cunningham mempresentasikan temuannya bahwa istilah itu ditemukan oleh Charles Burney, jr., putra teman Herschel, lihat "Local expert reveals who really coined the word 'asteroid'". South Florida Sun-Sentinel. 08-10-2013. Diakses tanggal 10-10-2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link) Lihat pula Wall, Mike (10-01-2011). "Who Really Invented the Word 'Asteroid' for Space Rocks?". SPACE.com. Diakses tanggal 10-10-2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  5. Friedman, Louis D. (19-02-2013). "Vermin of the Sky: The Society's Long History with Asteroids". The Planetary Society (dalam bahasa bahasa Inggris). Diakses tanggal 25-04-2016.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. Hale, George E. (1916). "Address at the semi-centennial of the Dearborn Observatory: Some Reflections on the Progress of Astrophysics". Popular Astronomy. 24: 550–558, at p 555. Bibcode:1916PA.....24..550H.
  7. Seares, Frederick H. (1930). "Address of the Retiring President of the Society in Awarding the Bruce Medal to Professor Max Wolf". Publ. Astr. Soc. Pacific. 42: 5–22, at p 10. Bibcode:1930PASP...42....5S. doi:10.1086/123986.
  8. Gould, B. A. (1852). "On the Symbolic Notation of the Asteroids". Astronomical Journal. 2: 80. Bibcode:1852AJ......2...80G. doi:10.1086/100212.
  9. Hilton, James L. (17-09-2001). "When Did the Asteroids Become Minor Planets". Diarsipkan dari asli tanggal 06-11-2007. Diakses tanggal 26-03-2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=, |date=, and |archivedate=
  10. Encke, J. F. (1854). "Beobachtung der Bellona, nebst Nachrichten über die Bilker Sternwarte". Astronomische Nachrichten. 38 (9): 143. Bibcode:1854AN.....38..143.. doi:10.1002/asna.18540380907.
  11. Rümker, G. (1855). "Name und Zeichen des von Herrn R. Luther zu Bilk am 19. April entdeckten Planeten". Astronomische Nachrichten. 40 (24): 373. doi:10.1002/asna.18550402405.
  12. Luther, R. (1856). "Schreiben des Herrn Dr. R. Luther, Directors der Sternwarte zu Bilk, an den Herausgeber". Astronomische Nachrichten. 42 (7): 107. Bibcode:1855AN.....42..107L. doi:10.1002/asna.18550420705.
  13. "Minor Planet Names". Diakses tanggal 2006-09-14.
  14. "Discovery Circumstances: Numbered Minor Planets (125001)-(130000)". Diakses tanggal 2006-07-12.
  15. "New study reveals twice as many asteroids as previously believed". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-06. Diakses tanggal 2006-03-28.
  16. Krasinsky, G. A.; Pitjeva, E. V.; Vasilyev, M. V.; Yagudina, E. I. (2002). "Hidden Mass in the Asteroid Belt". Icarus. 158 (1): 98–105.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  17. Pitjeva, E. V. (2005). "High-Precision Ephemerides of Planets - EPM and Determination of Some Astronomical Constants". Solar System Research. 39: 176.

Lihat pula

Pranala luar

Planet
Cincin
Satelit alami
Penjelajahan
(Garis besar)
Objek
hipotetis
Daftar
Benda
kecil
Tata
Surya
Pembentukan
dan
evolusi
Navigasi planet minor
Didahului oleh:
'
Ceres Diikuti oleh:
2 Pallas
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan