Minggu, 20 September 2026
16:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Penerbit Djambatan

perusahaan penerbit asal Indonesia

Penerbit Djambatan
Tanggal pendirian19 Februari 1954
Tanggal pembubaran1 Januari 2013
JenisPerusahaan
TujuanPencerdasan bangsa
Lokasi
Pendiri
Djamaluddin Adinegoro
Kasuma Sutan Pamuntjak
Intojo
Soetomo Wongsotjitro
Ahmad Ramali
H.M. van Randwijk
C. de Koning

Penerbit Djambatan adalah sebuah perusahaan penerbitan buku yang berdiri sejak 19 Februari 1954, dengan misi pencerdasan bangsa. Didirikan oleh Djamaluddin Adinegoro, Kasuma Sutan Pamuntjak, Intojo, Soetomo Wongsotjitro, dan Ahmad Ramali St. Lembang Alam dari pihak Indonesia, serta H.M. van Randwijk dan C. de Koning dari pihak Belanda yang berpihak pada perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Setelah sahamnya dibeli secara penuh pada tahun 1956, Penerbit Djambatan resmi menjadi perusahaan milik nasional.[1][2]

Penerbit Djambatan ditutup pada 1 Januari 2013, setelah menerbitkan banyak buku selama puluhan tahun.[3]

Buku terbitan Djambatan

Rujukan

  1. "Sejarah Djambatan" Diarsipkan 2013-05-26 di Wayback Machine. Website Penerbit Djambatan. Diakses 29 Juli 2015.
  2. 1 2 "50 Tahun Penerbit Djambatan: Nasionalisme Sebuah Jembatan Ilmu" Diarsipkan 2013-06-05 di Wayback Machine. Penerbit Djambatan/KOMPAS, 19 Februari 2004. Diakses 29 Juli 2015.
  3. 1 2 "Penerbit Djambatan Resmi Tutup per 1 Januari 2013" Goodreads.com. Diakses 29 Juli 2015.


Ikon rintisan

Artikel bertopik perusahaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan