Senin, 02 November 2026
08:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pelabuhan Panjang

Pelabuhan Panjang

pelabuhan di Lampung, Indonesia

Bagikan:
Pelabuhan Internasional Panjang
330px-Panjang_International_Port.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelabuhan Panjang pada tahun 2016
osm-intl,10,-5.4688611111111,105.31972222222,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pelabuhan_Panjang&revid=29104245&groups=_44721413ac1071eb1fe2734cc5821c2891950d74&parser=parsoid
Peta interaktif Pelabuhan Internasional Panjang
Lokasi
NegaraIndonesia
LokasiPanjang, Bandar Lampung, Lampung
Koordinat5°28′07.9″S 105°19′11.0″E / 5.468861°S 105.319722°E / -5.468861; 105.319722
Detail
OperatorPT Pelabuhan Indonesia
Dimiliki olehDirektorat Jenderal Perhubungan Laut
Jenis1A (BUMN)
Luas lahan105 Hektare
Statistik
Situs web
www.panjangport.co.id

Pelabuhan Internasional Panjang adalah sebuah pelabuhan yang terletak di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Pelabuhan ini adalah salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia. Pelabuhan ini memiliki dermaga penumpang, dermaga peti kemas, lapangan penumpukan peti kemas, serta terminal curah basah dan kering.

Sejarah

Pada mulanya, pelabuhan ini hanyalah pelabuhan kecil di Teluk Betung yang disinggahi oleh kapal motor dan perahu layar yang akan mengangkut hasil perikanan dan pertanian ke luar daerah Lampung ataupun sebaliknya.

Pada abad ke-17, Pemerintah Hindia Belanda mulai membangun pelabuhan ini dengan nama “Oesthaven”. Pembangunan tahap pertama meliputi pembangunan dermaga sepanjang 200 meter dengan menggunakan konstruksi caisson dengan kedalaman -7 LWS, beserta satu unit gudang dengan luas sekitar 1.000 meter persegi.

Pada 03 Desember 1972 terdapat perubahan nama dari “Oesthaven” menjadi Pelabuhan Panjang. Perubahan tersebut juga menandakan awal dimulainya pelabuhan ini. Pelabuhan Panjang telah tumbuh dan berkembang menjadi pelabuhan besar yang melayani pelayaran antar pulau dan antar negara. Pembangunan untuk menambah fasilitas dan peralatan penunjang pun terus dilakukan di pelabuhan ini secara bertahap, sejalan dengan tuntutan permintaan pengguna jasa serta perkembangan perdagangan internasional.[1]

Pelayaran

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan trayek tol laut dari pelabuhan ini ke Pelabuhan Tanjung Perak pulang pergi. Trayek tersebut dilayani dengan menggunakan KMP Mutiara Persada III yang dapat mengangkut kendaraan dan orang, dengan kecepatan maksimal 16 knot. Kapal tersebut memiliki panjang 151 meter, dan dapat menampung 200 unit truk ukuran sedang. Pelayaran ditempuh selama sekitar 29 jam.[2]

Menurut Jonan, dengan trayek tol laut tersebut, waktu tempuh Bandar Lampung-Surabaya dapat dihemat hingga 74% dari waktu normal. Biaya operasional truk pengangkut barang juga dapat ditekan hingga 55% lebih murah dibandingkan menggunakan jalur darat.[2]

Referensi

Pranala luar

Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo
Regional I
120px-Logo_Baru_Pelindo_%282021%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Regional II
Regional III
Regional IV
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan