Jumat, 30 Oktober 2026
22:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Pelabuhan Ciwandan

pelabuhan di Banten, Indonesia

Bagikan:
Infotaula de geografia políticaPelabuhan Ciwandan
pelabuhan Suntingan nilai di Wikidata
Tempat
osm-intl,12,a,a,323x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pelabuhan_Ciwandan&revid=29615794&groups=_78d6342bc450bb78e09136ddbcc63d4ad9d021a1&parser=parsoidKoordinat: 6°1′3.93618″S 105°57′7.34321″E / 6.0177600500°S 105.9520397806°E / -6.0177600500; 105.9520397806 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaBanten Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Geografi
Luas wilayah62,27 ha Suntingan nilai di Wikidata[convert: unit tak dikenal]
Berada di atau dekat dengan perairanSamudra Hindia, Laut Jawa dan Samudra Pasifik Suntingan nilai di Wikidata
Sejarah
Pembuatan27 Agustus 1988 Suntingan nilai di Wikidata
Lain-lain
Situs webLaman resmi

Pelabuhan Ciwandan adalah sebuah pelabuhan yang terletak dalam wilayah administrasi Provinsi Banten, Indonesia.[1][2] Penggunaan Pelabuhann Ciwandan sebagai pelabuhan perdagangan telah dimulai sejak abad ke-17 Masehi dalam masa Kesultanan Banten.[1] Pada masa Pemerintah Indonesia, Pelabuhan Ciwandan menjadi pelabuhan bongkar-muat barang yang menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Banten.[3][2][4] Fasilitas di Pelabuhan Ciwandan berupa peralatan permanen untuk kegiatan bongkar-muat barang.[4]

Lokasi

Pelabuhan Ciwandan merupakan salah satu pelabuhan yang terletak di bagian ujung barat pulau Jawa dalam wilayah administrasi Provinsi Banten.[1] Sebelum masuk dalam wilayah admnistrasi Provinsi Banten, Pelabuhan Ciwandan termasuk dalam wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat. Namun setelah Provinsi Banten dibentuk sebagai hasil pemekaran wilayah Provinsi Jawa Barat, Pelabuhan Ciwandan menjadi bagian dari wilayah administrasi Provinsi Banten.[2]

Kegunaan

Pelabuhan Ciwandan telah digunakan sebagai pelabuhan perdagangan sejak abad ke-17 Masehi dalam masa Kesultanan Banten.[1] Pada masa Pemerintah Indonesia, Pelabuhan Cindawan awalnya menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kemudian menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Banten yang dibentuk setelah Banten menjadi provinsi baru dari hasil pemekaran wilayah Provinsi Jawa Barat.[2]

Pelabuhan Ciwandan adalah salah satu pelabuhan di Provinsi Banten yang digunakan untuk kegiatan komersial utamanya bongkar muat barang dari kapal barang.[3] Barang utama yang diangkut ke Pelabuhan Ciwandan adalah bahan baku pembuatan semen yang dikenal sebagai semen curah. Kapal yang mengangkut semen curah ke Pelabuhan Ciwandan berasal dari industri semen di Kabupaten Tuban yang kemudian mengirim semen curah ke berbagai pabrik-pabrik penghasil produk semen di luar pulau Jawa melalui Pelabuhan Ciwandan. Pengangkutan bahan baku semen di Pelabuhan Ciwandan merupakan jalur transportasi laut yang lebih bernilai ekonomi dibandingkan dengan pengangkutan melalui transportasi darat.[5]

Pelabuhan Ciwandan merupakan salah satu pelabuhan tujuan impor di Indonesia.[6] Jenis barang impor yang diangkut ke Pelabuhan Ciwandan adalah garam. Asal dari garam impor yang diangkut ke Pelabuhan Ciwandan adalah dari India. Jenis garam yang diangkut adalah garam curah. Berat garam yang diangkut dari India menggunakan kapal dapat mencapai satuan ribu hingga puluhan ribu ton untuk kemudian diangkut dan diperjualbelikan di daerah-daerah di Indonesia.[7]

Fasilitas

Pelabuhan Ciwandan memiliki fasilitas untuk fungsi sebagai pelabuhan peti kemas. Di Pelabuhan Ciwandan terdapat peralatan bongkar muat barang yang terpasang secara permanen.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Ali, M., dkk. (2024). Legasi Maulana Hasanuddin. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 29.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 4 Ferdianti, Dinna (2005). Intensive-Learning English. PT Grafindo Media Pratama. hlm. 150.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Suryana, Dayat (2012). Provinsi-Provinsi di Indonesia: Tempat-Tempat di Provinsi Indonesia. CreateSpace Independent Publishing. hlm. 103.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 3 Kabinet Reformasi Pembangunan Indonesia (1999). Kabinet Reformasi Pembangunan Indonesia: Memori Masa Bhakti Buku III. Direktorat Jenderal Perkeretaapian. hlm. 52.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Harinowo, C., dan Khaidir, I. M. S. (2020). Oceanic Joy: A Journey of a Big Indonesian Shipping Company. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 26.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Centre for Strategic and International Studies (2006). "Imopor Masuk Jawa: Stok Bulog Terkuras untuk Raskin". Dunia EKUIN dan Perbankan. 19 (24): 208.
  7. ↑ Pusat Data dan Analisa Tempo (2019). Maju Mundur Program Garam Nasional. Tempo Publishing. hlm. 73.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo
Regional I
120px-Logo_Baru_Pelindo_%282021%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Regional II
Regional III
Regional IV
Ikon rintisan

Artikel bertopik pelabuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan