Sabtu, 17 Oktober 2026
14:53 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Cincin Uranus

Cincin Uranus

sistem cincin planet Uranus

Bagikan:
330px-Annotated_Uranian_rings.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem cincin Uranus dalam citra terbaru (cincin epsilon/ε, zeta/ζ, mu/μ, dan nu/ν diberi anotasi), sebagaimana tertangkap oleh James Webb Space Telescope menggunakan kamera inframerah dekat pada 4 September 2023.

Cincin Uranus terdiri atas 13 cincin planet yang mengelilinginya. Kompleksitasnya berada di antara sistem cincin yang luas milik Saturnus dan sistem yang lebih sederhana pada Jupiter serta Neptunus. Cincin-cincin Uranus pertama kali ditemukan pada 10 Maret 1977 oleh James L. Elliot, Edward W. Dunham, dan Jessica Mink. Namun jauh sebelumnya, William Herschel pernah melaporkan pengamatan terhadap cincin tersebut pada tahun 1789. Para astronom modern masih berbeda pendapat apakah ia benar-benar dapat melihatnya, sebab cincin Uranus sangat gelap dan redup.[1]

Pada tahun 1977, sembilan cincin yang berbeda telah berhasil diidentifikasi. Dua cincin tambahan ditemukan pada tahun 1986 melalui citra yang diambil oleh wahana antariksa Voyager 2, dan dua cincin luar lainnya ditemukan pada periode 2003–2005 melalui foto dari Hubble Space Telescope. Berdasarkan urutan jarak yang meningkat dari planet, ketiga belas cincin yang telah diketahui diberi nama 1986U2R/ζ, 6, 5, 4, α, β, η, γ, δ, λ, ε, ν, dan μ. Jari-jari mereka berkisar dari sekitar 38.000 km untuk cincin 1986U2R/ζ hingga sekitar 98.000 km untuk cincin μ. Diduga terdapat pula pita-pita debu samar dan lengkungan tak lengkap di antara cincin-cincin utama tersebut. Cincin-cincin Uranus sangat gelap, Albedo Bond partikel penyusunnya tidak lebih dari 2%. Mereka kemungkinan terdiri atas es air dengan campuran senyawa organik gelap yang telah mengalami proses radiasi.

Sebagian besar cincin Uranus bersifat buram dan hanya memiliki lebar beberapa kilometer. Sistem cincinnya secara keseluruhan mengandung sedikit sekali debu; mayoritas terdiri atas benda-benda besar berdiameter antara 20 cm hingga 20 m. Beberapa cincin bersifat optis tipis: cincin 1986U2R/ζ, μ, dan ν yang lebar tetapi redup terdiri atas partikel-partikel debu kecil, sedangkan cincin λ yang sempit namun samar juga mengandung benda-benda yang lebih besar. Kekurangan debu relatif pada sistem cincin ini mungkin disebabkan oleh adanya gaya hambat aerodinamis yang berasal dari eksosfer Uranus yang meluas.

Cincin-cincin Uranus diperkirakan masih relatif muda, berusia tidak lebih dari 600 juta tahun. Sistem cincin ini diduga berasal dari pecahan akibat tumbukan beberapa satelit alami yang dahulu mengorbit Uranus. Setelah bertabrakan, satelit-satelit tersebut kemungkinan hancur menjadi partikel-partikel kecil yang kemudian bertahan sebagai cincin sempit dan padat secara optis di zona-zona kestabilan maksimum.

Mekanisme yang membuat cincin-cincin sempit ini tetap terkekang belum sepenuhnya dipahami. Pada awalnya diasumsikan bahwa setiap cincin sempit dijaga bentuknya oleh sepasang satelit penggembala yang berdekatan. Namun pada tahun 1986, Voyager 2 hanya menemukan satu pasangan satelit penggembala (Cordelia dan Ophelia) di sekitar cincin paling terang (ε). Sementara itu, cincin redup ν kemudian diketahui digembalakan oleh sepasang satelit Portia dan Rosalind.[2]

Referensi

  1. ↑ Rincon, Paul (Apr 18, 2007). "Uranus rings 'were seen in 1700s'". BBC News. Diakses tanggal 23 Januari 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)(berdasarkan penelitian oleh Stuart Eves)
  2. ↑ Filacchione, G.; Ciarniello, M. (2021). "Uranus and Neptune - Rings" (PDF). Dalam Alderton, D.; Elias, S. A. (ed.). Encyclopedia of Geology (Edisi 2nd). Academic Press. doi:10.1016/B978-0-12-409548-9.11942-6. hdl:20.500.12386/30481. ISBN 978-0-08-102909-1.

Pranala luar

Planet
Cincin
Satelit alami
Penjelajahan
(Garis besar)
Objek
hipotetis
Daftar
Benda
kecil
Tata
Surya
Pembentukan
dan
evolusi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan